Pandawa Kecilku

Pandawa Kecilku
Keluarga Sempurna Milik Alvarendra Rizki


__ADS_3

Setelah perayaan kecil-kecilan, Salwa dan Khalwa menerima kado kecil mereka dan penasaran ingin membuka kado tersebut.


Kakak pandawa juga antusias ingin membantu adik kembar membuka kado.


"Salwa, Khalwa, mari kita lihat isi kado kalian!" ujar Abi memberi kode.


Charles dan Ethan sudah siap dengan kamera untuk mengambil gambar dan video. Boman dan Dave siap untuk membantu membuka kado.


Salwa mengambil kado pemberian tante Kenzy. Setelah dibuka isinya boneka barbie yang sangat cantik. Khalwa mengambil kado pemberian oma Ratna. Setelah dibuka isinya baju pesta yang indah berwarna pink, sangat cocok untuk kulit mereka. Kado yang lain dari pandawa semuanya berisi mainan. Salwa dan Khalwa sangat senang dengan hadiah yang mereka terima.


Alva bersama yang lain setelah menikmati kue buatan sang istri, menggiring semua tamunya untuk berfoto.


Alva meminta salah satu penjaga untuk mengambil gambar semua orang.


Salwa berada dalam gendongan Alva. Khalwa dalam gendongan Sherly. Oma Ratna dan Kakek Andreas berdiri berjajar. Wendy dan Kenzy yang menggendong Kanza berdiri di sebelah Alva. Sementara pandawa lima duduk berjongkok di barisan paling depan.


Setelah gambar selesai di ambil. Alva menggiring semua orang menuju meja makan.


"Nah, acara sudah selesai, saatnya kita makan!" seru Alva memimpin ke meja makan.


"Hore ...!" seru pandawa riuh.


"Wah, aku sudah lapar banget!" Ratna mengusap perutnya.


Melihat itu Andreas tersenyum dan mengarahkan telapak tangannya memberi isyarat agar Ratna berjalan dulu. "Mari, kita makan!"


Kemudian Ratna mengangguk.


Dalam hidangan di atas meja, banyak sekali menu tersaji di sana. Ini semua menu kolaborasi antara bik Tinuk dan bik Kah.


Andreas mengambilkan piring untuk Ratna. Dan Ratna menerimanya dengan senang, sebuah perhatian kecil namun sangat berarti baginya.


"Lihatlah, tuan Andreas dan tante Ratna! Mereka berdua sangat cocok." bisik bik Tinuk.


"Kamu benar, jika mereka bersanding aku jamin semua dunia setuju dengan usulku ini." imbuh bik Kah.


"Tidak hanya dunia yang setuju, bahkan penjuru langit pun akan sama,"


Kedua pembantu itu saling bisik hingga mendapat teguran dari Ethan.


"Kalian mengumpat!"


Bik Tinuk dan bik Kah menutup mulut mereka. Dua detik kemudian mereka menggeleng cepat.


Bik Kah mencari alasan untuk menghindari tuduhan itu, "Tidak Tuan Muda, kami sedang membahas menu makanan yang kami masak kok."


"Iya, apa Tuan Muda Ethan ingin puding?" bik Tinuk ikut juga dalam pembicaraan itu. Siapa yang bisa menolak puding buatannya. Selain rasanya enak dan juga lumer di mulut.


"Bik Tinuk membuat puding?" Ethan membuka lebar mulutnya.


Bik Tinuk mengangguk, "Iya, nanti setelah makan malam selesai, saya akan menghidangkan puding itu."

__ADS_1


"Hm, sepertinya enak, aku mau sekarang!" rengek Ethan.


"Hm, baiklah, kalau begitu ayo Bik Kah bantu aku membawanya!" mereka berdua berjalan menuju dapur, sementara Ethan mengikuti dalam diam.


Selesai makan dan menikmati puding, semua orang berkumpul di ruang keluarga. Salwa dan Khalwa bermain bersama Kanza. Dan yang lain terlihat sangat serius mengobrol.


Karena Ratna dan Andreas tak terlihat di ruangan itu, Alva menelisik keberadaan dua makhluk yang jiwa mereka kembali seperti muda.


"Kalian berdua ternyata di sini," Alva menemukan mereka di tepi kolam.


"Alva, apa ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan sehingga kamu mencariku?" ujar Andreas yang merasa terganggu dengan kedatangan Alva.


Ratna sadar diri dan ingin memberikan waktu. "Baiklah, kalian bisa mengobrol setelah aku pergi." Ratna mengundurkan diri dan menuju di mana Sherly berada.


Alva dan Sherly sudah berunding untuk mempersatukan mereka.


Alva mengajak bicara serius dengan Andreas.


"Katakan Alva, ada apa? Apa terjadi sesuatu dengan perusahaan?" Andreas menelisik Alva.


Alva tersenyum melihat reaksi papanya yang kesal.


"Bukan, ini bukan soal perusahaan. Tapi lebih tepatnya tentang tante Ratna."


Andreas mengernyitkan dahi mendengar itu, " Ratna? "


"Iya Pa, aku sangat tak pandai menyimpan perasaan jadi aku langsung saja mengatakan ini ke Papa. Papa tahu sendiri kalau tante Ratna seorang wanita singel yang masih perawan. Jadi, langsung pada intinya saja. Lamar saja dia untuk menjadi mamaku. Aku tahu, Papa menyukai dia kan?"


"Alva, kamu!"


"Sudahlah Pa, kita sudah sama-sama menjadi pria dewasa. Tidak perlu menyembunyikan kejujuran padaku. Akui saja kalau itu benar. Aku dan Sherly setuju kok kalau kalian berdua menikah."


Andreas bungkam seribu bahasa.


Di sisi lain, Ratna mendatangi Sherly.


" Tante Ratna ke mana saja dari tadi, yah, pudingnya sudah habis. Padahal aku tadi mau kasih ke Tante loh ...."


"He he he, begitu ya, udah nggak apa-apa, aku juga udah kenyang kok."


Sherly sibuk membenahi barbie milik Salwa yang lepas tangannya.


"Eh iya, Sherly!"


"Iya Tante," Sherly menoleh ke arah lawan bicaranya.


"Menurutmu pak Andreas seperti apa orangnya?"


"Tante suka?"


"Sherly, aku hanya bertanya saja, kenapa kamu memandangku seperti itu?"

__ADS_1


"Kalau Tante suka, ambil saja!"


"Emangnya uang, main ambil saja!" rutuk Ratna sambil tersipu malu, pipinya memerah.


Sherly meraih kedua tangan Ratna dan berkata, "Kalau kalian berdua sudah saling cocok, aku dan mas Alva tidak keberatan kok kalau kalian bersama."


Ratna tercengang dan semakin malu, "Sherly, kamu ..."


Tak lama kemudian, Alva dan Andreas jalan ke arahnya.


Alva menetralkan suaranya dengan berdehem.


"Perhatian semuanya!" ujarnya dengan suara lantang.


Melihat itu Andreas dan Ratna merasa grogi diperlakukan seperti ini, apa lagi di depan pandawa kecil.


"Ada kabar gembira untuk keluarga Rizki." imbuhnya lagi.


Andreas mengangkat bibirnya dan berbisik malu, "Alva, hentikan!"


Sherly berdiri menggandeng Ratna dan menyandingkan dekat mertuanya.


Semua orang menyaksikan dua orang yang bersanding.


"Mereka berdua akan menikah!"


Semua orang berteriak riuh dan setuju jika ada pernikahan di tahun ini.


Apalagi pandawa kecil yang sangat menyukai pesta.


Abi menarik saudaranya yang lain mendekati kakeknya. "Kita akan memiliki kakek dan nenek, terima kasih sudah menjadikan kami keluarga yang bahagia. Kami sangat menyanyangi kalian." kemudian pandawa memeluk mereka berdua.


Ratna yang selama ini jauh di negeri orang, betapa bahagianya menjadi orang yang disayangi di keluarga Rizki.


Satu bulan kemudian, pernikahan megah berlangsung. Andreas akan tinggal bersama Ratna di rumah almarhum ayah Sherly. Terlalu sayang jika rumah besar itu dibiarkan kosong.


Setelah acara pernikahan yang di gelar di sebuah gedung selesai, Andreas yang masih berjiwa muda menggendong Ratna ala bradley style.


Rencananya mereka akan bulan madu ke Bali. Ini adalah hal pertama dalam hidup Ratna setelah pengabdiannya menjadi bidan di luar negeri. Pertama dan terakhir menjadi istri dari seorang Andreas Rizki.


Alva bersyukur bisa melihat orang tuanya kembali bahagia.


***


Perhatian untuk para reader penggemar pandawa kecilku.


Novel ini saya nyatakan sudah TAMAT beneran ya.


Ada season 2, yang menceritakan masa remaja pandawa. Judulnya Pandawa Mencari Cinta. Hehehe , ditunggu ya....


Terima kasih atas dukungan kalian, jangan lupa mampir di karya author yang lain ya.... 😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2