Pak Polisi Nikah Yuk...!!!

Pak Polisi Nikah Yuk...!!!
Kembali nya Cinta


__ADS_3

Keysa berlari sambil menahan sesak di dadanya dengan nafas yang sudah tersengal dan kepala yang kunang - kunang.


"Keysa...!!! " Panggil Bryan berteriak.


Keysa mendengar Bryan memanggilnya nya namun pandangan nya tiba - tiba buram dan Byuuurrrrr Kesya terjatuh kedalam kolam renang saat pandangan nya kabur.


"Keysa....!!! "


Byuuurrrrr


Bryan menjeburkan dirinya saat melihat Keysa terjatuh ke kolam renang, semua teman - teman nya pun melihat dengan segera ikut membantu menolong Keysa.


Di dalam air Bryan mencoba membangun kan Keysa namum Keysa tak sadarkan diri, Bryan pun membuat nafas buatan melalui mulut ke mulut.


Prima ikut membantu Bryan mengangkat tubuh Keysa ke tepi kolam, Alex dan Ibnu pun membantu mengangkat tubuh Keysa.


"Yank.. bangun yank..!!! " Ucap Bryan melakukan CPR pada dada Keysa.


Bryan memberikan nafas buatan dari mulut mulut, hal itu di saksi kan oleh Arimbi bahkan Septi pun merasakan kaget pada sikap Bryan pada Keysa.


"Bangun Yank... bangun...!! " Ucap Bryan terus menekan dada Keysa dan membuat kembali nafas buatan dari mulut ke mulut.


"Bangun Keysa.... bangun... maaf kan Mas, maaf..!!! "


Uhuk.... uhuk


Keysa pun sadar dengan memuntahkan air dari dalam mulut nya.


"Cepat bawa Keysa ke kamar. " Ucap Leon.


Bryan pun mengangkat tubuh Keysa dengan menggendong ala bridal style. Arimbi dan Septi berjalan menyusul tapi Leon dan Ibnu melarangnya.


"Kenapa Bang? kami ingin bantu Keysa. " Ucap Arimbi.


"Kamu dengar kan tadi Bryan bilang apa? " Ucap Ibnu.


"Mereka kan sedang proses cerai, jadi saya masih ada harapan. " Ucap Arimbi.


"Jadi yang di maksud Keysa itu Bang Bryan." Ucap Septi.


"Asal kamu tahu, proses cerai memang benar tapi mereka itu masih saling mencintai. Dan lihat kan tadi. " Ucap Ibnu.


"Bang saya butuh penjelasan Abang sekarang. " Ucap Septi.


*****


Bryan membuka lemari pakaiannya, Bryan mengambil kemeja milik nya yang sengaja sebagian pakaian nya di taruh di villa.


Satu persatu pakaian basah istrinya di tanggal kan, terlihat Keysa sangat menggigil. Bryan mengambil selimut tebal dan dirinya memeluk tubuh Keysa.


"Maaf kan Mas sayang, maaf Mas salah. Mas masih mencintai kamu." Ucap Bryan sambil mencium kedua pipi Keysa.


Malam tiba tubuh Keysa semakin menggigil dan demam, Bryan segera berlari keluar dan saat membuka pintu terlihat Arimbi tengah bersandar di depan kamar sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


"Arimbi." Ucap Bryan.


Arimbi pun bangun dan melirik ke dalam kamar terlihat Keysa tengah tertidur.


"Dia itu istri saya, memang kami sedang proses cerai. Tapi saya masih mencintai nya, bahkan kami masih saling mencintai."


"Kenapa Abang tidak pernah bilang kalau sudah menikah. "


"Maaf, karena bagi saya tidak perlu biar tahu dari teman lain nya. Karena saya tidak ada niat untuk mendekati perempuan. "


"Lalu perhatian Abang sama saya itu apa? "


"Itu hanya perhatian biasa, sama kan Leon pun seperti itu. "


"Tapi saya mencintai Abang. "


"Maaf, hanya satu wanita di hati saya yaitu Keysa. Mungkin kami sedang mencoba untuk merubah sikap, dari masalah kemarin kami bisa belajar. "


"Saya kira saat ini malam bahagia saya, dan Abang menjadi milik saya tapi ternyata salah."


"Maaf kan saya, kamu tidur lah sudah malam jangan sampai kamu sakit. Saya ingin ke lantai bawah mencari obat. " Ucap Bryan.


"Keysa sakit? " Tanya Arimbi.


"Iya badan nya demam." Jawab Bryan.


***


Bryan memberikan obat penurun panas dan mengompres nya, Keysa terus mengigau hingga menangis. Bryan memegang tangan Keysa dengan menciumi punggung tangan nya.


*****


"Apakah kita akan pulang menunggu sang pemilik hajat? " Tanya Anwar.


"Seperti nya kita langsung pergi saja, jangan pamit lagi biar kan mereka berdua. " Ucap Ibnu.


"Abang kenapa tega nggak cerita sama saya. " Ucap Septi.


"Abang juga nggak tahu kalau kalian teman nya Kesya. " Ucap Ibnu.


"Kita berkemas saja, masalah pamit nanti belakangan." Ucap Leon.


Semua pun bangun dari kursinya tidak dengan Arimbi yang masih diam di kursi meja makan.


"Kamu nggak pulang? " Tanya Prima.


"Kalau kamu nggak pulang, sama siapa nanti kamu akan pulang. Jangan bilang menunggu Bryan." Ucap Leon.


"Saya pulang. " Ucap Arimbi.


"Kamu ikut mobil Bang Ibnu. " Ucap Septi.


"Iya, makasih. " Ucap Arimbi.

__ADS_1


******


Mata Keysa membuka dengan sangat berat dan kepala yang masih terasa pusing, memegang kening nya terdapat handuk yang sedikit basah.


Mata Keysa menyapu seisi ruangan, dan terdapat di kamar utama, dengan perlahan Keysa pun bangun serta melihat pakaian nya telah terganti oleh kemeja milik Bryan.


Terlihat Bryan tertidur di sofa dengan tangan menjuntai ke bawah dan selimut yang sudah tak pada tubuhnya. Saat akan turun kedua kakinya ke lantai Keysa merasakan pusing dan kepala yang masih berat.


Tubuh nya pun di jatuhkan kembali ke atas tempat tidur, dan merasakan darah keluar dari hidung nya dengan segera memiringkan tubuh nya dan menunduk.


Bryan menggeliat kan tubuh nya dan melihat Keysa sudah bangun, dengan segera bangun dan berjalan menuju ke arah nya.


"Sayang." Ucap Bryan


Keysa menoleh dengan kondisi darah mimisan nya masih keluar.


"Ya Allah Sayang, kamu mimisan. " Bryan mengelap darah yang ada di hidung dengan tissue, tubuh Keysa pun masih sedikit hangat.


"Mas panggil dokter ya atau kita ke rumah sakit."


"Saya ingin pulang Mas. "


"Nggak kamu sakit, Mas nggak akan membolehkan kamu pulang. "


"Ayah pasti akan cari saya. "


"Nggak, nanti Mas hubungi Ayah." Ucap Bryan membenarkan posisi duduk Keysa.


"Mas kenapa rawat saya, bukan ny tadi malam kalian sudah jadian. "


"Bicara apa kamu, tadi malam itu kata - kata Mas untuk kamu hanya saja Arimbi salah menilai. Mas masih mencintai kamu, apa. kamu masih tidak percaya sama Mas?" Ucap Bryan sambil membelai salah satu pipi Keysa.


Keysa memalingkan wajah nya ke sampai, Bryan memegang dagu milik Keysa dan mengarahkan wajah nya mendekat ke wajah Bryan.


"Kita kembali lagi seperti dulu, kita jalani hidup berdua lagi. Kita buka lembaran baru, dan kita rubah pola pikir kita. "


"Saya bukan wanita yang pintar masak, saya bukan wanita yang berpikiran dewasa, saya bukan wani.. " Ucapan Keysa terhenti saat telunjuk Bryan di tempelkan di bibir nya.


"Mas akan jadi suami sekaligus sahabat untuk kamu, Mas juga bukan pria yang tegas, dan hanya pria keras kepala, dan Mas pun belum sempurna. Kita sama - sama jalani dari awal. "


"Apakah kesempatan kedua ini kita bisa bertahan sampai maut memisahkan kita? " Ucap Keysa.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2