Pak Polisi Nikah Yuk...!!!

Pak Polisi Nikah Yuk...!!!
Sakit nya Menahan


__ADS_3

"Ayah, boleh nggak besok Keysa ke puncak sama teman. " Ucap Keysa sambil memeluk lengan Ayah nya.


"Cewek atau cowok? " Tanya Pak Brata.


"Cewek Ayah tapi ada cowok nya anggota Polisi. " Jawab Keysa.


"Berhubungan lagi sama Polisi? "


"Nggak ih, itu pacar teman Keysa. Katanya juga sekalian syukuran acara naik pangkat pas ulang tahun nya. "


"Suami kamu juga naik pangkat kemarin. " Ucap Pak Brata.


"Oh."


"Kok oh sih? "


"Terus harus bilang apa Yah? Selamat gitu? Orang nya saja sudah jarang kontak."


"Oh.. gitu ya. "


"Iya, terus mesti gimana Ayah kasih bunga ucapkan selamat. "


"Yaiya lah masa diam saja. "


"Sudahlah Ayah, mau jadi mantan saja.Jadi gimana di ijinkan tidak?"


"Iya Ayah ijin kan. "


"Makasih Ayah. "


"Sama - sama sayang. "


******


"Kita berapa mobil berangkat? " Tanya Leon.


"3 deh, sudah kan benar 3 ? " Jawab Bryan kembali bertanya pada Ibnu.


"Benar Bang, yang di mobil Bang Leoa 4,saya sama Septi, dan Bang Bryan sama Arimbi, dan katanya Yank teman kamu jadi ikut? " Tanya Ibnu.


"Jadi Bang, dia lagi di jalan. " Ucap Septi.


"Keysa nanti satu mobil sama siapa ya? " Tanya Arimbi.


"Siapa? " Tanya Bryan.


"Itu loh Bang teman kita namanya Keysa, dia asik loh anaknya benar nggak septi. " Jawab Arimbi.


"Benar, dan ternyata dia itu calon janda. " Ucap Septi.


Ibnu dan Leon mendekati Bryan dan berbisik.


"Maksudnya mereka itu Keysa istri kamu?" Tanya Leon.


"Memang nya nama Keysa dia sendiri apa. " Jawab Bryan.


"Saya sudah mulai nggak enak nih Bang." Ucap Ibnu.


"Nah itu kayaknya taksi yang bawa teman kami. " Ucap Arimbi.


Kesya turun di depan rumah Arimbi, dan saat mengedarkan pandangan nya wajah tak asing di mata Keysa.


"Itu kan istri Bryan. " Bisik Lucky.


" Benar, tapi katanya mereka sudah pengajuan cerai. " Bisik Anwar.

__ADS_1


"Apa ini yang dinamakan jodoh? " Ucap Prima.


"Wah.. seru ini, cewek itu yang namanya Arimbi bukan nya dari tadi nempel terus sama Bryan, bagaimana reaksinya anak komandan kita. " Ucap Alex.


"Keysa..!! " Arimbi menghampiri Keysa dengan menggandeng lengan nya.


"Sama mereka?" Tanya Keysa.


"Iya, itu teman - teman pacar Septi. " Jawab Arimbi.


"Oh."


"Kesya, ternyata kamu. " Ucap Ibnu.


"Abang kenal? " Tanya Septi.


"Kenal lah dia kan.. " Jawab Ibnu terputus saat melihat Keysa menggelengkan.


"Dia kan anak dari Kapolres Abang." Ucap Ibnu.


"Kamu anaknya Pak Kapolres ya, nggak nyangka ya pantas suami kamu itu dulu nya Polisi. " Ucap Septi.


"Apa kamu anak nya Pak Kapolres? " Ucap Arimbi.


"Iya Arimbi, anak nya pimpinan pria - pria disini. " Ucap Keysa.


"Jangan - jangan suami kamu yang akan jadi mantan itu ada disini? " Ucap Arimbi.


"Ha... iya jangan - jangan, Bang Ibnu juga pasti tahu kan suami nya. " Ucap Septi.


"Nggak ada, disini nggak ada suami saya, Bang Ibnu nggak kenal sama suami saya. " Ucap Keysa sambil menatap ke arah Bryan, dan Bryan pun menatap ke arah Keysa.


"Ah.. syukur lah kalau memang ada disini pasti acara nya nggak asik. " Ucap Arimbi.


Bryan memegang jaket yang di kenakan nya dari pemberian Keysa, Bryan pun berjalan ke arah mobil dan di ikuti oleh Arimbi.


"Kita berangkat sekarang Bang? " Tanya Arimbi.


"Iya." Ucap Bryan datar.


"Keysa kamu duduk sama saya yuk, temani saya grogi tahu. " Ucap Arimbi.


"Kesya biar sama saya. " Ucap Ibnu.


"Jangan lah Bang, saya grogi nih ini kan perjalanan nya lama. " Ucap Arimbi.


"Ta - tapi Arimbi. " Ucap Ibnu.


"Nggak apa - apa yuk saya temani." Ucap Keysa langsung masuk kedalam mobil milik Bryan dan duduk di kursi bagian belakang.


Bryan memejamkan matanya, saat Kesya masuk kedalam mobil nya, dan Arimbi duduk di samping Bryan.


Sedangkan di luar para pria tengah sedang berbisik dan Leon segera menghubungi Bryan , seketika Bryan pun keluar.


"Bodoh kamu ya, istri kamu itu hati nya marah." Ucap Leon greget.


"Saya tahu, tapi saya nggak ada hubungannya apa - apa sama Arimbi. " Ucap Bryan.


"Arimbi suka sama kamu, kamu tahu kan? " Ucap Leon ingin sekali menampar wajah sahabatnya.


" Tahu, dia ingin nya begitu tak ada suami disini. Dia nggak jujur sama kedua teman nya, seharusnya dia jujur suaminya ada disini agar Arimbi itu sadar dan mundur. " Ucap Bryan.


"Karena istri Abang menghargai perasaan teman nya, dan bagaimana Arimbi curhat sama Septi tentang Abang pasti dia pun sama bagaimana dia cerita tentang Abang pada Keysa. " Ucap Ibnu.


"Bang... kok pada ngobrol sih? panas ini di dalam mobil. " Teriak Septi.

__ADS_1


"Iya Yank sebentar. " Teriak Ibnu.


"Kita berangkat yuk, nanti sampai sana kita bahas lagi. " Ucap Ibnu.


****


Sepanjang perjalanan Keysa memilih memejamkan matanya, Bryan sesekali melirik ke arah Spion. Arimbi terus berbicara dan kandang kedua nya tertawa.


"Bang, Keysa kok dari mobil pas jalan sampai sudah masuk tol kenapa dia tidur terus ya? " Ucap Arimbi.


"Teman kamu biasa mungkin kalau di dalam mobil tidur. " Ucap Bryan.


"Mungkin sih. " Ucap Arimbi.


Perjalanan yang memakan waktu hampir 3 jam perjalanan pun sampai, mata perih dan berat di rasakan Keysa saat terbangun sudah sampai di sebuah villa yang katanya milik Bryan.


Keysa keluar dari mobil dengan posisi lemas, dan segera berjalan menuju ke arah Villa.


"Kesya, tunggu bareng dong. " Ucap Arimbi memeluk lengan Keysa.


"Hebat ya calon pacar kamu punya villa, bisa buat bulan madu atau pacaran disini. " Ucap Keysa dengan pantang dan terdengar oleh semuanya begitu pun dengan Bryan yang merasa di sindir.


"Ih.. Keysa kamu jangan keras - keras malu. " Bisik Arimbi.


"Saya iri saja, coba suami saya dulu seperti pria yang kamu sukai, suami naik pangkat saja saya nggak tahu, suami beli villa saja nggak tahu, suami punya acara saja nggak tahu mungkin calon mantan memang pantas ya, bahkan kami belum resmi cerai saja dia sudah punya pengganti saya. Bagaimana hati nggak sakit coba. " Ucap Keysa dengan memunggungi semuanya.


Septi dan Arimbi memeluk tubuh Keysa, yang kini mencoba untuk tidak menangis.


"Apa kamu tadi diam saja karena masalah ini?" Tanya Arimbi.


"Iya, maaf kalau saya luapkan emosi nya sama kalian. Dan maaf sudah merusak suasananya. " Ucap Keysa membalikkan tubuh nya dan tersenyum.


"Sekarang sudah enak kan sudah di keluarkan? " Tanya Septi.


"Iya." Ucap Keysa.


"Kita senang - senang dong. " Ucap Septi.


"Iya kita nikmati walau semalam. " Ucap Arimbi.


Saat semua masuk ke dalam villa dan langsung sibuk dengan kegiatan masing - masing untuk menikmati pemandangan di sekitar, Keysa lebih memilih duduk di pinggir kolam renang.


Bryan pun duduk di samping nya dan menatap ke arah Keysa yang terlihat sedang menahan sesuatu.


"Kalau sakit luapkan amarah ke Mas, kamu bisa pukul kamu bisa cubit atau membentak." Ucap Bryan.


"Apa itu boleh? " Tanya Kesya.


"Iya, karena Mas ini masih suami kamu."Jawab Bryan.


Bryan membawa Keysa ke sebuah kamar besar, dimana sebagai kamar utama. Disana Keysa terus memukul tubuh Suami nya dengan kedua tangan nya bahkan menampar dan menjambak rambut nya, namun Bryan tetap diam dan terakhir Keysa karena amarah yang memuncak Keysa memukul kepala Bryan dengan Vas bunga hingga berdarah.


Kesya merosot hingga terisak, darah keluar dari kepala Bryan yang menetes hingga ke lantai Bryan tetap menahan sakit dan malah memeluk tubuh Keysa.


Hiks... hiks... hiks...


" Lepaskan saya Mas. " Teriak Keysa.


"Kamu sudah puas belum? Kalau belum puas silakan hajar Mas sampai kamu robek pun Mas Ikhlas, Mas ikhlas bila harus berakhir di tangan kamu. " Ucap Bryan.


Hiks... hiks.. hiks...


"Mas jahat, selalu nyakitin saya hiks... hiks.. "


"Iya Mas jahat, mas sudah menyakiti hati kamu."

__ADS_1


__ADS_2