Pembalasan Sang Yatim Piatu

Pembalasan Sang Yatim Piatu
49. Toilet


__ADS_3

Vino yang sudah mulai terbawa suasana pun hanya diam tanpa menolak atau menerima perlakuan dari Rebecca. Sedangkan Rebecca yang melihat Vino hanya diam pun langsung mengembangkan senyumnya.


"Gue jamin loh akan jadi milik gue seutuhnya." Gumam Rebecca dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi.


Hingga bibir mereka pun bersentuhan. Namun sebelum Rebecca memperdalam ciuman mereka tiba-tiba Vino mengingat bayangan dirinya dan Leticia ketika mereka berciuman panas didalam mobilnya pada saat mereka pulang dari puncak.


Vino yang mulai sadar pun langsung mencengkram pundak Rebecca dengan kasar.


"Awww honey sakit." Ucap Rebecca yang terkejut dengan tingkah Vino namun dia juga merasa sakit dipundaknya.


"Turun gak loh." Sentak Vino yang benar-benar merasa bodoh karena hampir terbuai dengan permainan Rebecca.


Rebecca yang merasa takut dengan aura yang dikeluarkan Vino pun langsung turun dari pangkuan Vino kemudian duduk dikursinya kembali.


"So-rry honey." Ucap Rebecca gemetaran.


"Gue gak suka cara loh yang seperti itu. Gue peringati loh supaya jaga sikap jika ingin dekat dengan gue dan satu lagi gue paling benci perempuan yang murahan." Ucap Vino sambil menatap sekilas kearah Rebecca kemudian langsung membuang pandangannya kearah depan.


"Iya sekali lagi maaf aku janji tidak akan berbuat seperti itu lagi. Tapi jujur aku benar-benar tidak tahan dengan bibir kamu." Terang Rebecca.


"Cih dasar wanita murahan." Gumam Vino yang hampir terjerumus kedalam permainannya sendiri.


"Kali ini gue gagal tapi gue jamin kegagalan ini hanya berlaku satu kali tidak dengan hari berikutnya." Gumam Rebecca yang tidak akan pernah menyerah.


"Ok kali ini gue maafin. Sekarang gue minta loh turun dari mobil gue." Ucap Vino dingin.


"Iya kamu hati-hati ya. Sorry atas tindakanku tadi yang sangat lancang tapi kamu harus percaya baru kamu yang aku goda seperti itu." Ucap Rebecca dengan sengaja memperlihatkan wajah menyedihkannya.


"Hmm." Ucap Vino singkat.


"Hati-hati nanti aku hubungi kamu ya." Ucap Rebecca kemudian turun dari mobil Vino.


Vino yang melihat Rebecca sudah keluar pun akhirnya bisa bernafas lega.


"Pokoknya gue harus menyelesaikan semua ini dengan secepat mungkin. Gue gak mau harus terlibat dengan perempuan murahan seperti dia." Ucap Vino pada dirinya sendiri.


Vino pun langsung melajukan mobilnya meninggalkan Rebecca yang masih berdiri digerbang mansionya.


"Hari ini loh bebas honey, tapi tidak untuk hari berikutnya karena gue akan melakukan apapun demi bisa miliki loh seutuhnya." Ucap Rebecca sambil menatap mobil Vino yang mulai menghilang dari pandangannya.


Sedangkan Vino masih terus merutuki kebodohannya yang hampir terjebak dengan perempuan tersebut.


"Gue bodoh bangat sih. Udah tahu dia perempuan murahan pasti dengan mudahnya bisa menggoda pria yang akan menjadi incaranny. Dasar payah." Ucap Vino.

__ADS_1


Mending gue tinggal diapartement malam ini. Fikir Vino.


Vino pun mengambil ponselnya dan langsung menghubungi omanya yang pasti sudah menunggunya dari tadi.


"Halo sayang kamu dimana? kenapa belum pulang? kamu baik-baik saja kan?" Tanya Oma dari sana dan langsung memberikan rentetan pertanyaan.


"Vino lagi dijalan, malam ini Vino tidak pulang ke mansion karena Vino mau menginap di apartement." Ucap Vino to the point.


"Kamu harus pulang dan kenapa juga kamu harus tinggal di apartement sedangkan kamu punya mansion?" Tanya Oma.


"Vino capek oma karena hari ini banyak sekali tugas yang harus Vino selesaikan. Untuk pulang ke mansion membutuhkan waktu berjam-jam sedangkan lokasi Vino saat ini tidak terlalu jauh dari apartement." Ucap Vino.


"Baiklah kalau begitu yang penting kamu harus jaga kesehatan jangan sampai lupa makan." Nasihat Oma.


"Baik oma kalau begitu Vino tutup dulu panggilanya." Ucap Vino dan langsung memutuskan panggilan secara sepihak tanpa menunggu jawaban dari omanya.


Tidak membutuhkan waktu lama Vino pun sampai di apartement mewah yang merupakan milik keluarganya.


Vino langsung memakirkan mobilnya diparkiran khusus untuk keluarga De Metz sebagai pemilik apartement.


"Selamat datang tuan muda." Ucap satpam sambil menunduk hormat ketika melihat tuan mudanya tiba-tiba datang.


"Hmmm" Ucap Vino dingin sambil terus berjalan kedalam lift menuju kearah kamarnya yang berada dilantai paling atas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Indonesia


Tok! Tok! Tok!


"Honey kamu baru pulang?" Tanya Fania ketika melihat Alex yang berdiri didepan pintu dengan penampilan yang acak-acakan serta bau alkohol yang sangat menyengat.


"Kamu mabuk lagi Honey?" Tanya Fania kembali.


"Bukan urusan loh." Ucap Alex ketus yang sudah mulai sadar dari mabuknya.


"Kenapa kamu selalu pulang tengah malam honey? jangan bilang kamu bermain dengan para wanita bayaran?" Tanya Fania.


"Kalau iya memangnya kenapa?" Tanya Alex sambil melangkahkan kakinya kearah ranjang.


"Kenapa kamu malah mencari kepuasan diluar sana sedangkan masih ada aku yang siap melayani kamu." Ucap Fania sambil mendekat kearah Alex yang sudah terlentang diatas ranjang.


Bukannya marah mendengar suaminya bermain dengan wanita di club Fania malah berusaha menggoda Alex dengan cara naik keatas tubuh pria tampan tersebut.

__ADS_1


"Loh mau apa Fania?" Tanya Alex.


"Aku mau puasin kamu honey biar kamu sadar kalau pelayanan aku lebih nikmat daripada wanita diluar sana." Ucap Fania sambil mencoba menggoda Alex.


"Bagus sekarang puaskan aku sekarang." Ucap Alex.


"Dengan senang hati honey." Ucap Fania dan langsung memimpin permainan mereka.


Setelah beberapa bulan kepergian Leticia. Alex yang merasa stres pun sering kali membayar wanita untuk memuaskan nafsunya. Walaupun Fania selalu melayaninya dengan baik tapi bagi Alex itu masih kurang.


Hal itu dia lakukan demi bisa menghilangkan Leticia sejenak dari pikirannya. Karena sampai sekarang dia masih sangat mencintai perempuan tersebut, Dan berharap mereka bisa kembali seperti dulu dan bisa menua bersama.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Prancis


Disebuah Cafe yang tidak jauh dari apartement yang dia tempati terdapat perempuan cantik yang tak lain adalah Leticia sedang duduk manis menikmati makanannya seorang diri.


Tidak jauh dari tempatnya ternyata ada seorang pria tampan yang melihatnya dari tadi. Hingga ketika melihat Leticia yang sedang masuk kedalam toilet dia bergegas masuk mengikutinya dari belakang.


"Jaga diluar jangan sampai ada yang masuk sebelum saya keluar." Perintah pria tampan kepada pengawalnya yang selalu menjaganya dari jarak jauh.


"Baik Tuan." Ucap pengawal tersebut.


Hingga tidak membutuhkan waktu lama Leticia pun keluar dari toilet namum sebelum itu tiba-tiba ada ada tangan yang menarik lengannya dengan sedikit kuat hingga Leticia langsung menabrak dada orang tersebut.


"Lepasin." Ucap Leticia.


"Kalau gue gak mau." Ucap orang tersebut.


"Dasar pria mesum mau loh apa sih." Ucap Leticia kesal terhadap orang tersebut yang tak lain adalah Vino.


Orang yang dari tadi mengikuti Leticia adalah Vino. Entah takdir atau apa ternyata apartement yang ditempati oleh Leticia adalah apartement milik keluarga De Metz.


"Gue akan tunjukkan semesum apa gue seperti apa yang loh ucapkan." Ucap Vino dan langsung menyambar bibir sexy yang sudah membuatnya candu.


Visual Leticia dan Vino



JANGAN LUPA FOLLOW AKUN INSTAGRAM AKU YA!


__ADS_1


__ADS_2