Pembalasan Sang Yatim Piatu

Pembalasan Sang Yatim Piatu
21. Liburan


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi. Namun terdapat seorang gadis cantik yang masih setia di dalam mimpinya. Hingga dering hpnya berbunyi, tertera nama Siska didalam. Dia pun terpaksa bangun lalu mengangkat panggilan telfon tersebut.


📞 Halo." Ucap Cia dengan suara seraknya khas orang baru bangun tidur.


📞 Loh baru bangun ya." Tanya Siska.


📞 Iya memangnya kenapa? tumben loh telfon gue pagi-pagi buta begini." Ucap Cia kesal. Yang belum terlalu kembali dari alam sadarnya.


📞 Pagi-pagi buta kata loh, ini udah jam 8 pagi." Ucap Riska.


📞 Lah kok jadi loh sih Siskanya mana." Ucap Cia yang heran kenapa malah suara Riska yang dia dengar.


📞 Dia lagi mandi rencananya kita mau ajak loh keluar makanya kita telfon loh. Karena 4 hari lagi gue dan Siska akan ke Singapura jadi rencananya 3 hari yang tersisa kita gunakan untuk menghabiskan waktu barang loh." Ucap Riska panjang lebar.


📞 Yaudah kalau begitu gue siap-siap dulu." Ucap Cia.


📞 Ok jangan pake lama." Ucap Riska sambil mematikan hpnya. Tanpa menunggu jawaban dari Cia.


Namun Cia hanya tidak ambil pusing dengan sikap sahabatnya itu. Cia kemudian membuka jendela kamarnya sehingga sinar matahari pun menembus masuk ke dalam kamarnya.


Cia baru ingat kemarin malam dia baru bisa tidur pass subuh. Gara-gara menangisi sikap Alex yang sungguh membuatnya kecewa ditambah sampai sekarang laki-laki tersebut belum mengabarinya.


"Loh dimana sih Lex gue harap loh baik-baik saja." Ucap Cia dengan perasaan khawatir, walaupun dia sakit hati dengan apa sikap Alex namun jauh dilubuk hatinya dia mengkhawatirkan keadaan kekasihnya itu.


Sehingga 30 menit kemudian Cia pun sudah rapi dengan baju kaos warna putih dipaduhkan dengan rok diatas lutut, dan rambut yang diikat seperti ekor kuda. Sungguh penampilan yang sangat cantik dan menambah kesan imut bagi siapapun yang melihatnya.



📩 Cia keluar gak loh kita sudah ada didepan rumah loh nih." Pesan Riska.


Cia pun langsung keluar dari kamarnya kemudian melangkahkan kakinya kepintu depan. Tidak lupa dia juga menguncinya kembali karena dia masih ingat bahwa ayahnya masih berada dikampung neneknya Fania yang entah kapan mereka disana, yang pastinya sang ayah berpesan mungkin beberapa hari lagi baru pulang.


"Kita mau kemana nih." Tanya Cia ketika sudah masuk kedalam mobil Siska.

__ADS_1


"Gimana kalau kita ke Garden kafe aja, disana bagus bangat untuk cuci mata." Ucap Riska sambil membayangkan muka cogan yang akan dia lihat.


"Ok." Ucap Siska pasrah. Sedangkan Cia hanya diam sambil melamun.


Hingga keheningan pun melanda mobil tersebut. ketiga gadis cantik itu sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Garden Cafe


Dan disinilah mereka disebuah cafe yang terkenal dengan pengunjungnya yang didominasi kaum milenial.


"Oh yaCia gimana dengan acara anniversary kalian? Pasti kalian sangat romantis ya? btw Alex ngasih loh apa?" Tanya Riska beruntun.


Namun sebelum Cia menjawab seorang pelayan datang mengantarkan pesanan mereka.


"Mending kita makan dulu gue sangat lapar nih." Ucap Cia dibalas anggukan oleh kedua sikembar tersebut.


"Sekarang loh jawab pertanyaan gue tadi." Ucap Riska sambil membayangkan moment romantis kedua pasangan yang terkenal bucin tersebut.


"Gue harus jawab apa kalau Alex tidak datang." Ucap Cia sendu.


"Gak usah bohong loh." Ucap Riska yang merasa sahabatnya tidak mau menceritakan moment romantisnya dengan si Alex.


"Gue gak bohong dia memang gak datang." Ucap Cia dengan mata berkaca-kaca ketika mengingat bahwa moment anniversary mereka yang seharusnya menjadi sebuah moment indah buat mereka malah memberikan kekecewaan yang teramat besar baginya.


Hingga mau tdak mau Cia pun menceritakan kepada sahabatnya tentang Alex yang tidak datang ke restaurant, hingga dirinya yang harus menunggu berjam-jam hingga restaurant itu tutup dan terlebih sampai sekarang orang yang ditunggu belum memberinya kabar sama sekali.


"Brengsek bangat tu Alex, gue udah pernah bilang sama loh waktu itu mending loh putusin tapi loh masih ngeyel buat pertahanin dia." Ucap Riska emosi yang tidak terima sahabatnya diperlakukan seperti itu.


"Tapi Alex benar-benar berubah waktu gue kasih dia kesempatan. Dia tidak pernah mengabaikan gue lagi." Ucap Cia yang tidak mau Alex disalahkan.


"Tapi buktinya sekarang dimoment yang seharusnya

__ADS_1


kalian rayakan dengan indah laki-laki brengsek itu tidak datang kan." Ucap Riska yang kesal dengan Cia yang seperti perempuan bodoh hanya karena cinta.


"Tapi mungkin dia ada urusan yang mendesak sehingga tidak bisa datang." Ucap Cia berusaha berfikiran positif.


"Astaga Cia kenapa loh jadi perempuan bodoh sih kalau memang dia punya urusan yang sangat penting, pasti diakan mencoba mengabari loh bukan menghilang tanpa kabar seperti ini." Ucap Riska menahan emosinya sedangkan Cia hanya diam karena yang diucapkan sahabatnya benar.


"Mending kalau loh udah ketemu sama Alex coba loh minta penjelasan ke dia. Kenapa LAGI-LAGI dia mengingkari janjinya." Ucap Siska sambil menekan kata LAGI-LAGI.


Karena dia juga sebenarnya sudah mulai mencium ada bau-bau yang tidak beres dengan hubungan Alex dan Cia. Apalagi ketika mendengar penjelasan dari sahabatnya dia semakin yakin ada yang disembunyikan Alex.


"Itupun kalau Alexnya mau jujur tapi kalau dia berbohong." Ucap Riska kesal.


"Gue cuma minta loh tanya baik-baik ke dia dan loh harus tegas demi kepastian hubungan kalian. Jujur gue juga gak terima dengan sikap Alex yang seperti itu tapi gue harap loh harus bisa berfikir luas mana yang bisa dipercaya mana yang tidak." Ucap Siska bijak.


"Dan gue harap apapun kenyataannya nanti kamu harus jalanin dan menerima apapun yang terjadi." Sambung Siska.


"Iya gue akan minta penjelasan ke Alex kenapa dia tega memperlakukan gue seperti ini." Ucap Cia.


"Ok untuk urusan Alex nanti loh minta penjelasan ke dia. Sekarang kita mau ngajak loh liburan ke puncak selama 3 hari. Hitung-hitung untuk merayakan hari perpisahan kita sebelum pergi menuntut ilmu ke negara yang berbeda." Ucap Riska sambil mengalihkan pembicaraan mereka. Dia tidak mau jika sahabatnya ini harus berlarut-larut dalam kesedihannya.


"Kita berangkatnya kapan?" Tanya Cia antusias. Dia ingin melupakan sejenak masalahnya dengan Alex.


"Sekarang kita sudah mempersiapkan semuanya dimobil tinggal kita pulang mengambil baju loh dan langsung berangkat." Ucap Riska semangat.


"Terus gimana dengan Bokap dan nyokap kalian." Tanya Cia.


"Tenang aja mereka sudah izinin kita kok." Ucap Siska.


"Ok baiklah." Ucap Cia.


"Yaudah sekarang kita pulang ambil pakaian loh dan kita langsung berangkat ke puncak." Ucap Siska. Dibalas anggukan kepala oleh Cia.


Hingga mereka pun meninggalkan cafe dan pulang ke rumah Cia.

__ADS_1


__ADS_2