Pembalasan Sang Yatim Piatu

Pembalasan Sang Yatim Piatu
Wisuda


__ADS_3

"Tuan muda akhirnya anda sadar juga.".Ucap Alvin merasa lega melihat Vino sudah sadar.


"Apa yang kamu rasakan sekarang Vin?" Tanya Dokter Dimas.


"Kepalaku sedikit pusing." Ucap Vino sambil memegang kepalanya.


"Itu hal biasa karena kamu baru saja meminum obat perangsang dalam dosis yang sangat tinggi. Tapi tenang saja aku sudah menyuntikkan obat penenang namun kamu akan merasa sedikit lemah dan kurang bersemangat, tapi itu hanya beberapa jam saja." Jelas Dokter Dimas.


Vino yang mendengar penjelasan dari Dokter muda tampan sekaligus sepupunya hanya menganggukan kepalanya. Dia merasa tidak memiliki tenaga untuk sekedar berdiri.


"Tuan muda apa yang akan kita lakukan untuk kedua perempuan murahan itu?" Tanya Alvin.


"Hmm biarkan saja dulu. Sekarang belum waktunya untuk membalas mereka." Ucap Vino.


"Tapi bagaimana dengan nona Clara yang sudah berada dimarkas Tuan." Ucap Alvin yang mulai takut karena merasa telah mengambil keputusan seenaknya..


"Itu lebih bagus. Tahan dia untuk beberapa hari jangan sampai dia bisa kabur, perketat penjagaan dimarkas karena kemungkinan besar ayahnya tidak akan tinggal diam jika mengetahui putrinya hilang." Ucap Vino dingin.


"Buat anak buah kita disana untuk bermain-main dulu dengannya karena perempuan seperti itu pasti tidak akan bisa menolak. Setelah itu saya sendiri yang akan menghabisi nyawanya." Sambung Vino dengan senyum devilnya yang mampu membuat siapapun akan merasa ketakutan.


"Terus untuk nona Rebecca sendiri kita harus bagaimana Tuan?" Tanya Alvin merasa lega karena ternyata keputusannya tidak salah.


"Saya sudah bilang biarkan saja dulu. Buat dia seolah-olah telah menang diatas kita, karena saya yakin cepat atau lambat dia sendiri yang akan datang menyerahkan nyawanya ." Ucap Vino dingin.


"Baik Tuan saya mengerti." Ucap Alvin sambil menunduk hormat.


Sedangkan Dokter Dimas hanya diam saja sambil menyimak pembicaraan kedua pria tampan didepannya. Dia tahu apa yang telah terjadi tapi dia memilih untuk diam karena dia yakin Vino pasti sudah memiliki sebuah rencana. Tapi satu hal yang tidak Dokter Dimas ketahui tentang sepupunya mengenai Vino yang bergabung dengan dunia bawah.


"Oh ya Vin bagaimana kabarnya Uncle dan aunty di Indo?" Tanya Dokter Dimas mencoba memecah keheningan diantara mereka.


"Mereka baik-baik saja, kapan kamu akan mengunjungi mereka?" Tanya Vino.


"Untuk sekarang aku gak tahu soalnya aku sangat sibuk di RS." Jawab Dokter Dimas.

__ADS_1


"Itukan RS punya kamu sendiri kenapa kamu terlalu sibuk mengurusi pasien? Kan masih banyak dokter yang lain." Ucap Vino.


"Kamu sendiri kenapa terlalu sibuk mengurusi perusahaan?" Tanya Dokter Dimas.


"Itukan tanggung jawab saya." Jawab Vino datar.


"Sama halnya dengan saya yang memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola RS. Selain itu saya ingin semua pasien saya selalu merasa puas dengan pelayanan yang kami sediakan." Jawab Dokter Dimas.


"Hmmm." Gumam Vino pelan.


...*ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


1 tahun kemudian


2 tahun kemudian


3 tahun* kemudian


Berkat usaha dan kerja kerasnya sehingga dia dapat memperoleh beasiswa di sebuah Universitas ternama yang menjadi impiannya selama ini. Tepat hari ini perempuan cantik tersebut sekarang mendapatkan gelar Sarjana dalam masa pendidikan yang hanya ditempuh dalam jangka waktu 3 tahun lebih.


Karena kecerdasannya perempuan cantik tersebut dapat menyelesaikan pendidikannya dalam waktu yang singkat. Dalam acara wisuda pun nama perempuan cantik tersebut meraih nilai IPK yang paling tinggi dibandingkan yang lainnya.


Tentu hal tersebut membuat dirinya puas dan berhasil membuat kedua orang tua angkatnya bangga. Mereka datang dari Indonesia demi bisa mendampingi Leticia. Namun jauh dalam lubuk hati perempuan cantik tersebut terdapat kesedihan yang mendalam karena kedua sahabatnya sekaligus saudaranya tidak bisa datang karena mereka sedang magang disebuah perusahaan ternama di Singapura.


Dalam waktu 3 tahun pula Leticia tidak pernah lagi bertemu dengan Vino yang disebut laki-laki mesum. Pertemuan terakhir mereka ketika melihat Vino dan Rebecca dalam sebuah hotel. Tentu hal tersebut membuat Leticia jijik dan benci kepada laki-laki tersebut.


"Mami dan Papi sangat bangga sama kamu sayang." Ucap kedua orangtua angkat Leticia sambil memeluk perempuan cantik tersebut.


"Trimakasih Mi Pi." Ucap Leticia sambil membalas pelukan kedua orangtua angkatnya dengan air mata yang menetes. Dia bersyukur masih memiliki orangtua angkat yang benar-benar menyayanginya seperti anak kandung mereka sendiri.


"Ayah ibu seandainya kalian masih hidup pasti sekarang kalian yang akan menemani Cia. Sekarang Cia sudah menjadi Sarjana sesuai dengan impian kalian, mohon selalu sertai Cia. I love U ayah ibu." Doa Leticia dalam hati sambil meneteskan air matanya.


"Pasti orangtua kamu diatas bangga memiliki putri seperti kamu." Ucap Mami Sinta yang seakan-akan mengerti apa yang dirasakan perempuan cantik didepannya.

__ADS_1


"Iya mi." Ucap Cia sambil menghapus air matanya. Kemudian melepaskan pelukan mereka.


"Leticia." Teriak perempuan cantik dengan membawa sebuah bunga dengan ukuran yang besar.


"Congratulations teman cantikku." Ucap perempuan cantik tersebut yang tak lain adalah Cassandra sambil menyondorkan bucket bunga yang dibawahnya.


"Thanks ya." Ucap Cia sambil memeluk Cassandra.


"You are welcome." Ucap Cassandra sambil membalas pelukan Leticia.


"Gue benar-benar bangga sama loh. Kita yang awalnya seangkatan kini harus harus terpisah karena loh yang sudah wisuda sedangkan gue harus menunggu satu tahun lagi." Ucap Cassandra sambil melepaskan pelukan mereka.


"Yang sabar ya dan tetap semangat jangan pernah menyerah." Ucap Leticia.


"Pasti dong." Ucap Cassandra dengan senyum manisnya.


"Oh ya kenalin ini mami dan papi gue." Ucap Leticia sambil memperkenalkan kedua orangtua angkatnya.


"Hello uncle and aunty, saya Cassandra teman Leticia." Sapa Cassandra sambil memperkenalkan dirinya kemudian mencium punggung tangan kedua orangtua paruh baya tersebut secara bergantian.


"Hai cantik saya mami Leticia dan ini papinya." Ucap Mami Sinta lembut.


"Aunty apakah hari ini saya bisa membawa Leticia keluar jalan-jalan sebagai tanda perpisahan kami." Ucap Cassandra hati-hati.


"Maaf nak tapi aunty dan uncle akan mengajak Cia keluar sembari merayakan hari kelulusannya." Jawab Mami Sinta lembut. Karena sudah sejak kemarin malam mereka merencanakan akan merayakan acara kelulusan Cia disebuah restaurant mewah yang telah mereka booking.


"Hmm begitu ya aunty?" Tanya Cassandra dengan suara lemas. Dia yakin Leticia pasti akan kembali ke Indonesia makanya dia ingin mengajak Leticia keluar sebelum mereka berpisah.


"Besok saja ya." Ucap Leticia yang merasa tidak enak hati apalagi melihat Cassandra yang sepertinya kecewa.


"Serius?" Tanya Cassandra semangat.


"Iya dua rius malah." Ucap Leticia terkekeh.

__ADS_1


__ADS_2