Pembalasan Sang Yatim Piatu

Pembalasan Sang Yatim Piatu
5. Calon Mertua


__ADS_3

Di sebuah kamar sederhana dengan nuansa biru terdapat gadis cantik yang sedang mengerjakan tugas sekolahnya. Namun tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengerjakan tugas tersebut karena memang dia memiliki IQ yang diatas rata-rata.


Banyak siswa disekolah yang menyukainya karena selain paras yang sangat cantik dia juga baik dan selalu membantu temanya ketika ada yang butuh bantuan. Tapi namanya manusia mau sebaik apapun kita pasti akan ada saja yang tidak menyukai kita atau bisa dikatakan iri dengan apa yang kita miliki.


Ketika gadis cantik tersebut selesai memasukkan buku yang akan dibawah ke sekolah besok, tiba-tiba ketukan pintu mengalihkan kegiatannya.


Tok Tok Tok


Dia pun berjalan kearah pintu untuk membuka pintu kamarnya tersebut yang sudah diduga itu sang Ayah, karena selama ini cuma sang Ayah dan kedua sahabat baiknya yang pernah menginjakkan kaki ke kamarnya.


Kreeekk


Pintu kamar pun terbuka dan tampak seorang pria paru bayah berumur 40an berdiri di depan pintu sang putri tunggalnya.


"Apa Ayah menganggumu?" Tanya Pak Rudi ayah Cia.


"Tidak, Ayo Yah silahkan masuk." Ucap Cia sambil mempersilahkan sang Ayah masuk ke kamarnya.


"Apakah kamu sudah belajar sayang?" Tanya pak Rudi kepada putri cantiknya sambil duduk diatas kursi belajar sang anak.


"Sudah Yah, memangnya ada apa Ayah?" Ucap Cia sambil duduk diranjang kamarnya.


"Ayah cuma ingin tahu apakah kamu benar-benar mengizinkan Ayah untuk menikah lagi?" Tanya pak Rudi hati-hati sambil menatap sang anak.


"Kalau aku bilang tidak apakah Ayah akan membatalkan niat Ayah untuk menikahinya?" Tanya Cia balik kepada sang Ayah, yang membuat pak Rudi seketika bungkam.


Cia yang melihat sang Ayah tiba-tiba diam pun langsung melanjutkan ucapannya.


"Cia mengizinkan Ayah menikah lagi karena Cia sadar Ayah butuh seorang pendamping. Tapi Cia harap semoga Ayah tidak melupakan Ibu di hati Ayah." Ucap Cia sendu.


"Trimakasih sayang sudah mau mengerti Ayah dan Ayah janji ibumu akan selalu ada dihati Ayah, dan Ayah jamin calon istri Ayah adalah wanita yang baik yang akan memberi kamu kasih sayang yang besar seperti kasih sayang seorang ibu kandung kepada anaknya, dan Ayah juga yakin kamu akan memiliki seorang kakak yang dapat menyayangi dan melindungi kamu dengan baik." Ucap pak Rudi dengan penuh keyakinan. sedangkan Cia hanya menganggukan kepalanya.


"Semoga apa yang Ayah ucapkan itu benar adanya." Batin Cia dalam hati.


"Kapan Ayah akan menikahi wanita tersebut?" Tanya Cia dengan nada penasaran.


"Minggu depan. Lebih cepat lebih baik." Ucap pak Rudi sambil senyum-senyum sendiri seperti anak muda yang lagi kasmaran.

__ADS_1


Cia tentu kaget dengan jawaban sang Ayah tapi dia mencoba bersikap biasa saja.


"Minggu depan secepat itukah? atau mungkin mereka sudah merencakan jauh-jauh hari." Batin Cia


"Baiklah. Semoga pernikahan Ayah nanti berjalan dengan lancar." Ucap Cia pasrah dengan keputusan sang Ayah


"Iya sayang. Sekarang sudah malam kamu tidur yah supaya besok tidak terlambat ke sekolah, Selamat malam putri Ayah." Ucap pak Rudi sambil mengelus pucuk kepala sang anak.


"Selamat malam juga Ayah." Ucap Cia sambil menatap punggung sang Ayah yang sudah mulai menghilang dibalik pintu. Cia pun berjalan kearah pintu untuk mengunci pintu kamarnya dan siap untuk terbang ke alam mimpi.


Pak Rudi merasa dia benar-benar tidak salah pilih seorang ibu untuk sang putri karena semenjak mengenal wanita tersebut dia merasa melihat sosok keibuan pada diri wanita tersebut. Apalagi ketika melihat cara dia menyayangi anaknya walaupun kelihatan anak yang manja tapi bagi pak Rudi itu hal yang wajar apalagi sang anak tidak memiliki sosok sang Ayah.


Sekolah


Dikelas 11 IPA 1 Cia, Riska dan Siska sedang heboh membicarakan tentang pernikahan Ayah Cia yang akan berlangsung minggu depan.


"Loh serius pernikahan bokap loh diadakan minggu depan?" Tanya Riska dengan heboh sedangkan Siska hanya diam menyimak apa yang dibicarakan sahabatnya walaupun sebenarnya dia juga kaget.


"Iya." Ucap Cia singkat.


"Gak tahu." Ucap Cia lagi dengan singkat karena dia sendiri sudah bosan membicarakan pernikahan sang Ayah. Dia benar-benar sudah pasrah.


"Haisss." Sungut Riska yang tidak puas dengan jawaban Cia


"Udahlah semoga pernikahan bokap loh berjalan dengan lancar dan semoga calon ibu tiri dan kakak tiri loh benar-benar orang baik." Ucap Siska yang merasa aneh dengan ucapannya sendiri.


"Iya deh. Gue doakan semoga mereka adalah orang yang dikirim Tuhan untuk melengkapi keluarga kalian." Ucap Riska.


"Amin. Thanks guys." Ucap Cia


"Sama-sama cantik." Ucap Riska dan Siska kompak


Di kelas 12 Ipa A ketiga most wanted lagi serius mendengarkan penjelasan sang guru karena sebentar lagi mereka akan menghadapi ujian sekolah.


Di kolong meja tangan Alex sedang sibuk mengirim pesan ke sang kekasih


"Sayang maaf yah aku tidak bisa antar kamu pulang karena aku lagi ada kelas tambahan." Kirim Alex ke Cia

__ADS_1


"Gpp by, nanti aku pulang sama Riska dan Siska. Semangat belajarnya by jangan main hp terus." Balas Cia.


"Iya Sayang, Kalian hati-hati yah. I love u sayang." Kirim Alex.


"Nanti dandan yang cantik yah soalnya bunda tadi nyuruh aku untuk jemput kamu nanti malam buat makan malam dirumah." Sambung Alex.


"Iya by, I love u more." balas Cia.


Tidak terasa waktu begitu cepat disebuah kamar sederhana terdapat gadis cantik yang sudah siap untuk pergi makan malam ke rumah calon mertua. Bukan hal yang baru lagi untuk Cia pergi ke rumah sang kekasih karena kenyataanya sudah beberapa kali sang kekasih mengajaknya menemui orang tuanya. Jadi tidak ada lagi rasa malu atau gugup untuk bertemu dengan sang calon mertua.


Sedangkan disebuah ruang tamu sederhana terdapat seorang pemuda tampan yang meminta izin kepada calon ayah mertua untuk membawa sang kekasih ke rumahnya, tapi itu bukan hal yang sulit karena hal tersebut sudah biasa.


"Nanti jangan pulang terlalu malam." Ucap pak Rudi kepada Alex dan Cia.


"Baik Ayah." Ucap Alex dan Cia kompak.


"Kami pergi dulu Ayah." Pamit Cia sambil mencium punggung telapak tangan sang Ayah diikuti oleh Alex.


"Hati-hati." Ucap pak Rudi.


"Baik Yah." Ucap Alex


Di dalam mobil tampak Alex yang terus memperhatikan penampilan sang kekasih yang semakin hari semakin cantik bahkan sangat cantik.


"Kamu cantik bangat sayang." Puji Alex dengan memegang pergelangan tangan sang kekasih sedangkan tangan satunya dibalik kemudi.


"Trimakasih by. Tapi aku memang selalu cantik kok." Ucap Cia dengan PD.


"I love u sayang." sambil mengecup tangan sang kekasih. Alex benar-benar bahagia bisa mendapatkan Cia yang notabenya sangat susah didekati.


"I love u more." Ucap Cia sambil tersenyum manis. Yang lagi-lagi senyuman itu membuat Alex terpana.


"Manis dan sangat cantik." batin Alex.


Visual Ticia yang membuat Alex tergila-gila


__ADS_1


__ADS_2