
Sedangkan Alex dan Cia yang masih berada di ruang tamu hanya diam dengan pemikiran masing-masing. Alex yang benar-benar takut kalau Cia marah kepadanya terlebih dia sudah berjanji untuk menjemput dan menemaninya kemanapun nyatanya semua rencana itu gagal karena Fania.
Lain dengan Alex lain pula dengan Cia yang benar-benar dibohongi dan kecewa dengan apa yang dilakukan oleh orang yang selama ini mencintainya. Dia masih berharap ini hanya sebuah mimpi namun nyatanya semua adalah nyata.
"Sayang." Ucap Alex lembut sambil berjalan kearah sofa yang diduduki oleh Cia karena mereka terhalang oleh meja.
Namun Cia hanya diam tanpa merespon ucapan Alex, dia masih benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Sayang please jangan diam terus." Ucap Alex sambil mengengam erat tangan Cia. Sedangkan Cia yang dipegang tangannya oleh Alex hanya diam saja tanpa melepaskan gengaman tangan tersebut.
"Sayang maafin aku yah." Ucap Alex sambil menatap mata kekasih cantiknya itu.
"Kamu salah apa sehingga aku harus memaafkan kamu." Ucap Cia seolah-olah tidak mengerti apa maksud dari sang kekasih.
"Aku tahu aku salah, aku minta maaf karena sudah berjanji ke kamu namun nyatanya aku tidak menepati janji itu. Aku benar-benar minta maaf sayang." Ucap Alex dengan tulus dengan tatapan mata yang tak pernah beralih dari sang kekasih.
"Kamu bisa jelasin ke aku apa yang membuat kamu lupa akan janjimu itu." Tanya Cia yang sekarang menatap wajah tampan dari Alex. Sehingga kedua mata pasangan tersebut sekarang saling menatap.
"Maaf mungkin hanya itu yang bisa ku ucapkan, tapi aku janji tidak akan mengulanginya lagi." Ucap Alex berbohong dia tidak mau kalau sampai Cia mengetahui semuanya dia benar-benar belum siap.
Namun tanpa diberitahu pun Cia sudah mengetahuinya.
"Hal penting apa, apa dengan pergi berduan dengan Fania yang tak lain adalah kakak tiriku." Ucap Cia dengan menekan kata kakak tiriku.
Alex yang mendengar itupun langsung diam memang apa yang dikatakan Cia benar namun sebenarnya tadi selesai jam kuliah dia memang ingin menjemput sang kekasih sesuai dengan janjinya namun karena panggilan telfon dari Fania membuatnya mengingkari janjinya tersebut.
Flashback
Disebuah kampus ternama dikota itu, tepatnya disebuah kelas jurusan management bisnis terdapat seorang pria tampan yang buru-buru membereskan bukunya diatas meja ke dalam tasnya.
Ketika jam kuliah selesai dengan rasa rindu yang besar dia ingin cepat-cepat pergi ke sebuah Sma ternama dikota itu. Bukan karena ingin mengujungi sekolah tersebut namun dia ingin menjemput sang kekasih yang akhir-akhir ini dia rindukan sekaligus menebus kesalahannya yang akhir-akhir ini sikapnya berubah ke sang kekasih.
Randy yang melihat Alex buru-buru keluar dari kelas pun langsung berlari mengejar sahabatnya itu. Dia heran kenapa sahabatnya itu buru-buru sekali.
"Lex loh kok buru-buru amat emangnya loh mau kemana." Tanya Alex ketika sudah berada disamping Alex sambil mensejajarkan langkah kakinya dengan Alex.
__ADS_1
"Gue mau ke Sma Garuda." Ucap Alex ketika sudah sampai di parkiran kampus khusus anak management bisnis.
"Emangnya loh mau buat apa kesana, mau reunian?" Tanya Randy yang bingung dengan sikap Alex, kalau cuma mau berkunjung ke Sma Garuda kenapa harus buru-buru seperti itu pikirnya.
"Gue mau jemput Cia, Udah ya gue cabut dulu bro takutnya nanti dia kelamaan nungguin gue." Ucap Alex sambil masuk ke dalam mobilnya.
"Astaga dasar pasangan bucin gak pernah berubah." Ucap Randy yang benar-benar tak habis pikir dengan sikap Alex. Hanya karena ingin bertemu Cia dia harus buru-buru seperti itu.
Alex yang siap mengemudikan mobilnya tiba-tiba mengurungkan niatnya ketika mendengar hpnya berbunyi.
Wanita Murahan (Fania)....
"Ada apa?" Tanya Alex to the point. Dia benar-benar kesal karena wanita licik itu menghubunginya diwaktu yang tidak tepat.
"Honey kamu dimana." Suara Fania dari sana dengan nada manjanya.
"Ada apa?" Tanya Alex kembali dengan kata yang sama.
"Jemput aku di tempat biasa." Ucap Fania.
"Urusan ketemu dengan adek tiri gue." Tebak Fania dengan tepat. Fania tahu urusan penting bagi Alex adalah Cia.
"Iya memangya kenapa, dia pacar gue jadi loh gak usah ikut campur." Ucap Alex yang menahan emosinya setiap kali mendengar suara Fania.
"Gue tunggu 15 menit kalau loh tidak datang, gue jamin Cia akan mengetahui semuanya." Ucap Fania dengan senyum penuh kemenangan karena dia sangat yakin Alex tidak akan menolak ajakannya ketika dia sudah mengantakan hal tersebut.
Sedangkan Alex yang mendengarkan ancaman dari Fania pun hanya bisa memaki perempuan itu dalam hatinya "Dasar perempuan murahan." gumam Alex dengan kedua tangan mencengkram kuat kemudi mobilnya.
Setelah itu dia menjalankan mobilnya ketempat Fania berada. "Maafkan aku sayang." Ucap Alex lirih ketika mengingat wajah sang kekasih
Flash on
"Sayang apa yang kamu lihat itu tidak seperti kenyataanya." Ucap Alex dengan lembut.
"Terus kenyataannya seprti apa." Tanya Cia.
__ADS_1
"Gue harap loh jujur by." Gumam Cia dalam hati
"Sayang jujur aku tidak berniat mengingkari janji aku, sebenarnya tadi waktu jam kuliah aku selesai aku langsung ingin menjemput kamu namun pass waktu sudah di jalan tiba-tiba Randy nelfon aku katanya ada kelas tambahan jadi mau tidak mau aku harus balik ke kampus." Ucap Alex berbohong.
"Terus kenapa waktu aku telfon kamu, kamunya gak angkat terus ketika aku ulangi lagi tiba-tiba gak aktif. Dan apakah kamu bisa jelasin kenapa kamu bisa bersama dengan Fania." Tanya Cia dengan meminta penjelasan walaupun dia sudah menangkap sebuah kebohongan di mata kekasihnya.
"Aku gak angkat telfon kamu karena aku lagi fokus mengemudikan mobil, terus tiba-tiba hpku gak aktif karena tadi waktu dosen sudah masuk aku sengaja menonaktifkannya supaya tidak menganggu dan kenapa aku bisa bersama dengan Fania itu semua hanya kebetulan sayang. Waktu aku pulang dari kampus aku berencana datang langsung ke rumah kamu sayang untuk ketemu kamu.
Namun di pertengahan jalan aku lihat Fania yang berdiri dipinggir jalan sambil menunggu taksi karena dia baru pulang dari rumah temannya. Namun taksi yang dia tunggu tak kunjung datang makanya aku nawarin dia untuk pulang bersama aku karena searah." Ucap Alex panjang lebar sambil berbohong.
"Aku gak menyangka kamu bisa berbohong Lex." Gumam Cia dalam hati sambil menahan sesak didadanya ketika mengetahui kekasih yang selama ini menyayanginya kini tega membohonginya.
"Apakah tadi kalian singgah disebuah tempat." Tanya Cia. Alex yang mendengar pertanyaan dari kekasihnya pun mulai merasa takut.
"Apakah kamu tadi melihat aku disebuah tempat." Tanya balik Alex dengan perasaan was-was.
"Tidak, itupun kalau kamu gak datang ke rumah pasti aku tidak akan pernah melihat kamu. Karena sudah beberapa minggu kita gak ketemu." Ucap Cia sendu.
Alex yang melihat mendengar ucapan terakhir sang kekasih pun sangat sakit apalagi ketika melihat mata Cia yang tampak berkaca-kaca. Dia pun langsung memeluk erat tubuh kekasihnya itu.
"Maafkan aku sayang aku janji tidak akan mengulanginya lagi." Ucap Alex dengan mengecup puncak kepala Cia.
"Jangan pernah mengucapkan janji jika kamu hanya akan mengingkarinya." Ucap Cia yang mulai teruskan dipelukan sang kekasih.
"Aku janji sayang ini adalah kesalahanku yang terakhir." Ucap Alex yang sakit hati mendengar ucapan kekasihnya itu.
Dia sadar akan kesalahannya disatu sisi dia tidak mau kehilangan wanita yang sangat dicintainya ini namun disisi lain ada Fania yang tidak bisa dia abaikan begitu saja.
"Aku percaya sama kamu by." Ucap Cia tanpa melepaskan pelukan mereka.
"Trimakasih banyak sayang kamu sudah percaya sama aku." Ucap Alex dengan hati berbunga-bunga. Namun disisi lain dia tidak mungkin terus membohongi wanita yang dicintainya ini.
"Namun satu hal yang harus kamu ingat. Hubungan akan karam jika terlalu banyak penumpang didalamnya, aku harap kamu mengerti maksud aku by." Ucap Cia.
Deg!
__ADS_1
Alex yang mendengar itupun sontak diam. Dia tidak mau kalau hubungannya dengan Cia hancur karena dia juga paham arti dari ucapan tersebut.