
"Nanti kabari Abang kalau sudah sampai." Ucap Aldo pada Fahiza saat berpamitan di bandara.
"Pasti Bang, saya akan segera kasih kabar Abang. " Ucap Fahiza.
"Abi Umi, maaf ya selama disini Aldo nggak bisa menjamu lebih baik. " Ucap Aldo.
"Nggak apa - apa, malah Abi sama Umi yang banyak terima kasih sama kamu. Dan sampaikan terima kasih untuk Keysa dan suaminya. " Ucap Umi Sarah.
"Pasti Umi nanti Aldo sampaikan. " Ucap Aldo.
"Aldo, Abi sama Umi akan sering datang kemari nanti. Kamu tahu Aldo, kami berdua itu tidak bisa jauh dari Fahiza. " Ucap Abi Mansur.
"Selalu kami tunggu nanti Abi. " Ucap Aldo.
"Bang, kami sudah di panggil untuk masuk segera ke dalam pesawat. Abi Umi, yuk kita keburu telat. " Ucap Fahiza.
"Kami pamit Aldo. " Ucap Abi Mansur.
"Bang, pamit ya. " Ucap Fahiza.
"Hati - hati. " Ucap Aldo sambil melambaikan tangan nya.
Aldo pun pulang namun saat akan keluar dari Bandara Aldo melihat seorang wanita yang dirinya kenal.
"Itu kan cewek yang pernah ke Polsek, siapa ya namanya tuh? " Ucap pelan Aldo sambil mengingat.
"Oh iya, itu Arimbi tapi siapa pria itu? Mungkin ayah nya ya tapi kok kalau Ayah nya kenapa dekat nya seperti itu, apa pacar nya? " Ucap Aldo menebak.
"Ah nanti tanya sama Bryan saja. "
*****
"Ketemu dimana? " Tanya Bryan.
"Di Bandara, dia sama pria yang lebih tua. " Jawab Aldo.
"Kata Keysa sih, dia punya pacar seperti yang kamu lihat. " Ucap Bryan.
"Kok bisa ya, nggak dapat kamu dapat nya pria tua apa jangan - jangan bentuk protesnya? "
__ADS_1
"Bukan, ini bukan bentuk protes nya tapi suatu yang harus dia terjun ke dunia yang tidak harus dia lakukan. "
"Jadi wanita seperti itu? " Tanya Aldo.
"Iya, sekarang profesi nya itu. " Jawab Bryan.
*****
"Mas, lusa Mba Susi pulang nanti jemput ya di Stasiun. " Ucap Kesya sambil menata makanan di atas meja.
"Jam berapa katanya? " Tanya Bryan sambil mencicipi salah satu masakan.
"Kereta sampai jam 3 sore. " Jawab Kesya.
"Nanti Mas jemput, eh Yank ,Mba Susi yang pesan Tiket siapa? " Tanya Bryan.
" Kak Aldo yang pesan kan." Jawab Kesya.
"Iya Mas kan nggak ngerasa pesan kan Tiket, karena pulang nya kan katanya minggu depan. "
"Mungkin Mba Susi kangen sama kita. "
"Kita makan dulu Mas. "
"Mas ingin yang ini saja Yank. " Tunjuk Bryan pada tumis buncis.
"Telor Balado nya nggak mau? " Ucap Keysa.
"Nggak Yank, sama ini saja. " Ucap Bryan.
******
"Septi kamu bisa tolongin saya nggak? " Tanya Keysa.
"Kenapa Say? " Tanya Septi kembali.
"Kepala saya pusing banget nih, tolong print data di flashdisk ya nama folder nya Pascal. " Jawab Kesya.
"Ok, nanti saya print. "
__ADS_1
Kesya pun tiduran di rumah Septi sambil mendengar kan alunan musik.
"Kamu tidur saja, nanti kalau Bang Bryan datang saya bangunin. " Ucap Septi.
"Iya makasih, maaf ya saya ingin pejamkan mata dulu. "
"Di buat nyaman saja, namannya juga bumil."
****
"Bang Bryan. "
Bryan menoleh saat menutup pintu mobilnya, terlihat Arimbi menghampiri Bryan yang berada di parkiran Stasiun.
"Kamu Arimbi. " Ucap Bryan yang melihat penampilan Arimbi dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Kamu sedang apa disini? " Tanya Bryan.
"Apa kabar Bang? " Ucap Arimbi.
"Kabar baik." Ucap Bryan.
"Istri Abang nggak ikut? "
"Ada di rumah Septi. "
"Oh, sekarang sudah mau jadi calon Ayah ya. Saya juga mau punya anak dari Abang. "
Hahahahaha
"Benar kah, minta berapa kamu di bayar agar saya bisa sama kamu. " Ucap Bryan sambil tersenyum.
"Pasti istri Abang yang bilang kalau saya sekarang wanita seperti untuk mainan para pria. "
"Jelas lah, saya nggak mengira kamu sekarang seperti itu. Sebaiknya sebelum terlambat kamu bertobatlah. "
"Saya akan bertobat kalau Abang mau menikahi saya. "
"Tidak ada yang bisa menggeser posisi tertinggi di dalam kehidupan saya. Wanita yang menikah dengan saya hanya satu yaitu Kesya. Dan hanya di wanita yang akan mengandung anak dari saya, tak ada wanita selain Keysa. Jadi kubur lah mimpi kamu ingin memiliki saya, karena selain Kesya tak akan ada yang bisa memiliki saya. Maaf saya harus jemput seseorang. " Ucao Bryan lalu segera meninggal kan Arimbi yang masih berdiri di samping mobil milik Bryan.
__ADS_1
"Saya akan tetap mencintai kamu Bang, setiap lelaki yang tidur bersama saya, hanya wajah kamu yang saya bayangan kan. Selama nya hanya kamu Bang Bryan yang saya cintai sampai saya menutup mata. " Ucap Arimbi dengan segera menghapus air matanya yang sudah sedikit menetes, membasahi pipi nya.