Pak Polisi Nikah Yuk...!!!

Pak Polisi Nikah Yuk...!!!
Tebar Pesona


__ADS_3

To : Abang Bryan tersayang


Happy Birthday to my Abang, selamat ulang tahun yang ke 26 tahun. Di hari spesial ini, Arimbi hanya bisa memberikan kado berupa jaket. Semoga Abang suka, dan bisa selalu Abang pakai setiap saat di kala hawa dingin, anggap lah jaket itu pelukan dari Arimbi.


Bang... boleh jujur kan?


Jantung ini selalu berdetak kencang bila dekat Abang, tubuh ini menjadi meriang bila Abang duduk sangat dekat dengan saya, apalagi membuat saya mati kutu bila Abang menatap mata saya.


Abang apakah artinya itu?


Boleh kah kalau saya menerka?


Jujur hati ini tak bisa bohong, saya mencintai Abang..


^^^From : Arimbi^^^


Bryan memeluk tubuh Keysa dari belakang saat Keysa membuka kado dan membaca surat dari Arimbi untuk suami nya.


"Jujur sama saya, bagaimana bisa Arimbi bilang seperti itu Mas ? " Ucap Keysa yang sudah cemburu.


"Bagaimana apa nya sih Yank. " Ucap Bryan mengeratkan pelukan nya.


"Mas ngapain saja sama Arimbi? "


"Mas nggak ngapa - ngapain sayang, kalau ketemu juga di rumah Ibnu, main game, masak bareng, ngobrol terus sudah nggak ada lagi. "


Keysa melepaskan tangan Bryan yang melingkar di perut nya.


"Duduk dekat, mata saling pandang maksud nya gimana ya? "


"Mata saling pandang kalau sedang mengobrol, duduk dekat ya kalau ngobrol juga. "


"Mas kasih harapan apa sama Arimbi hah.. dari bukti chat nya saja Mas ke ganjen an."


"Sumpah yank, kalau chat nanya kabar, tanya sedang apa ngobrol biasa juga kan wajar Mas nggak pernah lebih."


"Terus bedanya apa sama Bang Leon kalau Arimbi hanya sama Mas. "


"Ya mungkin karena Mas yang sering respon." Ucap Bryan.


"Tuh kan ya, ih... gemes tahu."


Aaaawww


"Sakit Yank. " Ucap Bryan yang kena cubit bagian perut nya.


"Jujur pernah kasih harapan ya? " Bentak Keysa.


"Nggak Yank benar sumpah. " Ucap Bryan.


"Jujur nggak kalau nggak kepala saya timpuk pakai lampu tidur. " Ancam Keysa.


"Sumpah Yank demi Allah, kalau laki - laki dekat hanya bercanda sama perempuan wajar yank. "


"Wajar nya kebangetan tahu, jadi nya timbul rasa. "


"Sudah gini saja, itu kado terserah jaket mau di buang atau di bakar atau dikasih ke siapa, Mas nggak akan pakai."

__ADS_1


"Alah nggak akan pakai, posisi kita belum baikan pasti di pakai dan jadian."


"Sudah dong, jangan sudut kan Mas terus."


"Cemburu Mas cemburu tahu, ekspresi cewek nya saja bagaimana, kelakuan nya cowok itu begini."


"Jujur dia itu Mas tahu suka , saat dia itu beda sama Mas, dan tahu sendiri saat itu Mas sama Kamu lagi ada masalah, hanya buat teman saja nggak macam - macam hanya buat menghilangkan rasa kesal, bete, jenuh, stress menghadapi masalah rumah tangga kita, Mas salah memang tapi Mas sumpah hanya dekat biasa. "


"Enak sekali bicara ya, perempuan nggak seperti itu, saya boro - boro seperti apa yang Mas lakukan, Mas enak begitu saja melupakan, saya setiap hari menahan sakit."


Bryan kembali memeluk tubuh Keysa yang memunggunginya, dan menaruh dagu di bahu sebelah kiri Keysa.


"Sudah ya jangan bahas lagi, kalau di bahas terus nggak habis - habis, terus hubungan kita yang sudah adem nanti panas lagi perang lagi. "


"Saya nggak mau dengar ada perempuan nembak Mas lagi, saya nggak mau dengar lagi ada perempuan yang baper sama Mas.Dan ingat jangan tebar pesona."


"Iya sayang, Mas nggak tebar pesona hanya saja Mas ganteng buktinya kamu saja ngejar - ngejar Mas dulu. "


Keysa menatap tajam ke arah Bryan, dan membuat Bryan nyengir kuda.


"Mas kok yang ngejar - ngejar kamu."


******


"Septi, menurut kamu Keysa sama Bang Bryan sedang apa ya? " Tanya Arimbi.


"Yang jelas buat anak. " Jawab Septi memanasi.


"Ahhhhhh... Septi, dengar begitu hati saya sakit." Ucap Arimbi.


"Kamu harus terima kenyataan, dan jangan jadi orang ketiga antara Keysa dan Bang Bryan. "


"Tergantung kamu, kalau kamu menjauhi suaminya berarti dia masih jadi teman kamu. Tapi bila kamu terus mengejar, kamu akan jadi musuh nya."


"Benar juga kata kamu, saya tidak boleh menjadi orang ketiga. "


"Benar, kalau kamu seperti itu roda akan berputar, dan kamu pun akan merasakan nya bagaimana hadir nya orang ketiga." Ucap Septi.


*******


"Yank memang sudah sembuh sakit nya? Jangan masak lagi lah. " Ucap Bryan saat melihat Keysa tengah memasak.


"Yang sakit itu hati bukan fisik, biar Mas melupakan masakan Arimbi kalau masakan saya itu lebih enak." Ucap Keysa yang sedang mengolah ikan dan sayuran segar dari petani sekitar.


"Tapi itu yang ikan nya sisik nya di bersih kan dulu."


"Tahu."


"Terus itu pucuk kacang panjang nya juga di buang Yank. "


"Iya tahu, jangan banyak protes. Saya sudah membayangkan saat Mas sama Arimbi masak bareng pasti haha hehe hihi ya kan? " Ucap Keysa dengan lirikan tajam.


"Nggak lah, saat itu ada Ibnu sama Septi."


"Kalau nggak ada pasti kan. " Ucap Keysa yang masih tampak kesal.


Bryan yang tahu istri nya masih di bakar api cemburu mendekati dan memeluk nya dari belakang.

__ADS_1


"Mas hanya melakukan nya sama kamu nggak pernah sama wanita lain. Dia belum pernah Mas pegang atau sentuh."


"Tapi kemarin malam dia memeluk dan mencium Mas. "


"Karena dia salah paham. "


"Saya nggak mau di dua kan. "


"Nggak Kan sayang, kamu akan jadi wanita satu - satu nya dan paling terbaik."


"Saya nggak butuh janji atau gombalan tapi bukti. "


"Mas akan buktikan, sekarang Mas bantuin masak nya dan Mas ajarkan masak yang benar biar setiap hari Mas makan masakan kamu terus. "


Keysa menganggukkan kepalanya, dan Bryan segera mengambil alih dan Keysa yang kini membantu dan sesekali memperhatikan cara memasak nya.


******


Pasangan bagai pengantin baru itu tampak bahagia dengan makan satu piring berdua, Bryan yang menyuapi Keysa dan Keysa pun menyuapi Bryan.


Bryan mengelap ujung bibir istri nya yang terdapat sisa sambal dengan tatapan mata yang sangat begitu dekat.


"Kenapa menatap begitu? "


"Kok jadi seksi ya melihat kamu kepedesan."


"Mulai gombal nya. "


"Sumpah, pingin gigit itu bibir."


"Emang nya makanan di gigit."


"Itu bibir bikin Mas ingin saja. "


"Masih makan Mas ini tangan kita masih bekas sambal loh. "


Cup


"Mas ih, orang lagi makan ya. "


Hehehehehe


"Habis gemas."


"Nih makan nih. "


Pyuh... pyuh...


Hahahhaha


"Rasakan tuh, makan tuh sambal. "


"Tega kamu Yank... mulut di sumbat sambal pedas gini. " Ucap Bryan sambil mengusap bibir nya yang di sumbat dengan sambal.


Hahahahah


"Tuh bibir Mas jadi seksi juga, jadi pengen c***ok." Ucap Keysa.

__ADS_1


"Nggak lucu...!! " Ucap Bryan langsung beranjak berdiri.


"Rasakan tuh buat cowok yang suka gombal sama tebar pesona. " Teriak Keysa yang masih tertawa terbahak - bahak.


__ADS_2