Pak Polisi Nikah Yuk...!!!

Pak Polisi Nikah Yuk...!!!
Bahagia Hingga Akhir Masa


__ADS_3

"Nada Khumaira Azzahra. " Ucap Bryan saat memberikan nama untuk putri pertama nya.


"Nama yang indah Pah. " Ucap Keysa.


"Bang, lihat Nada begitu sangat lucu. Saya jadi ingin cepat - cepat melahirkan." Ucap Fahiza sambil memeluk lengan Aldo.


"Sabar dong Bunda, nanti kalau sudah waktu nya Bunda akan habiskan waktu bersama dengan anak kita. " Ucap Aldo.


"Sayang terima kasih, perjuangan kamu sungguh sangat luar biasa. Dan kalau benar saat itu, Nada pasti dan juga Mas akan sangat kehilangan kamu." Ucap Bryan.


"Takdir masih memberikan kita kesempatan untuk bersama. " Ucap Keysa.


"Hi..... " Teriak Septi dan langsung menuju Baby Nada yang sedang di gendong Bryan. Dengan gemas langsung menciumi Nada.


"Ih.. Septi, jangan gemes begini kasihan tahu Nada nya kesakitan. " Ucap Bryan langsung menjauhkan Nada dari Septi.


"Ih... Bang Bryan lucu tahu. " Ucap Septi.


"Sana buat sama Ibnu. " Celetuk Bryan.


"Kita sudah buat Ya sayang, hampir setiap hari. " Ucap Ibnu.


"Serius kamu? " Tanya Aldo penasaran.


"Apa saya harus jelaskan Bang. " Jawab Ibnu.


"Assalamu'alaikum." Sapa Leon bersama Katty dengan membawa perut besarnya.


"Walaikumsalam." Sapa semua yang ada di dalam kamar rawat inap.


"Selamat Keysa, selamat Bryan. " Ucap Katty.


"Terima kasih. " Ucap Keysa.


"Jadi keduluan keluarnya. " Ucap Katty.


"Iya nih, baby Nada sudah pengen cepat - cepat keluar katanya. " Ucap Keysa.


"HPL nya kapan? " Tanya Kesya.


"Minggu depan kalau nggak salah ya Bang." Jawab Katty.


"Benar minggu depan tanggal 27 an, bisa maju bisa mundur. " Ucap Leon.


"Jenis kelamin nya apa nih? " Tanya Septi.

__ADS_1


"Masih kejutan. " Jawab Katty.


"Semoga lancar. " Ucap Kesya.


"Amin Ya Allah. " Ucap Katty.


******


"Baby Nada sedang di pakai kan pakaian oleh Bryan, Keysa yang masih merasakan sakit akibat operasi, Bryan tak membolehkan untuk banyak bekerja terlalu capek walau hal kecil.


" Pah, nanti telat biar Mamah saja." Ucap Keysa.


"Nggak apa - apa Mah, cukup diam dan lihat. Urusan mandiin Nada biar Papah yang mengerjakan. "


"Tapi Mamah nggak sakit Pah, mamah ini orang sehat. "


"Iya Papah ngerti, ingat gerakan Mamah itu masih di rasa nyeri kan, Papah nggak mau lihat Mamah kesakitan."


"Iya deh, tapi sudah sana berangkat sudah telat loh."


"Selesai, Papah berangkat dulu ya cantik. " Ucap Bryan sambil mengecup kening Nada dan beralih mengecup bibir Kesya.


"Hati - hati di jalan. " Ucap Kesya sambil membelai pipi kanan Bryan.


*****


"Gimana Neng Asi nya lancar? " Tanya Susi.


"Lancar Mba. " Jawab Kesya.


"Alhamdulillah, kalau Bapak masih ada pasti bahagia melihat nya. " Ucap Susi.


"Ayah pasti melihat nya dari Surga, Ayah pasti bahagia juga memiliki cucu yang sangat cantik. Saya pun merindukan Ayah, hanya dengan doa mba kalau saya sedang rindu seperti ini." Ucap Keysa.


"Bahagia selalu Neng sama Mas Bryan dengan keluarga kecil yang kalian bangun."


"Amin Mba Susi. "


******


"Anak Mamah Papah kenapa sayang? " Ucap Bryan saat melihat Nada menangis langsung menggendong nya.


Tangisan Nada terhenti, saat merasakan dekapan hangat dari Papah nya. Bryan terus menimang hingga Nada pun tenang.


"Kangen sama Papah ya Nak. " Ucap Keysa.

__ADS_1


"Seperti nya kangen sama Papah nya."


"Sejak semalam rewel, biasanya Papah nya tidur di samping Nada, tadi malam nggak ada.Mungkin Nada mengerti Papah nya nggak ada. "


"Papah kan piket nak, kalau Papah nggak piket nanti di kena marah Ayah Aldo. " Ucap Bryan.


Nada tersenyum seolah mengerti apa yang di ucapkan oleh Papah nya.


"Papah bahagia Mah, bisa seperti ini. Hubungan kita ini penuh cobaan dan perjuangan hingga akhir nya kita memiliki Nada. " Ucap Bryan.


"Sekarang kita harus fokus pada Nada, karena peran kita sangat penting sekali untuk Nada. "


"Benar Mah, Kita harus sama - sama bisa membahagiakan Nada dan membesarkan nya dengan penuh kasih sayang." Ucap Bryan sambil mencium Nada.


Keysa memeluk tubuh Bryan dari samping, tangan kanan nya menarik pinggang Keysa sedangkan tangan kirinya menggendong Nada.


"Cinta Papah nggak akan pernah pudar untuk kedua bidadari cantik ini."


Bryan mencium bibir Keysa, begitu pun dengan Keysa membalasnya. Ciuman mereka terlepas saat Nada kembali menangis, dan Bryan pun membenarkan posisi menggendong nya.


Bryan kembali mencium Keysa namun Nada kembali menangis.


"Sayang marah ya Papah cium Mamah. " Ucap Keysa gemas.


"Anak kita masih bayi saja sudah mengerti , bagaimana besarnya nanti kamu sayang. " Ucap Bryan gemas, lantas kembali mencium pipi gembul yang membuat gemas orang melihat nya.


.


.


.


.


... END...


.


.


.


.


... Lanjut Ke "Sang Ajudan"...

__ADS_1


__ADS_2