Pembalasan Sang Yatim Piatu

Pembalasan Sang Yatim Piatu
11. Mulai Berubah


__ADS_3

8 bulan kemudian


Waktu berjalan begitu cepat. Tak terasa Cia sudah memasuki semester genap di bangku kelas XII yang berarti tinggal beberapa bulan lagi dia akan meninggalkan seragam putih abu-abunya.


Namun ada hal yang selalu menganggu pikirannya tentang sang kekasih. sudah hampir satu bulan kekasihnya tersebut mulai berubah, dia yang dulunya selalu enggan untuk berpisah dengan Cia kini dia sendiri yang seakan-akan mulai menjaga jarak.


Kekasih yang selama ini hampir setiap hari menghubunginya kini sudah jarang lagi bahkan dalam sehari dia tidak menghubunginya walaupun sekedar hanya menanyakan kabar. Bahkan pernah 1 hari dimana Cia mulai merasa khawatir dengan Alex yang tidak pernah menghubunginya, sehingga dia berniat menghubungi sang kekasih terlebih dahulu. Namun apa yang didapatkan hanya suara dingin sang kekasih yang pertama kali dia dengar semenjak mereka bersama.


Hingga perubahan Alex yang paling dirasakan oleh Cia ketika sang kekasih yang selama ini selalu menepati janjinya kini untuk pertama kalinya janji itu di ingkari.


Flashback


Disebuah sekolah tepatnya dikelas XII IPA A terdapat seorang gadis cantik yang sangat bahagia ketika sang kekasih yang selama ini mulai berubah kini tiba-tiba menghubunginya padahal beberapa minggu sebelumnya kekasih yang selalu dia rindukan jarang menghubunginya dengan alasan sibuk menyelesaikan tugas dari kampus.


"Sayang nanti aku jemput kamu disekolah yah." Pesan Alex.


"Tumben kamu mau jemput aku bukannya kamu selalu sibuk yah dengan tugas dari dosenmu." balas Cia.


"Untuk hari ini aku free sayang makanya aku mau jemput kamu sekalian kita pergi makan siang bersama." Pesan Alex.


"Tumben kamu ajak aku keluar bahkan hampir 1 bulan ini kita tidak pernah pergi bersama, Jangankan pergi bersama untuk hubungi aku ajah sudah sangat jarang." Balas Cia, dengan mengungkapkan isi hatinya kepada sang kekasih.


"Maaf ya sayang kalau selama ini aku sering buat kamu kecewa bahkan jarang menghubungi kamu, tapi mau bagaimana lagi tugas dari dosenku banyak sekali jadi mau tidak mau aku harus menyelesaikannya.


kamu tahu sendirikan daddy sangat mewanti-wanti aku untuk menyelesaikan kuliah tepat waktu. Jadi aku harap kamu mengerti dengan kesibukan aku, suatu saat kalau kamu juga sudah kuliah kamu akan merasakannya sendiri." Pesan Alex dengan menjelaskan panjang lebar.


Sedangkan Cia yang membaca pesan dari Alex pun mulai merasa bersalah karena selama ini dia mulai berfikiran buruk tentang sikap kekasihnya itu. Padahal alasan yang diucapkan Alex masuk akal.


Kalau untuk pekerja waktu adalah uang maka untuk anak kuliahan waktu adalah tugas.


"Maaf by kalau selama ini aku tidak pernah mengerti keadaan kamu dan maaf juga kalau aku bersikap egois ke kamu, jujur akhir-akhir ini aku merasa kamu mulai menjauhi aku." Balas Cia dengan rasa bersalah.

__ADS_1


"Gak kenapa-kenapa kok sayang aku juga minta maaf kalau akhir-akhir ini aku sering menghindari kamu. Jadi hari ini aku sengaja menjemput kamu dan kita pergi menghabiskan waktu bersama kemanapun kamu mau, hitung-hitung sebagai permintaan maafku ke kamu." Pesan Alex.


"Iya by, nanti kalau udah jam pulang aku hubungi kamu yah." Balas Cia yang mulai luluh dengan kata-kata sang kekasih.


"OK sayang tunggu aku di parkiran seperti biasa ya jangan kemana-mana sebelum aku datang, sampai ketemu nanti." Pesan Alex.


"Iya by." Balas Cia dengan perasaan berbunga-bunga karena hari ini dia akan menghabiskan waktu dengan sang kekasih yang akhir-akhir ini mulai berubah.


waktu berlalu begitu cepat disebuah parkiran sekolah terdapat 3 gadis cantik yang sedang menunggu jemputan masing-masing, Cia yang sedang menunggu jemputan sang kekasih sedangkan kedua sahabatnya yang tak lain adalah Riska dan Siska sedang menunggu sopir mereka.


"Itu sopir kalian sudah datang." Ucap Cia kepada kedua sahabatnya yang sibuk dengan handphone masing-masing.


"Oh iya, jadi kamu mau pulang bersama kita atau gimana?" Tanya Siska kepada Cia.


"Tidak kalian pulang duluan ajah aku lagi nunggu jemputan aku." Ucap Cia sambil tersenyum manis mengingat hari ini dia akan dia jemput oleh sang kekasih.


Riska dan Siska yang melihat ekspresi Cia yang sepertinya sangat bahagia itupun mulai berfikiran aneh sebab akhir-akhir ini mereka tahu kalau hubungan Cia dengan Alex sedang tidak baik-baik saja.


"Hayo siapa namanya? sekolah dimana?" Tanya Riska yang mulai kepo diikuti anggukan kepala oleh Siska yang sepertinya memiliki pemikiran yang sama dengan saudara kembarnya itu.


Sedangkan Cia yang mendapatkan pertanyaan dari sahabatnya itu malah bengong seperti orang bodoh karena memang tidak mengerti apa maksud dari pertanyaan sahabatnya itu.


"Maksudnya?" Tanya Cia.


"Maksud gue orang yang mau jemput loh itu namanya siapa?" Tanya Riska kesal karena Cia tidak langsung menjawab pertanyaanya malah mengajukan pertanyaan balik. Padahal dia sudah sangat kepo tingkat tinggi.


"Alex lah, Emangnya menurut kalian siapa lagi?" Jawab Cia yang benar-benar lola apa maksud dari pertanyaan sahabatnya itu.


Sedangkan Riska dan Siska yang mendengarkan nama itu mulai sibuk dengan pemikiran masing-masing. Mereka berfikir tumben Alex mau jemput Cia setelah hampir 1 bulan orang itu tidak pernah lagi menampakkan dirinya.


"Jadi maksud kamu Alexander Putra Sanjaya?" Tanya Riska dengan menyebutkan nama lengkap dari Alex karena mereka fikir mungkin Alex yang lain secara yang menggunakan nama Alex kan banyak.

__ADS_1


"Yes." Ucap Cia singkat.


"Sejak kapan Alex mau jemput loh lagi secara itu anak hampir 1 bulan tidak kelihatan batang hidungnya." Tanya Riska. Sedangkan Siska hanya diam menyimak pembicaraan kedua sahabatnya itu padahal dia sendiri juga kepo dengan hubungan Alex dan Cia.


"Yah sejak hari ini." Jawab Cia sambil terkekeh. Tapi memang kenyatanya begitukan.


"Huu udahlah, jadi ceritanya hubungan loh dengan Alex udah membaik yah seperti semula." Ucap Riska yang ikut bahagia kalau hubungan sahabatnya dengan Alex seperti semula.


Karena bagi mereka lebih baik mereka bucin bahkan sering membuat jiwa jomblo mereka meronta-ronta daripada mereka bermasalah. Karena mereka juga ikut sedih ketika melihat sahabat cantiknya itu sering melamun memikirkan hubungannya yang sudah mulai agak renggang.


"Iya dan hari ini dia janji buat mengajak gue pergi kemanapun gue mau. Hitung-hitung sebagai tanda permintaan maafnya ke gue yang hampir 1 bulan tidak pernah mengajak gue ketemu." Ucap Cia senang.


"Baguslah gue harap hubungan kalian baik-baik saja dan di jauhkan dari segala godaan orang ketiga." Ucap Siska yang sebenarnya berfikiran negatif ke Alex.


Tapi dia tidak bisa mengungkapkan pendapatnya itu takut melukai hati Cia. Toh sepandai-pandainya Alex menyimpan bangkai akan ke cium juga baunya.


"Good apa kata dunia kalau pasangan goals kita ini putus karena orang ketiga kan gak lucu." Ucap Riska dengan lebay.


padahal yang tahu hubungan Alex dan Cia itu hanya satu sekolah.


Sedangkan Cia dan Siska hanya geleng-geleng kepala mendengarkan ucapan abstrud dari Riska.


"Tapi kenapa Alex belum datang juga padahal kita disini sudah hampir stengah jam." Ucap Siska sambil melihat jam tangannya.


"Mungkin dia lagi dijalan tadi gue udah chat kok tapi belum dibalas." Ucap Cia yang masih berfikiran positif dia yakin sebentar lagi kekasihnya itu akan datang.


"Yaudah kita temanin loh yah buat nungguin Alex, hitung-hitung gue juga mau lihat mukanya mungkin makin tambah ganteng secara udah agak lama kita gak lihat dia." Ucap Riska sambil mendudukkan bokongnya dikursi yang ada di dekat parkiran.


"Kalian pulang ajah kasihan itu sopir kalian udah nungguin dari tadi." Ucap Cia yang merasa tidak enak dengan sahabatnya itu terlebih kepada seorang pria paru bayah yang sudah menunggu terlalu lama, siapa lagi kalau bukan sopir dari si kembar.


"

__ADS_1


__ADS_2