
Waktu berjalan begitu cepat, tibalah saatnya siswa kelas 12 menghadapi Ujian Nasional. Detik-detik pelaksanaan Ujian Nasional begitu menegangkan bagi mereka. Sebab, nilai Ujian Nasional menjadi salah satu syarat kelulusan bagi kelas 12. Setelah melewati masa-masa menegangkan, akhirnya siswa kelas 12 mampu mengikuti Ujian Nasional yang berlangsung selama empat hari dengan sukses. Namun ada yang lebih menegangkan bagi mereka, yaitu menunggu pengumuman hasil Ujian Nasional di bulan berikutnya. Terkhusus Cia, ia sangat berharap mendapat hasil Ujian Nasional yang bagus, supaya dapat membantunya dalam mendaftar ke perguruan tinggi melalui jalur prestasi. Ia menunggu hasilnya dengan harap-harap cemas.
Namun dia hanya bisa berdoa semoga Tuhan dapat mengabulkan keinginannya, kalaupun dia tidak lolos beasiswa berarti mungkin bukan takdirnya untuk dapat merasakan menjadi seorang mahasiswi.
"Hai cantik kok melamun terus nanti kesambet setan loh baru tahu rasa." Ucap Riska sambil menepuk keras punggung Cia.
"Elo kebiasaan bangat sih kagetin orang." Ucap Cia sambil mengelus pelan punggungnya yang sedikit sakit akibat perbuatan sahabatnya itu.
"Hehehe loh sih melamun aja, loh mikirin apa sih seharusnya hari ini loh bahagia karena ujian terakhir sudah selesai tinggal menunggu hasilnya aja." Ucap Riska sambil cengengesan.
"Itupun kalau hasil ujian nasional loh bagus." Ucap Siska sinis kepada saudara kembarnya itu.
"Baguslah kalau gak bagus ya berarti itu sudah takdirnya." Ucap Riska enteng.
Sedangkan Cia dan Riska hanya mengelengkan kepalanya melihat sikap Riska yang memang selalu aneh.
"Oh ya Cia kamu sudah mendaftar beasiswa kan?" Tanya Siska.
"Sudah kok, tapi gak tahu deh hasilnya nanti gimana." Ucap Cia pasrah.
"Gue yakin loh pasti bisa lolos." Ucap Siska sambil menyemangati sahabatnya itu.
"Btw kamu daftar beasiswa di universitas mana, masih dikota ini atau dimana? Tanya Riska.
"Hmm bukan dikota ini dan bukan di negara ini." Ucap Cia.
"Jadi maksudnya di Luar Negri dong." Ucap Riska heboh. Yang dibalas anggukan kepala oleh Cia.
"Negara mana dan Universitas apa?" Tanya Siska yang juga ikutan penasaran.
"Paris, Université De Starsbourgh." Ucap Cia.
"Wow itukan termasuk Universitas ternama di Paris." Ucap Riska diikuti anggukan kepala oleh Siska.
"Iya tapi gue gak yakin sih bisa diterima disana." Ucap Cia dengan putus asa.
"Kita yakin loh pasti bisa dan kita doakan semoga loh diterima disana." Ucap Siska.
"Amin." Ucap Cia dan Riska kompak.
__ADS_1
Berdiri pada tahun 1621, Université de Strasbourg (University of Strasbourg) adalah institusi pendidikan tinggi yang terletak di Strasbourg (populasi: 250,000-499,999 jiwa) – Grand Est. Terakreditasi/diakui secara resmi oleh Menteri Penelitian dan Pendidikan Tinggi Perancis, Université de Strasbourg adalah universitas yang sangat besar (jumlah mahasiswa yang terdaftar: 40,000-44,999 orang). Strasbourg menawarkan beragam program gelar seperti bachelor, master hingga doktorat untuk berbagai bidang studi. Beragam fasilitas juga tersedia: perpustakaan, fasilitas olahraga, program pertukaran mahasiswa, dan masih banyak lagi.
"Oh ya kalian rencananya mau lanjut dimana?" Tanya Cia.
"Di Luar juga tapi gak terlalu jauh kok." Ucap Siska.
"Negara mana dan Universitas apa?" Tanya Cia.
"Singapura, Singapore Management University." Ucap Siska.
"Itukan Universitas terbaik di Singapura." Ucap Cia kagum.
"Iya tapi kita lagi berusaha untuk bisa masuk disana apalagi bokap dan nyokap sangat ingin kita kuliah disana." Ucap Siska.
"Kalau kalian dimanapun pasti bisa secara keuangan kalian tidak jadi masalah sedangkan aku." Ucap Cia sendu.
"Tapi kamu diberkati IQ yang tinggi walaupun secara ekonomi gak mencukupi tapi secara otak sangat mendukung. Itulah Tuhan menciptakan kita dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing." Ucap Siska bijak.
"Iya gue bersyukur walaupun secara ekonomi rendah tapi secara IQ gue tinggi." Ucap Cia bangga.
"Kita ke Cafe yuk, nanti gue yang traktir." Ucap Siska kepada Riska dan Cia.
"Iya ide bagus tuh, apalagi sebentar lagi kita akan berpisah jadi lebih baik kita manfaatkan waktu yang ada untuk pergi bersama." Ucap Riska dijawab anggukan oleh Cia.
"Let's go." Ucap mereka serempak. lalu bergegas ke parkiran sekolah tempat mobil Siska berada.
Universitas ini berhasil menjadi universitas nomor 3 terbaik di Singapura versi QS World University Rankings 2022. Jika kamu memiliki impian study abroad di Singapura, universitas ini pantas masuk radar kamu. Selain itu, Singapore Management University juga berhasil meraih peringkat ke-12 sebagai salah satu universitas spesialis terbaik di dunia, dan peringkat ke-15 sebagai universitas muda terbaik di dunia menurut ranking yang dikeluarkan Quacquarelli Symonds World University Rankings tahun 2021.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Garden Cafe
Disebuah cafe yang pengunjungnya mayoritas anak muda terdapat tiga laki-laki tampan yang sedang mengerjakan tugas kelompok. Mereka sengaja mengerjakan tugas dicafe karena lebih bebas dan nyaman selain itu mereka juga bebas bersanda gurau.
"Vin lebih baik loh yang buat Saran dan kesimpulannya soalnya kalau gue gak terlalu paham soal itu." Ucap Rian.
__ADS_1
Ya ketiga laki-laki tampan yang sibuk mengerjakan tugas kelompok tersebut adalah Vino, Rian dan Dafa.
"Betul tuh kata Rian loh aja yah Vin soalnya gue juga rada-rada bodoh dalam hal membuat saran dan kesimpulan." Ucap Dafa.
Sedangkan Vino hanya diam saja sambil memainkan game di hpnya. Ya walaupun begitu Vino adalah mahasiswa yang cerdas terbukti dari nilai IPKnya yang paling tinggi dibandingkan teman satu jurusannya.
"Ok nanti baru dilanjutkan lagi kan tinggal saran dan kesimpulan doang, mending kita mabar dulu mumpung ada Wi-fi gratis." Ucap Rian.
Sedangkan Vino yang mendengar obrolan temannya itu hanya mengeleng-gelengkan kepalanya. Padahal mereka bertiga adalah pewaris dari perusahaan besar.
Gratis itu lebih menarik.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sedangkan di parkiran Garden Cafe terdapat tiga gadis cantik yang baru turun dari mobil yang dikemudikan oleh Siska.
"Ayo guys kita langsung masuk aja sekalian cuci mata." Ucap Riska dengan cepat melangkahkan kakinya kedalam cafe tersebut.
Sedangkan Cia dan Siska yang melihat sikap Riska hanya berjalan santai sambil mengelengkan kepalanya melihat Riska yang sudah terlebih dahulu menghilang dibalik pintu cafe tersebut.
"Loh kenapa sih berhenti disini." Ucap Siska yang kesal melihat tingkah absurd saudara kembarnya yang berhenti tiba-tiba dihadapan mereka.
"Loh gak lihat noh meja semuanya sudah full." Ucap Riska sambil mencari meja yang kosong namun sayangnya tidak ada.
"Jadi gimana nih masa kita mau balik lagi." Ucap Cia.
"Itu ada kursi yang kosong tapi didepannya ada 3 laki-laki." Ucap Riska sambil menunjuk ke meja yang ditempati oleh Vino, Rian dan Dafa.
"Kita kesana aja yuk daripada kita harus balik lagi. Gue juga udah lapar bangat nih." Ucap Riska.
"Baiklah." Ucap Cia dan Siska pasrah. Kedua gadis cantik tersebut sebenarnya kurang setuju namun tidak ada cara lain daripada harus putar balik.
Ketiga gadis cantik itupun melangkahkan kakinya ke meja tersebut, namun ketika sudah sampai di meja tersebut bukanya meminta izin kepada ketiga laki-laki tampan tersebut Siska malah diam seperti patung dengan mulut terbuka lebar karena terpesona melihat wajah ketiga laki-laki tersebut yang seperti dewa yunani.
"Ya Tuhan ini pangeran atau apa." Ucap Siska dengan nada sedikit keras yang berhasil membuat para laki-laki tampan didepannya terkejut.
Sedangkan Cia terkejut ketika melihat ketiga laki-laki yang ada didepannya. Sama seperti ketiga laki-laki tampan tersebut yang terkejut melihat Cia ada di depan mereka.
"Cia." Ucap Dafa dan Rian kompak. Sedangkan Vino hanya diam dengan tatapan mata kearah Cia yang sulit diartikan.
__ADS_1