
"Hai kak." Sapa Cia sedikit gugup. Apalagi melihat tatapan tajam Vino kearahnya.
"Hai cantik sejak kapan kalian disini." Ucap Rian sambil melirik kearah Siska dan Riska bergantian.
"Barusan aja kak." Ucap Cia.
"Kita boleh gabung disini ya kakak tampan. Soalnya semua meja disini sudah penuh " Ucap Riska dengan tak tahu malunya sambil menatap wajah Rian.
"Hua ini cowok ganteng bangat sih. Ya Tuhan jodohkan lah aku dengannya yang cantik dan imut ini." Gumam Riska sambil berdoa dalam hati.
"Boleh kok ya gak bro." Tanya Rian kepada Vino dan Dafa.
"Boleh kok." Ucap Dafa sambil menatap Siska. Sedangkan yang ditatap hanya menampilkan senyum manisnya.
"Manis bangat nih cewek." Gumam Dafa dalam hati yang terpesona dengan senyum manis yang diperlihatkan oleh Siska.
"Gimana Vin bolehkan, kasihan mereka udah capek berdiri terus." Tanya Rian ke Vino yang sedari tadi hanya diam dengan muka datarnya.
"Hmm." Jawab Vino dengan muka datarnya.
Ketiga gadis cantik tersebut langsung duduk dikursi yang kosong didepan ketiga laki-laki tampan tersebut.
Cia berhadapan dengan Vino, Siska dengan Dafa dan Riska dengan Rian.
"Kalian sudah pesan makanan." Tanya Dafa dengan mata menatap kearah Siska.
"Be-lum kak ini baru mau dipesan." Ucap Siska sedikit gugup karena terus ditatap oleh Dafa.
"Oh yaudah silahkan kalian pesan, kami mau lanjutkan main game dulu." Ucap Dafa sambil kembali fokus ke game yang di hpnya.
Dan ketiga gadis cantik tersebut memesan makanan mereka. Mereka pun sibuk dengan HP masing-masing sambil menunggu pelayan mengantarkan pesanan mereka.
Hingga tak membutuhkan waktu lama pesanan mereka pun datang.
"Oh ya kalian baru pulang dari sekolah ya?" Tanya Rian sambil memperhatikan penampilan gadis cantik didepannya yang masih menggunakan seragam Sma.
"Iya kak, kok kakak tahu." Tanya Riska
"Kalian kan masih menggunakan seragam sekolah." Ucap Rian sambil terkekeh sedangkan Riska hanya mengaruk tekuk lehernya yang tak gatal.
"Imut dan lucu." Human Rian sambil tersenyum kecil melihat tingkah Siska.
Ketika Dafa, Siska, Rian dan Riska sibuk mengobrol lain halnya dengan Cia yang diam saja sambil melihat hpnya yang tidak ada tanda-tanda pesan masuk dari sang kekasih mulai tadi pagi. Sedangkan Vino hanya diam saja sambil fokus mengerjakan tugas yang ada di laptopnya.
Hingga 1 jam kemudian mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. Ke-6 orang tersebut berjalan ke parkiran bersama-sama dengan Cia, Siska dan Riska di depan sedangkan dibelakang mereka ada Vino, Dafa dan Rian. Namun sebelum masuk ke dalam mobil Dafa dan Rian pun sempat meminta no hp ketiga gadis cantik tersebut. Sedangkan Vino hanya diam saja dengan mengengam hp ditangannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini adalah hari spesial buat Alex dan Cia karena tepat hari ini hubungan mereka genap 2 tahun. Kencan romantis pun telah mereka rencanakan untuk merayakan anniversary ke-2 hubungan mereka di sebuah restaurant mewah.
__ADS_1
Namun disisi lain Cia pun harap-harap cemas pasalnya tepat hari ini juga mereka akan mendengarkan pengumuman kelulusan dari hasil ujian nasional yang mereka laksanakan beberapa minggu yang lalu.
Dan disini lah Cia berada disebuah aula besar bersama dengan kedua sahabatnya dan seluruh kelas XII yang menunggu pengumuman kelulusan yang akan disampaikan oleh kepala sekolah. Hingga kepala sekolah pun mengumumkan bahwa mereka lulus 100 % yang langsung disambut sorak-sorai oleh semua kelas XII. Termasuk Cia yang mendapatkan peringkat 1 umum.
"Selamat ya guys." Ucap Cia sambil memeluk sahabatnya.
"Selamat juga ya sayang dan selamat juga buat prestasimu yang luar biasa." Ucap Siska sambil memeluk Cia.
"Selamat juga Cantik gue benar-benar bangga punya sahabat baik dan pintar seperti loh." Ucap Riska yang langsung memeluk Cia dan Siska.
"Jangan lupain gue ya." Ucap Cia dengan mata berkaca-kaca.
"Tidak akan. Dan loh juga jangan sampai lupain kita." Ucap Riska lirih.
"Gue tidak akan lupain kalian sampai kapanpun, gue janji" Ucap Cia yang masih memeluk erat kedua sahabatnya tersebut.
"Kita juga janji gak akan lupain kamu sampai kapanpun." Ucap Siska dan Riska serentak.
Ketika gadis cantik tersebut larut dalam suasana haru mereka tiba-tiba ada yang datang memanggil Cia.
"Cia disuruh kepala sekolah untuk datang keruangannya sekarang." Ucap Yeni yang tak lain adalah teman sekelas Cia.
"Untuk apa?" Tanya Cia penasaran.
"Gak tahu kamu kesana aja dulu." Ucap Yeni.
"Ok makasih ya." Ucap Cia. Setelah itu langsung melangkahkan kakinya keruang kepala sekolah bersama Siska dan Riska.
"Masuk." Seru kepala sekolah dari dalam.
" Selamat Siang pak." Ucap Cia sopan.
"Siang juga Leticia silahkan kamu duduk dulu ada hal penting yang bapak mau sampaikan ke kamu." Ucap kepala sekolah.
"Ada hal penting apa ya pak?" Tanya Cia setelah duduk dikursi yang ada dihadapan kepala sekolah.
"Mengenai pengajuan beasiswa kamu ke Paris. Selamat kamu lolos beasiswa di Universeté De Strasbourg. Bapak bangga sama kamu dan bapak harap kamu dapat memanfaatkan beasiswa ini sebaik mungkin, Disana kamu akan tinggal diasrama yang sudah disediakan oleh kampus dan kamu tidak perlu khawatir karena semuanya ditanggung oleh kampus." Ucap kepala sekolah panjang lebar.
"Trimakasih banyak pak." Ucap Cia dengan mata berkaca-kaca sambil mencium punggung tangan kepala sekolahnya tersebut.
"Sama-sama Leticia kamu memang berhak mendapatkannya, Jadi silahkan kamu boleh keluar dan pergi merayakan hari kelulusan kamu dan teman-temanmu." Ucap kepala sekolah.
"Sekali lagi trimakasih pak, permisi." Ucap Cia dan pergi keluar dari ruangan tersebut.
"Cia kenapa loh dipanggil keruangan pak kepsek." Ucap Riska.
"Gue benar-benar gak nyangka kalau gue lolos beasiswa di Universitas impian gue." Ucap Cia dengan senang.
"Wah selamat ya, Sukses terus." Ucap Siska dan Riska kompak.
__ADS_1
"Sama-sama guys. Btw kita pulang sekarang ya soalnya gue mau pergi kencan sama Alex sekalian buat kasih tahu dia kalau gue lolos beasiswa di Paris." Ucap Cia yang merasa hari ini adalah hari paling membahagiakan di hidupnya.
"Ok selamat bersenang-senang ya." Ucap Siska. Dan mereka pun pulang kerumah masing-masing.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hingga tak terasa siang pun sudah berganti malam seorang gadis cantik memperhatikan penampilannya di cermin yang terlihat sangat perfect dengan dress berwarna hitam pemberian sang kekasih.
Malam ini diakan berangkat sendiri ke restaurant tempat mereka melakukan kencan romantis. Walaupun perasaanya sedikit tak tenang karena Alex dari tadi pagi tidak pernah menghubunginya. Namun dia yakin mungkin sang kekasih sibuk menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu sebelum mereka menghabiskan waktu bersama.
30 menit kemudian Cia pun sampai di restaurant mewah yang sudah di pesan oleh sang kekasih dia pun langsung berjalan kearah meja dengan diantar oleh salah satu pelayan restaurant tersebut.
Cia pun mengabari sang kekasih kalau dia sudah sampai di restaurant.
"By aku sudah di restaurant nih." Pesan Cia.
"By kamu sudah dimana." Pesan Cia.
30 menit kemudian restaurant pun sudah tampak ramai dengan pengunjung. Namun Alex belum muncul juga.
"Mungkin tugasnya belum selesai." Gumam Cia dalam hati.
"By tugas kamu belum selesai ya." Pesan Cia.
1 jam kemudian
"By kamu dimana." Pesan Cia.
"Aku udah 1 jam loh disini kok kamu belum datang juga." Pesan Cia.
"Mungkin dia lagi kejebak macet." Gumam Cia sambil memperhatikan pesannya yang belum dibalas oleh sang kekasih.
hingga 3 jam kemudian pengunjung pun mulai berkurang hanya menyisahkan beberapa orang.
"Kamu dimana sih by buat aku khawatir aja." Gumam Cia yang mulai khawatir kenapa kekasihnya tidak kunjung datang, bahkan pesannya tidak ada yang dibalas satupun.
Hingga 4 jam kemudian Cia pun terpaksa keluar dari restaurant tersebut tanpa makan ataupun minum padahal sudah banyak menu yang tersedia di meja namun entah kenapa perasaanya mulai tak tenang.
"Aku pulang soalnya restaurantnya sudah mau ditutup." Pesan Cia.
"Hanya karena aku bersamamu sepanjang waktu, bukan berarti kau menyia-nyiakan aku." Pesan Cia kecewa.
"Karena detik yang berlalu akan menjadi kenangan, jangan pernah meremehkan kebersamaan, sebelum waktu mengajarimu kehilangan." Pesan terakhir Cia.
Hingga diapun pulang menggunakan taksi. Ketika sampai di rumah dia bingung kenapa dari tadi pagi tidak ada orang di rumah.
sedangkan Fania sudah hampir 3 bulan pulang ke kampung neneknya. Padahal selama ini dia paling benci yang namanya tinggal di kampung. Tapi entahlah Cia tidak terlalu memusingkan hal itu.
Visual Cia
__ADS_1