Pak Polisi Nikah Yuk...!!!

Pak Polisi Nikah Yuk...!!!
Bukan Cinta Tapi Obsesi


__ADS_3

"Kangen tahu sama Mba Susi. " Ucap Keysa sambil bergelayut manja di lengan Susi.


"Mba juga kangen sama Neng, lama - lama disana nggak enak. Padahal itu rumah nya saya sendiri. " Ucap Susi.


"Mba Sus, nanti mulai sekarang mba Susi saya yang gaji. Mba rawat rumah ini, mungkin kamu akan kemari bila akhir pekan. " Ucap Bryan.


"Baik Mas, saya akan rawat rumah ini hang penuh kenangan sama Bapak. "


"Saya kangen sama Ayah Mba Sus, begitu cepat Ayah pergi sampai dia nggak bisa melihat calon cucu nya." Ucap Keysa.


"Saya juga sama Neng, kangen sama Bapak. Bagi Saya Bapak itu orang nya baik, dia nggak pernah marah sama Saya. Bahkan dia itu selalu membantu saya dalam segala apapun."


"Saya nggak punya siapa - siapa lagi Mba Sus, hanya Mba Susi, Kak Aldo dan Mas Bryan keluarga saya. Ayah pergi, saya tidak merasakan kesepian karena kalian semua ada untuk saya." Ucap Keysa.


"Saya akan tetap bersama Neng, saya janji."


******


"Tadi bertemu Arimbi di Stasiun. " Ucap Bryan sambil melepaskan kaos yang di kenakan nya hingga kini hanya bertelanjang dada dan mengenakan celana jeans nya saja.


"Terus dia menyapa Mas? " Tanya Keysa.


"Iya." Jawab Bryan singkat sambil merebahkan dirinya di atas tempat tidur.


"Dia memang benar wanita seperti itu Yank. " Ucap Bryan.


"Nggak nyangka ya. "


"Tahu nggak Yank, dia malah bilang ingin punya anak dari Mas, dan setiap berhubungan dengan berbagai pria dia itu selalu wajah Mas yang di bayangkan. "


"Apa..!!! Nggak sopan banget dia. Suami orang jadi objek fantasi nya. Saya harus kasih perhitungan sama dia."Ucap Keysa geram.


" Sudah Yank, jangan di perpanjang lagi. Kan Yang penting fakta Mas sama dia nggak kontak fisik."


"Nggak kontak fisik memang benar, tapi akibat fantasi nya dia akan melakukan hal yang tak akan pernah ada di otak kita. Mas tahu efek fantasi nya, dia lama - lama akan bosan dan menemui Mas pakai cara kotor. Mas punya arah pikiran kesana nggak? "


"Seperti nya dia nggak akan berani. "

__ADS_1


"Sebelum dia berani, saya akan labrak dia."


*****


Braaakk


Keysa menggebrak meja Arimbi, sehingga membuat seisi kelas menatap ke arah Keysa.


"Saya peringatkan sama kamu, jauhi suami saya dan hapus otak konslet kamu itu dari pikiran kotor yang selama ini ada di dalam isi kepala kamu. " Ucap Keysa sambil menunjuk tepat di kening Arimbi.


"Maksud kamu apa? " Ucap Arimbi santai.


"Maksud saya, hey.. dengar ya.. kalian harus tahu. Teman kita ini adalah pelakor, dan selain itu dia adalah mainan para pria. Kalian tahu, dia terobsesi sama suami saya, sampai sekarang. Dengan caranya tak pernah sukses hingga saat melakukan adu kekuatan dengan pria di atas nya, kalian tahu siapa yang akan jadi pusat objek di otak nya? Suami saya, dan hati - hati yang punya pasangan jangan sampai di rebut. Dia sekarang hidup dari uang jualan aset berharga nya, mulai dari penampilan, biaya kuliah hingga makan. Pantas kah seorang mahasiswi begitu. " Ucap Keysa yang membuat Arimbi menahan amarah.


"Kalau mau marah di silahkan marah, nggak ada yang larang. Saya akan terus menjatuhkan kamu selama kamu masih mencintai suami saya. Dan ingat kalau pun saya rela memberikan suami saya untuk orang lain, bukan saya berikan sama kamu yang hanya sampah, saya akan berikan pada wanita yang berderajat lebih tinggi dari saya. Tapi itu takkan pernah bisa terjadi karena saya akan tetap jadi wanita paling berharga di hidup nya. Ingat dan dengar baik - baik apa yang tadi saya katakan. Dan kamu itu nggak pantas kuliah di sini, mending kamu keluar saja deh dari kampus ini. Setuju nggak kalian kalau kita minta pihak kampus utuk keluarkan dia. " Ucap Keysa dengan mengeraskan kata - kata terakhir nya.


"Setuju..!!


" Benar, kita lapora kan saja. "


Semuanya menyudutkan Arimbi, hingga ada yang melemparkan botol air mineral ke kepala Arimbi, bahkan sebuah burger panas yang ditumpahkan di atas kepala Arimbi hingga saos dan Mayonaise nya mengotori rambut nya.


Septi masuk melihat kejadian tersebut, terlihat Arimbi yang acak - acakan dan hanya diam terisak menangis.


" Terus menangis sampai air mata kamu kering. Dan ingat bila kamu masih bermimpi untuk jadi wanita nya Mas Bryan, kamu akan saya cincang. " Bentak Keysa.


"Stop Keysa...!!! " Bentak Arimbi.


"Saya memang tak akan pernah pantas menjadi istri seorang Abdi Negara, tapi saya masih punya harapan bagi pria yang akan nanti menerima saya apa adanya. Dan dia akan mengangkat derajat saya. " Ucap Arimbi.


"Tapi bukan dengan suami saya paham." Ucap Keysa.


"Jodoh dan maut tak akan pernah tahu, karena sesuatu yang tak mungkin akan jadi mungkin." Ucap Arimbi.


"Kamu..!! " Tangan Keysa di tahan Septi saat tahu akan menampar Arimbi.


"Ingat kamu sedang hamil, jangan sampai terjadi sesuatu pada kandungan kamu, dia itu sudah nggak waras. Kalau kamu terus emosi sama orang seperti dia sama saja kamu itu g**la." Ucap Septi.

__ADS_1


"Saya serahkan sama semua yang ada di dalam kelas, mau kalian apakan wanita seperti itu." Ucap Keysa keras dengan meninggal kan kelas nya.


Suara riuh terdengar cacian maki untuk Arimbi, hingga suara gaduh terdengar sampai keluar kelas.


*****


"Tolong ajarkan sopan santun dan hargai orang, jangan mempermalukan saya di depan umum. " Ucap Arimbi saat menemui Bryan di Kantor Polisi.


"Saya minta maaf atas apa yang di lakukan istri saya, tapi dia ada alasan nya kenapa seperti ini. Kamu akan sama melakukan sesuatu seperti Keysa bila sesuatu yang jadi miliknya akan di ambil orang. Saya minta lupakan saya, kamu bukan mencintai saya tapi kamu hanya terobesi oleh saya. Tolong jauhi kami, jangan sampai di antara kita terjadi sesuatu yang tak di ingin kan." Ucap Bryan.


"Saya tidak bisa. " Ucap Arimbi.


"Belajar lah, kalau kamu punya niat pasti bisa. Jadilah wanita yang lebih baik, dan cari pekerjaan yang halal , yang akan membawa berkah untuk hidup kamu. Dan tolong kamu menemui saya ini adalah yang terakhir, jangan pernah kembali temui saya, dan jauhi istri saya. Silahkan pergi, pintu nya masih tetap sama. " Ucap Bryan.


Arimbi pun tak banyak bicara langsung pergi meninggalkan ruangan Bryan dengan penuh rasa kecewa dan malu.


Bryan memejamkan matanya, dan mengelus dadanya.


"Ya Allah jangan sampai rumah tangga kami hancur hanya gara - gara kerikil kecil yang masuk. Semoga ini semua berakhir." Ucap Bryan.


.


.


.


.


.


.


.


.


Besok Up karya Baru ya..

__ADS_1


__ADS_2