
Setelah mengungkapkan keluh kesahnya ke sang pacar kini Cia sekarang duduk bertiga dikelas bersama kedua sahabatnya. Dia ingin curhat serta meminta pendapat sahabatnya tentang rasanya memiliki seorang ibu tiri dan saudara tiri.
Walaupun kedua sahabatnya tumbuh dalam keluarga yang lengkap tapi dia berharap mendapat sedikit pencerahan dari kedua sahabatnya.
"Hmmm" gumam Cia tapi masih bisa didengar oleh kedua remaja kembar tersebut.
"Why?" Tanya Riska yang penasaran dengan sikap Cia yang biasanya ceria sekarang diam seperti orang tidak punya semangat hidup.
"Kamu kenapa cantik" Ucap Siska sambil terkekeh seakan-akan bisa merasakan kalau sahabat cantiknya tersebut lagi dalam keadaan yang tidak baik.
Memang dari kedua sahabatnya tersebut Siska yang boleh dikatakan paling peka dibandingkan dengan saudara kembarnya yang agak lemot.
"Aku harus apa?" Tanya Cia dengan suara lirihnya sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Memangnya kamu kenapa?" Tanya Riska yang bingung dengan pertanyaan sang Sahabat.
"Kamu kenapa Cia? cerita sama kita" Ucap Siska yang benar-benar penasaran dengan sikap sahabat cantiknya.
"Ayahku ingin menikah lagi,tapi aku bingung aku harus apa?" Tanya Cia sambil menatap kedua sahabatnya yang sepertinya terkejut dengan kabar yang baru diucapkanya.
"What? kamu akan mempunyai ibu tiri yang jahat dong" Ucap Riska yang benar-benar kaget dengan kabar tersebut. Tapi ucapanya dapat membuat Cia semakin resah.
"Kamu gak bohong kan? Kenapa bisa? bukannya selama ini Ayah kamu tidak pernah memperkenalkan seorang wanita ke kamu? dan calon ibu tiri kamu masih muda atau sudah tua? " Tanya Siska dengan pertanyaan yang beruntun.
Cia yang mendengarkan pertanyaan Siska malah semakin pusing. Sedangkan Riska malah melongo mendengarkan deretan pertanyaan dari saudara kembarnya sekaligus sahabatnya itu.
__ADS_1
"Bisa tanya satu-satu gak. Gue lagi pusing malah tambah pusing dengan pertanyaan loh yang sangat banyak" Ucap Cia sambil memijit keningnya.
Mereka sebenarnya sudah sepakat menggunakan kata aku kamu, tapi ketika mereka sedang bad mood mereka biasa menggunakan kata loh gue.
"Sorry!!!" Ucap Siska sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"It's Ok gue tahu kalian pasti kaget sama seperti gue waktu Ayah meminta izin untuk menikah lagi." Ucap Cia
"Yang pertama gue gak bohong soal Ayah yang mau menikah lagi, untuk yang kenapa bisa kata Ayah dia butuh pasangan hidup, Ayah memang tidak pernah memperkenalkan seorang wanita jadi otomatis gue belum tahu wanita itu masih muda atau sudah tua." Sambung Cia.
"Atau jangan-jangan wanita tersebut lagi hamil makanya bokap loh buru-buru ingin menikahinya" Ucap Riska dengan pertanyaan konyolnya tetapi alasan tersebut bisa dikatakan masuk akal.
"Mungkin saja mereka sudah mengenal lama hanya saja mereka menunggu waktu yang tepat untuk terus terang ke loh." Ucap Siska dengan bijak.
"Menurut kalian gue harus apa?" tanya Cia dengan mata berkaca-kaca sambil menatap Riska dan Siska.
"Menurut gue sih loh jangan mau. Karena sinetron yang sering gue lihat ibu tiri itu jahat apalagi kalau dia juga mempunyai anak pasti dia juga akan jahat sama seperti ibunya dan biasanya saudara tiri itu selalu ingin merebut apa yang kita miliki.
contohnya kasih sayang Ayah kandung bahkan kekasih sekalipun dia rebut" Ucap Riska dengan semangat sambil mengingat sinetron yang sering dia lihat di laptopnya.
Cia yang mendengarkan setiap kalimat yang keluar dari mulut Riska semakin takut apalagi mengingat sang kekasih yang menjadi idola setiap kaum hawa pasti bukan masalah umum jika suatu saat nanti calon saudara tirinya melihat pacarnya pasti bakalan tertarik, apalgi mengingat calon saudara tirinya itu seorang perempuan. membayangkan saja dia tidak mampu apalagi kalau itu menjadi kenyataan.
"Huss dasar korban sinetron." Ucap Siska yang kesal dengan jawaban saudara kembarnya yang bukannya menyemangati Cia malah semakin membuatnya takut.
"Kalau menurut loh gimana Sis." Tanya Cia kepada Siska karena dia sadar dari kedua saudara kembar tersebut Siska yang paling bijak dan memiliki sikap dewasa, walau kadang dia juga bersikap bar-bar tapi dia pandai menempatkan diri.
__ADS_1
"Hmm... mungkin sebaiknya loh mencoba mengabulkan permintaan bokap loh, belum tentu bokap loh ingin menikah lagi karena ingin melupakan nyokap loh tapi mungkin dia ingin loh mendapatkan kasih sayang seorang ibu dan bokap loh memiliki teman komunikasi serta seseorang yang bisa mengurusnya.
Jadi saran gue loh coba ikhlas menerima apa yang diinginkan bokap loh, mungkin saja itu yang terbaik buat kalian dan kebahagiaan akan selalu ada di keluarga kalian." Ucap Siska dengan panjang lebar. Walaupun seandainya dia yang diposisi tersebut belum tentu bisa menerima.
Cia yang mendengarkan penjelasan panjang lebar dari sahabatnya tersebut mulai berfikir dan mencoba menerima orang baru yang akan masuk kedalam keluarganya. Sedangkan Riska malah bertepuk tangan dengan heboh karena merasa bangga memiliki saudara kembar yang bisa berfikir dewasa seperti Siska.
" Makasih sarannya Sis gue akan mencoba menerima semuanya, dan benar kata loh semoga dengan kedatangan calon ibu tiri dan kakak tiri gue membuat keluarga kami semakin bahagia." Ucap Cia
"Jadi calon ibu tiri loh itu sudah punya anak. cowok atau cewek?" Tanya Riska.
"Cewek". Ucap Cia
"Waa bisa bahaya nih, loh harus ekstra hati-hati kalau begini apalagi secara loh itu sangat cantik dan pintar ditambah lagi loh punya pacar yang good looking loh harus jaga baik-baik. Karena menurut sinetron yang gue lihat,-........"Ucap Riska yang belum selesai bicara tapi sudah di potong oleh Siska.
"Anggap saja ucapan Riska itu angin yang lewat." Ucap Siska cepat karena tidak mau jika sang adek kembarnya semakin berbicara aneh.
"Iya, btw thanks yah buat sarannya gue akan mencoba menerima semuanya demi kebahagian bokap gue." Ucap Cia dengan senyum manisnya.
"Iya sama-sama. kalau ada apa-apa bilang ke kita jangan memendamnya terlalu lama, kita akan selalu ada untuk kamu dan mendukung apapun keinginan kamu." Ucap Siska sambil tersenyum.
"Iya kita akan selalu ada untuk kamu, kalau saudara tiri loh jahat bilang langsung ke kita biar kita bantu kasih dia pelajaran" Ulang Riska sambil terkekeh langsung memeluk Cia diikuti oleh Siska sambil geleng-geleng kepala mendengarkan ucapan saudara kembarnya yang seperti candaan tapi memang benar adanya.
"Trimakasih banyak guys." Ucap Cia sambil membalas pelukan sahabatnya.
Cia benar-benar merasa beruntung memiliki sahabat seperti Riska dan Siska yang selalu ada untuknya tanpa memandang status sosial mereka.
__ADS_1