
Disebuah rumah sederhana tepatnya di ruang keluarga terdapat sepasang pengantin baru yang duduk sambil berpegang tangan, sedangkan didepan mereka terdapat dua putri cantik yang sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing.
"Cia sayang." Ucap pak Rudi sambil menatap sang anak yang dari tadi sibuk melamun.
"Ada apa Ayah?" Tanya Cia.
"Kamu tidak mau berkenalan dengan ibu sambung kamu?" Tanya pak Rudi kepada sang anak.
"Maaf yah Cia lupa." Ucap Cia yang merasa tidak sopan dengan orang didepannya.
"Untuk sekarang ayah bisa maklumi. Ayo kenalan dengan ibu kamu." Ajak pak Rudi.
"Maaf tan Cia sudah bersikap tidak sopan." Ucap Cia sambil berdiri menyalami tangan sang ibu sambung.
"Tidak apa-apa sayang. Tapi sekarang kalau boleh jangan panggil tante lagi dong tapi panggil ibu kan sekarang kamu juga menjadi anak ibu." Ucap ibu Megi dengan suara lembutnya sambil mengusap puncak kepala Cia dengan pelan.
"Iya tan.... eh maksud Cia ibu." Ucap Cia sedikit terbata-bata karena baru sekarang dia kembali memanggil seorang ibu semenjak kepergian sang ibu kandung selama-lamanya.
"hhh ibu tahu semua butuh waktu kok yang penting Cia mau berusaha menerima kehadiran ibu dan Fania disini." Ucap ibu Megi sambil menatap Cia dan Megi bergantian.
"Cia sekarang kamu juga sudah mempunyai kakak namannya Fania dia adalah anak kandung dari ibu sambungmu yang berarti sekarang sudah menjadi kakakmu karena Fania tua 1 tahun dari kamu." Ucap pak Rudi sambil memperkenalkan Fania kepada anak kandungnya.
"Halo kak kenalin aku Cia, semoga kita bisa menjadi saudara yang selalu kompak dan melindungi." Ucap Cia sambil mengulurkan tanganya ke Fania sebagai tanda perkenalan. Dia berfikir tidak ada salahnya mencoba menjalin hubungan yang baik dengan kakak tirinya itu
Selain itu dia juga punya teman yang bisa diajak mengobrol apalagi selama ini dia biasa merasa kesepian tinggal dirumah sendiri ketika ayahnya pergi bekerja.
"Halo nama kakak Fania, semoga kita juga bisa menjadi kakak adek yang selalu mendukung." Ucap Fania sambil membalas uluran tangan dari Cia.
"Bagus ayah harap kalian menjadi saudara yang selalu akur dan selalu menyayangi layaknya saudara kandung." Ucap pak Rudi yang merasa senang melihat sang putri yang kelihatanya sudah mulai menerima kehadiran ibu dan kakak tirinya.
__ADS_1
"Cia ibu pernah mendengar dari ayah kamu kalau kamu sekolah di SMA ***?" tanya Ibu Megi.
"Iya bu, Soalnya Cia dapat beasiswa sekolah disana." Ucap Cia
Sedangkan Fania yang baru mengetahui kalau ternyata adek tirinya itu sekolah di SMA*** yang merupakan sekolah elite tersebut sangat kaget apalagi dia tahu kalau siswa yang sekolah disana mayoritas orang kaya.
Apalagi ketika mendengar bahwa adek tirinya itu bisa sekolah disana karena dapat beasiswa jadi dia mulai berfikir berapa IQ yang di miliki adek tirinya secara untuk anak beasiswa disekolah tersebut memiliki IQ yang tinggi bahkan bisa dikatakan diatas rata-rata.
"wow ibu bangga sama kamu. Pasti banyak laki-laki yang mengejar kamu?" Tanya ibu Megi yang mulai penasaran dengan anak tirinya itu.
"Pasti apalagi Cia ini primadona sekolah." Ucap pak Rudi bangga.
"Gak salah sih, karena kamu memang sangat cantik." Puji ibu Megi yang benar-benar terpana dengan kecantikan anak tirinya tersebut, bahkan dia mengakui kalau kecantikan anak tirinya ini sangat tidak sebanding dengan Fania yang tidak terlalu cantik.
Sedangkan Fania yang mendengarkan semua orang memuji adek tirinya mulai merasakan panas dihatinya.
"Trimakasih tapi ibu dan kak Fania juga cantik." Puji Cia yang seakan-akan bisa merasakan kalau kakak tirinya itu tidak suka dengan ucapan sang ibu kepadanya.
"Iya Fania juga cantik." Puji pak Rudi yang juga peka dengan sikap Fania.
"Semua perempuan cantik." Ucap ibu Megi sambil terkekeh.
"Fania sekarang kamu pergi tidur yah karena besok kamu sudah ujian." Perintah ibu Megi.
"Jadi kak Fania sebentar lagi lulus dong, rencana kakak mau melanjutkan dimana nanti kalau sudah lulus." Tanya Cia kepada kakak tirinya.
"Belum tahu dek, untuk kuliah rasanya kakak tidak ada minat kesana apalagi otak pas-pasan." Ucap Fania.
"Nanti kapan-kapan kita bicarakan hal tersebut, kalau saran dari ayah lebih baik kamu melanjutkan ke perguruan tinggi. Nanti ayah usahakan buat bisa membiayai uang kuliah kamu sama Cia." Ucap pak Rudi.
__ADS_1
"Iya aku harap kakak nanti mau lanjut ke perguruan tinggi. biar kita perempuan bisa memiliki masa depan yang cerah." Ucap Cia.
"Iya nanti Fania pikirkan lagi, kan ujian juga baru mau dimulai jadi masih ada waktu buat memikirkan hal tersebut secara baik." Ucap Fania cepat. karena jujur dia sangat malas yang namanya kuliah.
Buat Fania setelah selesai ujian dia punya tugas yang lebih penting, yang tidak akan membuatnya pusing.
tapi saat ini dia masih berbuat baik dengan memberikan waktu untuk sang adek tiri bahagia dengan sang kekasih sebelum dia menghancurkan semuanya..
"Jangan ragu untuk meminta sesuatu sama ayah, selagi ayah masih mampu untuk memberikannya. anggap saja ayah ini ayah kandung kamu." Ucap pak Rudi sambil tersenyum hangat kepada Fania.
"Iya ayah, Fania pasti bakalan bilang ke ayah tapi untuk sekarang belum ada." Ucap Fania yang mulai merasa bahagia memiliki ayah tiri yang mau mempedulikanya. sedangkan ayah kandungnya tidak tahu kemana.
tapi tidak untuk adek tirinya yang semenjak acara pernikahan bokap dan nyokap mereka sudah masuk ke dalam list orang yang akan dia singkirkan.
"Baiklah sekarang kalian berdua pergi tidur ini sudah larut malam, termasuk kamu Fania jangan sampai terlambat besok apalagi kamu ujian." Ucap ibu Megi
Dia juga merasa bahagia karena sekarang sang anak sudah mulai merasakan kasih sayang seorang ayah.
karena ayah kandung Fania sendiri tidak mau bertanggung jawab atas mereka. Bahkan semenjak kehamilanya sampai sekarang laki-laki tersebut tidak tahu dimana.
Untung dia bertemu dengan ayahnya Cia yang sekarang sudah menjadi suaminya karena memang semenjak bertemu dengan pak Rudi dia mulai tertarik dengan laki-laki itu yang masih terlihat tampan dengan umur yang sudah tua. Dia melakukan berbagai cara buat memikat laki-laki tersebut sampai pada akhirnya ayah Cia jatuh juga ke dalam pelukanya.
"Ayah sama ibu kalian juga mau pergi tidur, kalian juga masuk ke kamar masing-masing dan langsung tidur jangan main hp terus." Ucap pak Rudi sambil berjalan kearah kamar bersama sang istri. maklum pegantin baru bawaannya pengen dikamar terus.
Diikuti dengan Cia dan Fania yang berjalan kearah kamar masing-masing kamar Fania dan Ticia bersebelahan.
Visual Leticia
__ADS_1