Pembalasan Sang Yatim Piatu

Pembalasan Sang Yatim Piatu
Terjebak


__ADS_3

Leticia yang sadar akan tatapan Vino pun menatap Vino sekilas kemudian langsung mengarahkan pandangannya kearah para tamu yang sudah mulai memenuhi ballroom hotel tersebut. Leticia merasa inscure karena tamu yang hadir diacara tersebut semuanya dari golongan atas kecuali dirinya sendiri yang hanya orang miskin.


"Kalian silahkan nikmati pestanya, kapan lagi coba kalian bisa mencoba makanan orang kaya." Ucap Rebecca dengan sifat angkuhnya.


"Kalian berdua juga boleh kok bawah pulang makananya kalau nanti masih ada yang tidak habis." Lanjut Rebecca merendahkan.


"Gue yakin Vino pasti langsung jijik melihat kedatangan perempuan miskin ini." Gumam Rebecca dalam hati sambil menatap Vino yang terus menatap kearah Leticia dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Wow kalian dapat uang darimana sehingga bisa membeli dress yang limited edition?" Tanya Clara yang baru memperhatikan dress yang dikenakan oleh Cassandra dan Leticia.


Awalnya dia fikir dress yang dipakai oleh Cassandra dan Leticia hanya kw tapi setelah diamati secara detail ternyata dress itu asli bukan kw.


"Atau jangan-jangan kalian mencuri ya." Tuduh Rebecca dengan suara kerasnya sehingga semua orang yang berada diruangan itu menatap kearah mereka.


"Kita bukan pencuri." Jawab Cassandra dengan tegas.


Sedangkan Leticia menatap Cassandra dengan tatapan meminta penjelasan. Walaupun dia terlahir dari keluarga sederhana tapi dia bisa membedakan mana barang yang asli dan palsu.


"Darimana Cassandra dapat dress ini ya. Gue tahu walaupun dia bukan orang miskin kayak gue tapi untuk beli dress ini sepertinya gak mungkin." Gumam Leticia dalam hati. Dia tahu Cassandra juga orang berada namun dia tidak tahu sekaya apa dia.


"Kalau bukan pencuri terus kalian dapat membeli dress limited edition ini darimana, karena setahu gue orang miskin seperti kalian gak bakalan mampu membeli barang semahal ini." Ucap Clara dengan tampang merebahkan.


"Jangan bilang kalian memiliki sugar daddy atau kalian berdua menjajakan tubuh kalian diatas ranjang kepada laki-laki kaya." Ucap Rebecca dengan senyum smirknya.


"*Gue akan buat kalian tidak punya muka lagi disini." Gumam Rebecca yang benar-benar benci dengan perempuan tersebut hanya karena merebut popularitasnya dikampus, terlebih kepada Cassandra yang pernah mempermalukannya dikantin.


"Cantik-cantik tapi kok murahan*."


"Gue menyesal sempat mengagumi kecantikan mereka tadi."


"Iya padahal kalau dilihat-lihat mereka seperti orang polos ternyata hanya perempuan bayaran."


"Lebih baik kita jaga suami kita baik-baik nanti malah digoda sama mereka."


Dan masih banyak lagi kata-kata merebahkan dari para tamu undangan yang ada disana.


"Kurang ajar berani sekali merendahkan adik gue seperti itu, gue jamin kalian semua akan menangis darah jika sudah mengetahui kenyataanya." Gumam Vino sambil mengepalkan tangannya dengan kuat.

__ADS_1


"Kita bukan perempuan seperti itu." Ucap Leticia yang baru bersuara setelah dari tadi hanya diam.


"Terus perempuan seperti apa? perempuan penggoda." Ucap Rebecca dengan nada mengejek.


"Kurang ajar loh kita bukan perempuan yang rela menjual tubuhnya demi mendapatkan apa yang kita inginkan." Ucap Cassandra keras. Dia benar-benar tidak terima dengan tuduhan Clara dan Rebecca kepadanya.


Namun untuk membuka identitas aslinya sekarang dia belum bisa. Dia juga harap-harap cemas jika kakaknya membongkar identitasnya sekarang, apalagi melihat wajah Vino yang sudah merah paham akibat menahan emosi.


"Terus kalian dapat barang mahal seperti ini dari mana?" Tanya Rebecca dengan santai.


"Untuk apa kalian harus tahu." Ucap Cassandra kesal.


"Oh sorry kita hanya penasaran aja kok. Tapi kalau kalian tidak mau kasih tahu ya tidak apa-apa kita mengerti kok kalian seperti ini hanya ingin menyesuaikan diri dengan orang-orang yang ada disini.


Tapi kalau kalian tidak mampu gak usah dipaksakan. Kasihan para istri laki-laki yang sudah kalian goda." Ucap Rebecca dengan senyum penuh kemenangan karena telah berhasil mempermalukan kedua perempuan didepannya.


"Sudah kasihan mereka lebih baik loh naik ke panggung karena acaranya akan dimulai." Ucap Clara yang tiba-tiba bersikap baik.


"Dan untuk kalian berdua silahkan duduk dikursi yang sudah disediakan tapi jangan sampai kalian menggoda laki-laki disini, dan untuk makanan disini kalian tenang aja kita semua disini berbaik hati akan memberikan kalian semua menu yang kalian inginkan dan bisa dibungkus untuk dibawah pulang." Ucap Clara sinis.


"Kamu,....." Ucap Cassandra yang benar-benar ingin sekali mencekik leher kedua perempuan didepannya.


Cassandra yang melihat sang kakak berjalan keatas panggung dengan Rebecca pun hanya bisa menahan emosinya. Dia tidak menyangka kakaknya yang terkenal dingin dan anti perempuan dengan mudahnya bisa dekat dengan perempuan ular seperti Rebecca.


Hingga acara pun dimulai dengan sangat meriah bahkan banyak yang beranggapan kalau Rebecca dan Vino adalah sepasang kekasih karena Vino ikut menemani Rebecca dipanggung dengan kedua orangtua Rebecca.


Acara pun selesai namun para tamu undangan belum ada yang diperkenankan pulang karena masih ada hiburan yang sangat ditungguh-tungguh oleh semua para tamu undangan. Minuman beralkohol pun sudah berada diatas meja masing-masing dengan diiringi oleh dj ternama yang sengaja diundang khusus oleh Rebecca.


Semua para tamu undangan begitu menikmati acara tersebut ada yang ikut berjoget bahkan ada yang tidak tahu malu berciuman didepan umum karena bagi mereka itu adalah hal yang biasa buat mereka yang tinggal di Negara Barat.


"Kamu kuat minum juga ya Honey?" Tanya Rebecca dengan manja.


Namun Vino hanya diam saja sambil menikmati minuman yang haram itu. Mungkin dia ingin melampiaskan emosinya kepada minuman tersebut.


Sedangkan Clara yang melihat Vino menikmati minumannya pun mengedipkan matanya kepada salah satu pelayan yang tidak jauh dari mereka.


"Honey kamu masih mau gak?" Tanya Rebecca setelah pelayan tersebut pergi.

__ADS_1


"Hmmm" Ucap Vino yang tidak menolak tawaran Rebecca. Sontak ucapan Vino pun membuat Rebecca dan Clara sambil melemparkan senyuman yang penuh arti.


Rebecca langsung menuangkan minuman itu kedalam gelas kosong yang ada didepan Vino, dan langsung di habisi Vino hanya dalam satu kali teguk.


"*Sebentar lagi kamu akan menjadi milikku honey." Gumam Rebecca.


"Minuman sudah habis tinggal bagaimana caranya menyingkirkan Rebecca." Gumam Clara*.


"Panas." Ucap Vino yang tiba-tiba merasa ada yang aneh dengan tubuhnya.


"Kamu kenapa honey." Tanya Rebecca khawatir.


"Panas." Hanya itu yang bisa diucapkan Vino sambil membuka kancing kemejanya.


"Sini aku bantu kamu honey." Ucap Rebecca.


Vino yang dalam keadaan kurang sadar pun hanya diam saja ketika melihat Rebecca memapahnya keluar dari kerumunan para tamu undangan.


Hingga mereka pun sampai di sebuah ruangan yang sudah dipastikan itu adalah kamar. Vino yang melihat Rebecca berpakaian sexy pun membuat hasratnya semakin naik. Hingga dia langsung menerkam Rebecca dengan ciuman yang sangat brutal, Rebecca yang diperlakukan seperti itupun membalas ciuman Vino dengan tak kalah panas.


Ketika Vino dan Rebecca sedang melakukan ciuman panas.Ternyata ada seorang perempuan cantik yang menyaksikan itu karena mereka melakukannya didepan pintu kamar.


Kira-kira perempuan tersebut siapa ya?


1.Clara




Leticia




Cassandra

__ADS_1




__ADS_2