Pembalasan Gadis Buruk Rupa

Pembalasan Gadis Buruk Rupa
Keinginan Iraz


__ADS_3

"Sayang...." Erin langsung nempel ketika melihat kedatangan Iraz. Dengan tidak tau malunya, dia melingkarkan tangannya ke tangan Iraz.


"Erin! Plis jangan seperti ini!" tegur Iraz menarik tangannya. Ia sangat tidak suka ada manusia menyentuhnya sembarangan.


"Kita kan pacaran. Terserah aku dong," pungkas gadis itu.


"Kita tidak pacaran! Sejak kapan aku mengakui mu!"


"Kalo begitu, yang penting kita jodoh. Persetan kamu menyukai ku atau tidak." gadis itu terus berusaha meraih tangan Iraz.


"Kamu gila!" cetus Iraz. Ia menarik tangannya dengan paksa. "Jangan bertindak berlebihan. Aku paling tidak suka cewek centil seperti mu!"


"Hei, santai sayang. Aku centil begini juga cuman sama kamu doang. Ini juga termasuk perjuangan, tau!" balas Erin.


"Bacot! Perjuangan yang murahan." Iraz meninggalkan gadis itu karena segera melangkahkan kakinya. Tapi sayangnya Erin tetap mengejarnya.


"Aduh. Kamu kok ninggalin aku sayang.... aku capek loh..." Erin mengomel sepanjang perjalanan masuk ke dalam gedung.


"Siapa suruh ngejar aku!" balas Iraz tak acuh. Ia tidak peduli dengan pandangan aneh orang-orang.

__ADS_1


"Sayang...." Erin langsung nempel ketika melihat kedatangan Iraz. Dengan tidak tau malunya, dia melingkarkan tangannya ke tangan Iraz.


"Erin! Plis jangan seperti ini!" tegur Iraz menarik tangannya. Ia sangat tidak suka ada manusia menyentuhnya sembarangan.


"Kita kan pacaran. Terserah aku dong," pungkas gadis itu.


"Kita tidak pacaran! Sejak kapan aku mengakui mu!"


"Kalo begitu, yang penting kita jodoh. Persetan kamu menyukai ku atau tidak." gadis itu terus berusaha meraih tangan Iraz.


"Kamu gila!" cetus Iraz. Ia menarik tangannya dengan paksa. "Jangan bertindak berlebihan. Aku paling tidak suka cewek centil seperti mu!"


"Hei, santai sayang. Aku centil begini juga cuman sama kamu doang. Ini juga termasuk perjuangan, tau!" balas Erin.


"Bacot! Perjuangan yang murahan." Iraz meninggalkan gadis itu karena segera melangkahkan kakinya. Tapi sayangnya Erin tetap mengejarnya.


"Aduh. Kamu kok ninggalin aku sayang.... aku capek loh..." Erin mengomel sepanjang perjalanan masuk ke dalam gedung.


"Erin! Plis jangan seperti ini!" tegur Iraz menarik tangannya. Ia sangat tidak suka ada manusia menyentuhnya sembarangan.

__ADS_1


"Kita kan pacaran. Terserah aku dong," pungkas gadis itu.


"Kita tidak pacaran! Sejak kapan aku mengakui mu!"


"Kalo begitu, yang penting kita jodoh. Persetan kamu menyukai ku atau tidak." gadis itu terus berusaha meraih tangan Iraz.


"Kamu gila!" cetus Iraz. Ia menarik tangannya dengan paksa. "Jangan bertindak berlebihan. Aku paling tidak suka cewek centil seperti mu!"


"Hei, santai sayang. Aku centil begini juga cuman sama kamu doang. Ini juga termasuk perjuangan, tau!" balas Erin.


"Bacot! Perjuangan yang murahan." Iraz meninggalkan gadis itu karena segera melangkahkan kakinya. Tapi sayangnya Erin tetap mengejarnya.


"Aduh. Kamu kok ninggalin aku sayang.... aku capek loh..." Erin mengomel sepanjang perjalanan masuk ke dalam gedung.


"Siapa suruh ngejar aku!" balas Iraz tak acuh. Ia tidak peduli dengan pandangan aneh orang-orang.


Hei, santai sayang. Aku centil begini juga cuman sama kamu doang. Ini juga termasuk perjuangan, tau!" balas Erin.


"Bacot! Perjuangan yang murahan." Iraz meninggalkan gadis itu karena segera melangkahkan kakinya. Tapi sayangnya Erin tetap mengejarnya.

__ADS_1


"Aduh. Kamu kok ninggalin aku sayang.... aku capek loh..." Erin mengomel sepanjang perjalanan masuk ke dalam gedung.


"Siapa suruh ngejar aku!" balas Iraz tak acuh. Ia tidak peduli dengan pandangan aneh orang-orang.


__ADS_2