Pak Polisi Nikah Yuk...!!!

Pak Polisi Nikah Yuk...!!!
Sebuah Penantian


__ADS_3

Keysa menundukkan wajah nya setelah beberapa kali menggunakan alat tespack tetap dengan hasil yang negatif, di buang nya lagi ke dalam tong sampah di dalam kamar mandi.


Dengan lesu, Keysa berjalan ke arah suaminya yang sedang nonton televisi. Duduk di samping Bryan dengan kepala di sandarkan di bahu Bryan.


"Mas."


"Hem."


"Kita sudah 2 tahun menikah, setelah keguguran itu saya kok nggak hamil lagi. Apa Allah memberikan teguran ya sama saya yang sudah tidak bisa di percaya lagi." Ucap Keysa dengan mata lurus ke arah televisi.


Bryan menoleh ke arah Keysa dengan mengusap kepala Keysa.


"Mungkin belum di kasih rejeki. " Ucap Bryan.


"Kalau seandainya kita tidak di karunia kan seorang buah hati apakah Mas akan tetap bersama saya? "


"Mas akan selalu bersama kamu, apapun yang terjadi Mas selalu bersama kamu. Kita menua bersama." Ucap Bryan.


"Saya takut Mas tidak bisa punya anak lagi." Ucap Keysa yang sudah dengan mata berkaca - kaca.


"Kamu nggak boleh bilang seperti itu, kita jangan putus berdoa. " Ucap Bryan.


****


"Katty hamil? " Tanya Bryan saat sedang berkumpul bertiga.


"Alhamdulillah, akhirnya istri saya hamil. " Jawab Leon dengan wajah bahagia.


"Keysa belum hamil juga. " Ucap Bryan menunduk.


"Sabar, belum di kasih. " Ucap Leon.


"Iya, saya nggak akan permasalahkan tentang masalah ini. Hanya saja dia selalu bersedih kalau setelah mencoba mengecek nya hasil nya negatif terus." Ucap Bryan.


"Sabar Bang, kalau sudah waktunya pasti di kasih." Ucap Ibnu.


"Iya benar kata Ibnu, saya juga menunggu hampir 1 tahun. " Ucap Leon.


*****


"Hubungan kalian sudah sampai mana nih?" Tanya Keysa pada Septi saat sama - sama memakan rujak.


"Bulan depan saya di lamar. " Ucap Septi.


"Alhamdulillah, selamat calon ibu Bhayangkari. " Ucap Keysa.


"Akhirnya saya calon ibu pakaian pink." Ucap Septi sambil tersenyum bahagia.


"Bang Ibnu itu orang nya terlihat bertanggung jawab banget ya. "


"Benar Keysa, dan kamu harus tahu selama ini biaya hidup saya sudah ditanggung sama dia mulai dari skin care, jajan, uang kuliah sampai dengan biaya kost dia yang tanggung." Ucap Septi.


"Enak dong. " Ucap Keysa.

__ADS_1


"Jelas, uang dari orang tua saya simpan."


"Saya dengarnya ikut senang, semoga lancar hubungan kalian. "


"Amin... makasih. "


*****


"Mas , Bang Ibnu sama Septi bulan depan mau tunangan. "


"Oh iya kok Mas nggak tahu padahal tadi kita ngumpul. " Ucap Bryan.


" mungkin lupa Mas. " Ucap Keysa.


Bryan mengecup pucuk kepala Keysa dengan sangat lembut.


"Mas nakal y kamu. "


"Biarin." Bisik Bryan di telinga Keysa.


Keysa menarik tangan Bryan lalu beralih duduk di atas pangkuan Bryan dengan mengalungkan kedua tangan nya.


"Mas diam ya, sekarang biar saya yang main. " ucap Keysa.


"Mas pasrah. "


Keysa mengangkat kaos yang di kenakan Bryan ke atas.


Bryan tersenyum puas apa yang di lakukan istrinya yang kini semakin pandai membuat nya melayang.


****


Bryan tertidur pulas di atas tempat tidur, setelah beberapa kali bermain, suara dengkuran nya terdengar mengisi kamar.


Keysa dengan segera memakai kembali pakaian nya, dan melihat ke arah cermin lehernya penuh dengan stempel cinta.


"Ganas banget kamu Mas. " Ucap Keysa tersenyum.


Bryan meraba tempat tidur, saat di samping nya tak ada istrinya. Bryan pun bangun dan segera memakai celana nya dan berjalan keluar kamar. Tercium aroma masakan yang harum, dan melihat istrinya sedang berkutat di dapur.


"Masak apa Yank? " Tanya Bryan dengan melingkarkan kedua tangan nya di perut Keysa.


"Masak Acar ikan Bandeng. " Jawab Keysa.


"Yang sedikit asam ya sama tambahin cabe rawit nya. " Ucap Bryan.


"Ini sudah asam loh, Mas coba. " Ucap Keysa sambil menyuapi sedikit kuah Acar ke mulut Bryan dengan sendok.


"Gimana, Asam kan? " Ucap Keysa.


"Kurang Yank, tambahin lagi. " Ucap Bryan.


"Iya saya tambahin. "

__ADS_1


Bryan makan dengan lahap Acar buatan Keysa, yang menurut Keysa itu sangat asam dan pedas. Tapi suaminya hingga nambah tiga piring.


"Mas masih lapar? Nanti perut nya buncit loh."


"Masa bodoh dengan perut buncit sudah laku gini. "


"Perut nya nanti sakit loh, Acar nya asam banget. "


"Enak, kamu nggak makan Yank? "


"Nggak akh, lihat nya saja ngeri. "


"Mas lagi ingin makan pedas sama sedikit asam. Apalagi ini pas banget yank rasanya mantap. "Ucap Bryan yang kini sudah menghabiskan Acar ikan bandeng.


*****


" Yank perut Mas melilit nih. " Bryan merasakan perut nya panas perih saat tengah malam hingga terasa teraduk - aduk dan cepat berlari ke arah kamar mandi.


Keysa pun bangun dan menyusul suaminya ke kamar mandi.


"Tuh ini gara - gara makan Acar, asik saja makan tahu - tahu seperti ini." Ucap Keysa sambil memijat tengkuk lehernya.


"Mas nggak kuat Yank perut nya sakit, melilit begini. Aduh Yank, ah.. kayanya nya ini ingin keluar. "


Keysa melihat suami nya bolak balik kamar mandi, hingga terlihat lemas dan berbaring di atas tempat tidur.


"Kita ke rumah sakit ya. " Ucap Keysa.


"Mas lemas banget Yank. " Ucap Bryan.


"Iya kita ke rumah sakit, nanti minta tolong Ayah suruh antar. "


"Jangan Yank, kamu lihat ini jam 2 malam. Ayah sedang tidur kasihan. "


"Jadi bagaimana dong? Saya takut Mas kenapa - napa. "


"Mas ingin minum haus yank. "


Keysa pun mengambil air putih di gelas lalu memberikan nya pada Bryan. Air putih pun habis di minum, dan Keysa memberikan obat pada Bryan untuk meredakan rasa nyerinya.


"Besok pagi kita ke dokter, lihat sampai pucat begitu. "


"Makasih sayang, sekarang kamu tidur lagi. "


"Gimana bisa tidur, Mas seperti ini."


"Mas sudah mulai ngantuk ini perut sudah agak mendingan. "


"Mas tidur duluan, biar saya jagain Mas. "


"Ya sudah Mas tidur duluan. "


"Iya."

__ADS_1


Keysa membelai rambut Bryan hingga tertidur, tubuhnya sedikit demam. Keysa terus berjaga hingga shubuh tiba dirinya menahan rasa kantuk demi menjaga suami tercinta.


Kesya pun akhirnya tertidur di samping suaminya dengan memeluk erat lengan Bryan yang masih tertidur pulas.


__ADS_2