Pak Polisi Nikah Yuk...!!!

Pak Polisi Nikah Yuk...!!!
Sakit Yang Berdarah


__ADS_3

"Pa - papah..!!! " Ucap Bryan sampai ternganga.


"Kata Mamah harus panggil Papah. " Ucap Arumi.


"Pa - Paman, ini bahaya. " Ucap Bryan.


"Paman tahu Meilina masih mencintai kamu." Ucap Pak Sholeh.


"Paman pulang lah, maaf saya tidak bisa menjamu Paman dengan sopan."


"Paman mengerti, tapi Paman minta jangan putus tali persaudaraan. "


"Maaf saya nggak bisa Paman, terlalu sakit dengan perpisahan yang di lakukan."


"Sampaikan pada Meilina jangan pernah hubungi saya lagi karena saya sudah memiliki istri."


******


Bryan membuka tutup meja makan, terlihat di meja makan sudah terdapat aneka masakan dan nasi nya.


"Yank, kamu beli lagi." Ucap Bryan berjalan ke arah kamar.


"Mas sudah pulang. " Ucap Keysa sambil mencium punggung tangan Bryan.


Bryan mencium kening Keysa sangat lama, dan memeluk tubuh nya.


"Sudah selesai kan ujian nya? " Tanya Bryan.


Keysa menganggukkan kepalanya dan langsung memeluk tubuh Bryan.


"Masih sakit? " Tanya Bryan kembali.


"Sudah nggak Mas, sudah mendingan sudah minum obat. " Jawab Kesya.


"Mas ganti pakaian dulu, kamu siap kan makan untuk mas. "


"Ok Mas."


******


Keysa terdiam sambil mengusap perut nya, tangan nya masuk kedalam satu kantong celana pendek nya, dan menarik suatu kertas namun di masukan kembali.


"Ehm... Mas saya kuliah di kota mbah ya?"


Bryan menghentikan makan nya dan menatap ke arah istri nya.


"Katanya disini saja?" Tanya Bryan.


"Nggak boleh ya? " Tanya Kembali Keysa.


"Boleh, tapi apa kamu akan tinggalkan suami kamu?"


"Impian saya Mas, itu kampus Favorit."


"Apakah dulu kamu sama seperti ini meminta sama Ayah? "


"Mas nggak bisa kabulkan seperti Ayah ya?"


"Mas pikir kan dulu."


"Iya deh. "


*****

__ADS_1


Hoek... hoek.. hoek...


Bryan mendekati Keysa yang ada di kamar mandi, dan langsung memijat tengkuk leher nya.


"Katanya sudah ke Dokter kenapa masih saja muntah? " Tanya Bryan.


"Sudah kok Mas, wajar saja kalau muntah." Jawab Keysa.


"Wajar bagaimana, orang muntah di bilang wajar. Kita ke Dokter sekarang, Mas nggak mau kamu berakhir di rumah sakit."


"Nggak Mas, nanti saya kasih lihat obat nya. "


Keysa berjalan ke arah kamar untuk mengambil obat dari dalam tas nya dan memberikan nya pada Dokter.


"Sakit apa? " Tanya Bryan saat memegang dua strip obat.


"Nggak sakit apa - apa, itu vitamin dan penahan mual. " Jawab Keysa.


"Mas takut kamu kenapa - napa. "


"Nggak apa - apa Mas. "


Bryan mengusap kepala Keysa dan tersenyum ke arah nya.


"Maaf kan saya Mas, belum bisa kasih tahu Mas kalau saya hamil. Kalau bilang pasti Mas akan melarang saya untuk melanjutkan pendidikan."


******


Dreeet


Dreeet


Bryan diam tak mengangkat panggilan nya dan memilih menyimpan nya di bawah bantal, dan berlalu begitu saja.


Kesya membuka bantal nya menutupi ponsel nya tanpa nama yang terus memanggil. Keysa mengangkat panggilan tersebut.


"Mana Bryan? " Ucap Suara dari seberang.


"Ini siapa ya? " Tanya Keysa.


"Papah, Arumi kangen." Jawab suara anak kecil dari seberang.


Seketika tangan Keysa bergetar, dan menahan agar tak tumbang.


"Si - siapa ini? " Tanya Keysa.


"Mana Bryan, saya Meilina. Kamu istri nya kan? tolong anak saya ingin bicara sama Papah nya." Jawab Meilina.


"Apakah kita bisa bertemu?" Tanya Keysa.


"Bagus kalau begitu, mari kita bertemu." Jawab Meilina.


"Kapan? "


"Besok saya akan ke sana, nanti alamat nya saya kasih tahu."


Panggilan pun di akhiri, Kesya meremas perut nya dan menahan sesak di dada nya. Keysa langsung menghapus riwayat panggilan masuk nya dan memasukan kembali di bawah bantal.


"Yank."


"Saya ingin langsung tidur Mas. " Ucap Keysa langsung masuk kedalam selimut.


Bryan pun membenar kan selimut Keysa hingga sebatas bahu di kecup nya kening istri nya yang kini memejamkan matanya.

__ADS_1


Saat Bryan keluar kamar, Keysa terisak menangis dengan mengusap perut nya yang masih rata.


"Kamu tega Mas bohongi saya, hiks.. hiks.. kamu tega sekali hiks.. hiks.. untung kehamilan saya belum saya kasih tahu. Saya merasa tertipu hiks.. hiks.. " Ucap Keysa dalam hati.


*****


Keysa turun dari taksi dan mendapatkan sebuah rumah kosong dimana telah berdebu dan hampir rusak.


Terlihat seorang wanita berdiri di depan pintu, Keysa pun berjalan mendekati nya.


"Mba Meilina?" Ucap Keysa.


"Benar saya Meilina." Ucap nya.


"Kenal kan istri Bryan." Ucap Meilina.


Deg


Seketika kedua kaki Keysa merasakan sangat lemas dan berkaca - kaca.


"I - istri? " Ucap Keysa.


"Masuk lah. " Ajak Meilina.


Keysa memasuki rumah yang telah kosong dan dari mulai masuk banyak photo - photo Bryan bersama Meilina yang sudah berdebu. Mulai dari masih remaja berpakaian seragam SMP, SMA hingga Bryan mengenakan seragam Polisi dan Meilina mengenakan kebaya.


"Itu photo kami, hubungan kami belum selesai, dan mundur lah ada anak yang membutuhkan sosok papah nya. Kamu belum sah secara negara kan jadi kamu pergi dari kehidupan nya. " Ucap Meilina.


"Saya sedang hamil. " Ucap Keysa.


"Hamil? Anak kamu tak akan pernah bisa di akui secara hukum, karena pernikahan kami masih sah belum cerai."


"Kenapa Mas Bryan tak pernah cerita?"


"Karena Ayah nya yang membuat kami seperti ini. Kami masih saling mencintai, rumah ini saksinya. Kami masih terikat karena kami berpisah hanya sementara, karena kita ini LDR. Tolong tinggal kan dia, kamu gugur kan sebelum dia tahu. Jangan membuat hubungan kamu renggang, Arumi butuh Bryan Papah nya dia sekarang menjauh karena hadir nya kamu. Saya maaf kan suami saya karena saya tahu masalah yang kami hadapi ini dia pun butuh hiburan, kamu hanya hiburan bagi nya."


"Sa - saya nggak bisa gugur kan." Ucap Keysa.


"Apa kamu tidak kasihan pada anak berusi 7 tahun, apa kamu tidak kasihan pada saya sebagai seorang wanita. Andai lahir pun hanya akan aib saja bagi keluarga kamu." Ucap Meilina.


"Ambil ini, gugur kan segera. " Ucap Meilina memberikan satu pil pada Keysa.


Kesya mengambil nya dan menatap pil tersebut menggenggam sangat erat.


"Saya pamit dan segera kamu tinggalkan Bryan. "


Keysa duduk bersimpuh di lantai kotor berdebu hingga tangis nya pecah di dalam sebuah rumah kosong.


Dengan menatap pil tersebut Keysa menelan nya selang beberapa detik reaksi yang cukup sangat sakit membuat Keysa meremas perut nya.


Aaaaarrrrgggh


"Sakit....!!! "Jerit Keysa hingga terus berteriak dan meremas nya.


" Aaaaaaa.... tolong..... sakit.....!!!! "


*****


"Bang kamu kenapa? " Tanya Ibnu.


"Perut saya kok sakit banget seperti di remas begini. " Jawab Bryan dan terlihat peluh membasahi kening nya.


"Bang kamu sakit? " Tanya Ibnu kembali.

__ADS_1


Aaaaarrrrgggh


"Ya Allah ini sakit banget Ibnu, kamu tolong saya. " Ucap Bryan dengan mencengkram tangan Ibnu.


__ADS_2