Pembalasan Sang Yatim Piatu

Pembalasan Sang Yatim Piatu
16. Pembicaraan Alex dan Leticia


__ADS_3

Cia yang merasa Alex hanya diam ketika mendengarkan ucapannya sontak melepaskan pelukannya, dan langsung menatap muka Alex yang mulai kelihatan tidak tenang. Tapi Cia mencoba untuk pura-pura tidak mengerti maksud dari reaksi Alex tersebut.


"Kamu kenapa sih by kok hanya diam saja." Ucap Cia dengan suara lembutnya.


"Aku gak kenapa-napa sayang." Ucap Alex berusaha menjawab dengan tenang takut sang kekasih curiga dengan sikapnya.


"Apa kamu gak setuju dengan apa yang ku ucapkan by." Ucap Cia sambil memincingkan matanya ke Alex. Seolah-olah mencurigai gelagat kekasih tampannya tersebut.


Alex yang melihat sikap Cia pun berusaha bersikap tenang dan mencoba menyakinkan sang kekasih dengan ucapannya.


"Aku setuju sayang, malahan sangat setuju. Aku harap hubungan kita akan baik-baik saja dan terhindar dari adanya orang ketiga. Jadi aku harap kamu harus selalu percaya sama aku dan jangan sampai kamu dekat dengan laki-laki lain kamu tahu kan aku paling benci pengkhianatan." Ucap Alex dengan tegas namun dia sendiri seolah-olah adalah laki-laki yang setia.


"Apakah aku harus selalu percaya padamu padahal kamu sendiri sudah mulai berbohong kepadaku." Gumam Cia dalam hati yang melihat sikap Alex yang egois


"Aku juga berharap hubungan kita baik-baik saja dan dijauhkan dari orang ketiga." Ucap Cia sambil menatap dalam mata sang kekasih kemudian kembali melanjutkan ucapannya yang sengaja dia jeda untuk melihat rekasi kekasihnya.


"Dan aku pun sama dengan kamu paling benci dengan namanya pengkhianatan bahkan sangat benci." Ucap Cia dengan dengan nada yang sulit diartikan.


"Bagaimana reaksi kamu terhadap laki-laki yang mengkhianati perempuannya?" Tanya Alex secara tiba-tiba sambil menatap wajah cantik kekasihnya itu dengan hati yang tak karuan takut dengan jawaban yang dilontarkan oleh Cia.


"Emangnya kamu khianati aku by." Tanya balik Cia sambil menatap tajam mata kekasihnya itu.


Alex yang mendengar pertanyaan Cia sontak gelagapan namun dia berusaha untuk menyakinkan kekasihhnya itu.


"Tidak sayang kamu tahu kan aku sangat sayang sama kamu mana mungkin aku menghianati kamu yang jelas-jelas menjadi rebutan laki-laki diluar sana." Ucap Alex dengan sedikit gombalan untuk menghilangkan rasa gugupnya.

__ADS_1


"Baguslah by aku juga sangat menyayangi kamu." Ucap Cia dengan senyum manisnya.


Alex yang mendengar ucapan Cia pun sangat senang dia memang yakin kalau kekasihnya ini sangat mencintainya jadi tidak mungkin dia bisa berpaling darinya.


"Btw kamu belum jawab pertanyaanku sayang." Tanya Alex lagi yang benar-benar penasaran dengan jawaban kekasihnya itu.


"Kamu benar-benar penasaran ya, sebelum aku kasih jawabannya. Bagaimana kalau seandainya aku yang mengkhianati kamu." Tanya Cia.


"Aku yakin kamu tidak akan mengkhianati aku sayang karena kamu sangat mencintai aku." Ucap Alex dengan PDnya.


"Iya aku memang tidak mungkin mengkhianati kamu tapi mungkin kamu yang akan mengkhianati aku." Gumam Cia dalam hati sambil tersenyum miris. Namun dia berharap semoga hal itu tidak terjadi.


"Aku memang tidak akan mengkhianati kamu karena aku percaya kamu juga tidak akan mengkhianati aku." Ucap Cia dengan sengaja mengatakan itu untuk melihat reaksi kekasihhnya.


Deg! Alex yang mendengar itu merasakan sakit hati yang sangat dalam.


"Aku percaya sama kamu sayang." Ucap Alex dengan bahagia.


"Kalau kamu tanya bagaimana reaksi perempuan jika dikhianati apalagi kalau perempuan tersebut sangat mencintai laki-laki tersebut pasti dia akan mengatakan. Teruslah mengejarnya tapi jika kamu lelah, menolehlah ke belakang ada aku yang selalu menantimu." Ucap Cia dengan santai.


Alex yang mendengar ucapan kekasihnya itu merasa disiram air es. Dia benar-benar tidak menyangka dengan reaksi kekasihnya itu padahal tadi hatinya sangat takut dengan jawaban yang akan keluar dari mulut Cia.


"Aku sangat yakin kamu akan selalu memaafkan aku sayang karena kamu sangat mencintaiku." Gumam Alex dengan senyum yang mengembang.


"Itulah kekuatan cinta ketika mengetahui pasangannya berbuat salah dia masih bisa memaafkannya dan bahkan menerimanya kembali." Ucap Alex dengan senyum yang terus mengembang.

__ADS_1


"Namun bagi aku itu berlaku untuk perempuan yang dibutakan oleh cinta. Cinta boleh tapi jangan sampai menjadi perempuan bodoh." Ucap Cia


Sedangkan Alex yang mendengarkan itu langsung diam dengan senyum yang mulai pudar diwajah tampannya.


"Karena bagi aku hal yang lebih buruk dari kematian adalah pengkhianatan. kamu tahu aku bisa memahami kematian tetapi aku tidak bisa membayangkan pengkhianatan. Dan jika ada masalah itu bisa diselesaikan dengan baik-baik bukan dengan cara berkhianat." Ucap Cia yang tidak menyadari bahwa apa yang barusan diucapkannya sangat tepat dengan keadaan Alex sekarang.


"Jadi apakah kamu tidak akan memaafkan orang yang berkhianat." Tanya Alex dengan hati yang sangat gelisah menanti jawaban kekasihnya itu.


"Aku cukup dewasa dalam memaafkan seorang pengkhianat, tapi aku tidak cukup bodoh untuk mempercayainya lagi. Dan pengkhianatan adalah hanya untuk orang yang tidak memiliki hati nurani.


Karena orang yang memilih berkhianat adalah orang yang siap menyakiti orang lain hanya untuk membuat diri mereka merasa lebih baik." Ucap Cia dengan menatap mata sang kekasih.


Duar!!! Alex yang mendengar jawaban kekasihnya itupun tidak tahu harus bagaimana. Takut jika perempuan yang sangat dicintainya meninggalkannya, kecewa karena ternyata sang kekasih tidak dapat menerima alasan seseorang buat berkhianat, dan sakit ketika dia harus membayangkan kehidupannya kelak tanpa ada Cia disisinya.


"Lex kamu kenapa kok malah bengong sih bukannya kamu sangat ingin mengetahui pendapat aku tapi kenapa setelah aku jawab kamu malah diam aja." Ucap Cia yang bingung dengan sikap sang kekasih.


Walau tidak bisa dipungkiri hantinya kini mulai merasa tak tenang takut jika Alex mengkhianatinya apalagi melihat reaksi sang kekasih yang sepertinya sedang menyembunyikkan sesuatu darinya.


"Aku hanya mencoba merenungkan baik-baik ucapan kamu sayang." Ucap Alex beralasan.


"Menangnya kenapa dengan ucapan aku Lex, apa ada yang salah atau kamu akan memaafkan jika ada orang yang mengkhianati kamu." Ucap Cia penuh selidik.


"Aku yakin Tuhan Alex adalah laki-laki yang setia, tidak mungkin dia mengkhianatiku. Apalagi jika dia sampai berkhianat dengan Fania aku benar-benar tidak akan sanggup menghadapinya." Gumam Cia


"Ti-dak sa-yang aku juga tidak akan pernah memaafkan orang yang berani berkhianat." Ucap Alex dengan terbata-bata yang semakin membuat Cia menatapnya penuh curiga.

__ADS_1


"Apa yang harus kulakukan Tuhan, aku tidak mungkin menceritakan semuanya ke Cia. Tetapi aku juga tidak akan mampu jika suatu saat dia meninggalkanku.


Dasar Fania sialan dia benar-benar perempuan licik tapi aku harus bagaimana aku tidak mungkin mengabaikannya." Gumam Alex dengan frustasi.


__ADS_2