Pak Polisi Nikah Yuk...!!!

Pak Polisi Nikah Yuk...!!!
Masih Di Gantung


__ADS_3

Bryan masih duduk terdiam seorang diri di tempat dimana tadi dirinya sedikit berdebat dengan Kesya. Kesya kini meninggal kan kantin saat setelah ada panggil an telepon dari Ayah nya.


"Kenapa nggak susul ke ruangan Komandan?" Leon menepuk pundak Bryan lalu duduk di samping nya.


"Bingung." Ucap Bryan.


"Bingung kenapa? "Tanya Leon.


"Hati yang sebenarnya itu seperti apa? " Jawab Bryan kembali bertanya.


"Hati yang sebenarnya hanya kamu dan Keysa yang bisa jawab. Kalau kamu masih cinta sama dia kejar dia, ambil berkas yang sudah maju itu. Kamu masih punya kesempatan, lihat lah Keysa sekarang seperti tak segar lihat wajah nya saja, badan tambah kurus, ceria juga tak ada. Apa kamu tidak ingin seperti dulu lagi?"


Bryan beranjak bangun dari duduk nya dan berlari keluar, saat itu Ibnu memanggilnya tapi tak mendapatkan respon.


"Kemana dia Bang? " Tanya Ibnu.


"Habis ketemu sama istri. " Jawab Leon.


"Rujuk? "


"Belum rujuk. "


*****


"Kamu kenapa hem? " Tanya Pak Brata saat datang - datang Keysa langsung memeluk tubuh Ayahnya.


"Tolong lah Ayah, jangan lama - lama proses cerai nya, cepat setujui Ayah bantu. Jangan pakai mediasi lagi. " Jawab Keysa.


Pak Brata hanya diam dan mengusap rambut Keysa, dan tahu saat ini kondisi anak nya sedikit tak baik untuk psikis nya.


"Kamu tadi bertemu sama Bryan? "


"Iya, semakin menyebalkan."


"Ya kamu sabar ya proses cerai itu nggak bisa hari ini ketuk. "


Saat itu Bryan sedikit membuka pintu ruangan mertuanya, namun di tutup kembali saat mendengar ucapan Keysa.Dan Bryan memilih kembali ke ruangan nya.


*****


4 Bulan Kemudian


"Proses cerai saya kok lama sekali? " Ucap Bryan yang terus menunggu tanda tangan persetujuan perceraian nya.


"Abdi Negara sedikit lama, sabar lah seperti nya kamu sudah punya calon ya? " Ucap Leon.


"Calon siapa nggak punya, ini sudah masuk 4 bulan belum di urus - urus juga. " Ucap Bryan.


"Kamu benar nggak ingin pertahan kan?"


"Kita sudah 4 bulan, dia nya saja sudah nggak chat saya dan Ayah nya juga sudah nggak nanya - nanya masalah rumah tangga saya dan Keysa."


"Eh dasar PE'A kamu, cewek mana ada yang bakalan chat kamu duluan kalau hati sudah nggak menyatu. Urusan masalah Komandan tak tanya - tanya karena yang cerai itu anaknya bukan dia. " Ucap Leon.


"Eh.. mendingan juga main ke tempat saya yuk cuci mata, Bang satu nya tuh jomblo kalau satu nya milik saya. " Ucap Ibnu.

__ADS_1


"Emang nya kamu bidik sasaran? " Tanya Bryan.


"Bidik tepat dong, buat senang - senang lah Bang Leon, Bang Bryan yang satu ini teman nya asik banget pinter masak, dewasa apalagi cantik. " Jawab Ibnu.


"Terus cewek kamu bisa apa? " Tanya Leon.


"Cewek saya? Dia sama kayak Keysa. " Jawab Ibnu sambil tersenyum.


"Kenapa kamu nggak gebet teman nya? " Tanya Bryan.


"Kan, saya cinta nya yang ini, seperti Bang Bryan menerima apa adanya. " Jawab Ibnu.


"Tapi di awal, jangan sampai saya seperti Bang Bryan tapi seperti Bang Leon yang setia sama Katty." Ucap Ibnu.


Bryan hanya tersenyum kecut dengan ucapan Ibnu, dan Leon seketika mencubit perut Ibnu.


******


"Arimbi, Septi mana? " Tanya Keysa.


"Tuh sedang teleponan sama Pacarnya. " Jawab Arimbi.


"Dia sudah punya cowok? " Tanya Keysa.


"Iya benar, kamu tahu cowoknya depan rumah. Jadi kalau apel tinggal cus nyebrang jalan." Jawab Arimbi.


"Yuk pulang. " Ajak Septi yang selesai menerima panggilan telepon.


"Eh.. enak nya kemana ya? Malas banget pulang deh. " Ucap Arimbi.


"Yah nggak asik dong. " Ucap Arimbi..


"Kamu Keysa mau kemana? " Tanya Arimbi


"Pulang lah. " Ucap Keysa.


"Eh tunggu, kayaknya tadi cowok saya ngajak makan deh, gimana ikut makan saja. " Ucap Septi.


"Kamu ngajakin kita makan sambil lihat orang pacaran? " Ucap Keysa.


"Dari pada ikut kamu, mending kita nonton saja yuk Arimbi. " Ucap Keysa kembali.


"Benar itu, jangan mentang - mentang kita jomblo loh. " Ucap Arimbi.


"Nggak, bukan begitu. Saya juga ogah ngajak kalian. Dia sama teman - teman nya. " Ucap Septi.


"Eh tunggu, teman - teman cowok kamu yang suka datang ke rumah bukan? "


"Iya, tiga serangkai. "


"Wah.. ikut - ikut, kamu harus ikut Keysa teman cowoknya Septi itu ganteng banget loh kamu harus ikut. Siapa tahu salah satu kita kecantol."


"Aduh kalau masalah urusan itu maaf ya saya lagi nggak ingin berurusan dengan masalah cowok dulu." Ucap Keysa.


"Kamu seperti anti cowok ya setelah di sakiti." Ucap Arimbi.

__ADS_1


"Ya nggak juga sih, saya nya juga nggak mungkin lah seumur hidup tanpa menikah." Ucap Keysa.


"Eh.. itu mobil cowok saya, yuk jalan. " Ucap Septi yang berjalan duluan.


"Kamu benar nggak ikut? " Tanya Arimbi.


"Malas ah, kalian berdua saja. " Jawab Keysa.


"Ok kalau begitu, saya tinggal. "


"Iya salam buat cowok terganteng. "


"Santai nanti saya bungkus, sebenarnya kamu nyesel kalau nggak lihat kopi susu. "


"Jadi cowok nya dia kopi susu? "


******


"Sandi... apa. kabar? " Ucap Keysa bahagia saat Sandi menghubungi nya melalui panggilan telepon.


"Baik Keysa, kamu apa kabar?" Tanya Sandi.


"Alhamdulillah baik, ih kangen tahu sudah lama nggak komunikasi, saya kira kamu sudah lupa sama saya."


"Ssssttttt nggak boleh bilang kangen, nanti suami kamu marah. "


"Nggak ada yang marah, kita lagi proses cerai yang nggak tahu belum ada keputusan. Sama seperti waktu pernikahan di gantung, cerai juga sama di gantung."


"Cerai? kok bisa bukan nya kalian saling mencintai."


"Kita sudah nggak cocok Sandi, sudah lah jangan bahas masalah rumah tangga saya. Mending juga bahas kuliah kamu disana."


"Sorry, ok. saya akan cerita kuliah disini sama kamu. "


Pak Brata mendengar Keysa dari luar kamar nya tertawa terbahak - bahak, dan saat mengintip nya Keysa tengah melakukan panggilan video call.


"Bapak sedang apa? "


"Eh.. copot... pot.. pot.. " Ucap Pak Brata kaget.


"Eh iya pot... pot.. sedang apa pot, ups.. maksud saya Bapak Pot eh anu Bapak Brata." Ucap Susi.


"Kamu kagetin saya saja, kalau saya jantungan pingsan kamu mau angkat tubuh saya hah? "


"Nggak Pak nggak mau berat. "


"Saya lihat Keysa bahagia, baru saya lihat kembali dia seperti itu. "


"Mungkin Neng Keysa sudah melupakan Mas Bryan. "


"Saya masih berharap mereka rujuk, karena hati nurani seorang Ayah tak bisa di bohongi kalau mereka itu masih saling mencintai."


"Apakah Bapak masih menyimpan berkas nya? "


"Bahkan saya sudah merobeknya."

__ADS_1


__ADS_2