Pembalasan Sang Yatim Piatu

Pembalasan Sang Yatim Piatu
23. Menikah


__ADS_3

"Vin loh mau ikut gak?" Tanya Dafa.


"Hmm." Hanya itu yang keluar dari mulut Vino kemudian melangkahkan kakinya ke atas kamar pribadinya yang berada dilantai 2 mansion mewah tersebut.


"Itu orang atau apasih?" Tanya Rian yang merasa jengkel dengan sikap Vino. Sedangkan Dafa hanya mengedikkan kedua bahunya.


Sedangkan dikamar pribadi bernuansa abu-abu tersebut terdapat seorang pria tampan yang sudah selesai mengganti pakainya. Namun ketika tangannya ingin mengambil kunci mobil diatas nakas tiba-tiba ponselnya berdering.


📞Halo." Ucap Vino setelah membaca nama yang tertera pada layar ponselnya.


📞Halo tuan, saya sudah mendapatkan informasi yang anda minta." ....


📞 Cepat katakan tidak usah basa-basi." Ucap Vino to the point.


📞 Alexander Putra Sanjaya merupakan kekasih dari Adolfina Leticia Santoso mereka sudah menjalin kasih selama 2 tahun, namun akhir-akhir ini hubungan keduanya mulai renggang karena sikap tuan Alex yang mulai berubah.


Ternyata tuan Alex berubah disebabkan oleh hadirnya orang ketiga bernama Dafania Lestari yang tak lain adalah kakak tiri dari nona Cia. Tapi baru-baru ini tuan Alex melangsungkan pernikahan dengan nona Fania, pernikahan tersebut diadakan di kampung nona Fania sendiri tepat pada saat anniversary ke-2 tuan Alex dan nona Cia."....


📞 Apa kamu yakin dengan apa yang kamu infokan barusan?" Tanya Vino yang merasa kurang yakin dengan informasi tersebut.


📞Informasi yang saya dapatkan itu 100% benar tuan dan saya juga memiliki foto dan video tentang pernikahan tuan Alex dan nona Fania."...


📞 Kirim foto dan video tersebut ke e-mail saya sekarang." Perintah Vino tegas.


📞 Baik tuan akan segera saya laksanakan."...


📞 Hmm." Kemudian Vino langsung mematikan panggilan telfon tersebut secara sepihak.


Setelah itu dia langsung melihat isi pesan yang masuk di emailnya. Pesan tersebut ternyata foto dan video pernikahan Alex dan Fania.

__ADS_1


" Laki-laki pengecut." Ucap Vino sinis.


"Vin loh mau ikut atau tidak." Ucap Dafa yang tiba-tiba datang dari belakang mengangetkan Vino.


"Ayo." Ucap Vino singkat kemudian menyimpan poselnya kedalam saku celananya.


"Loh lama bangat sih." Ucap Dafa.


"Bawel bangat loh." Ucap Vino kemudian melangkahkan kakinya keluar dari kamar dengan diikuti Dafa dari belakang yang sedang mengomel tak jelas.


"Kalian lama bangat sih." Ucap Rian kesal kemudian langsung masuk kedalam mobilnya.


"ini sih Vino yang lama bukan gue." Ucap Dafa. Sedangkan yang jadi tersangka malah masuk kedalam mobilnya tanpa memandang kearah sahabatnya.


"Woi Daf loh mau ikut atau tidak." Ucap Rian ketika melihat Dafa yang masih berdiri seperti patung di samping mobilnya.


"Ikutlah, tapi gue ikut mobil siapa secara gue gak bawah mobil dari rumah?" Tanya Dafa


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Perkebunan teh


"Kita mau kemana lagi nih?" Tanya Riska ketika mereka asik menikmati pemandangan yang ada diperkebunan teh tersebut.


"Kita cari makan dulu ya gue lapar bangat." Ucap Siska sambil mengelus perutnya, yang dibalas anggukan kepala oleh Cia dan Riska.


"Tapi ngomong-ngomong enaknya makan dimana ya?" Tanya Cia.


"Di warung yang disana aja kayaknya enak deh." Ucap Siska sambil menunjuk kearah warung sate yang tidak jauh dari mereka

__ADS_1


"Kuy lah." Ucap Cia dan Riska kompak.


30 menit kemudian mereka pun selesai dengan acara makan-makannya.


"Kita langsung pulang ajah yuk gue udah gerah bangat nih pengen cepat-cepat mandi ." Ucap Cia dengan mengibaskan-ibaskan kedua telapak tanganya didepan wajahnya.


"Iya gue juga udah capek bangat pengen langsung beristirahat." Ucap Riska.


"Ok lebih baik kita pulang dulu beristirahat besok baru dilanjutkan lagi. Mereka pun kembali ke Villa yang mereka tempati menginap.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Suasana dipuncak memang benar-benar adem." Ucap Dafa ketika mereka sudah turun dari mobil.


"Ini Villa yang akan kita tempati kan?" Tanya Rian.


"Iya ayo masuk besok baru kita pergi jelajahi tempat wisata disini." Ucap Dafa ketika melihat Vino sudah terlebih dahulu melangkahkan kakinya kedalam villa tersebut.


"Dasar si Vino kulkas 4 pintu." Ucap Rian kesal kemudian ikut masuk kedalam villa tersebut.


Di villa yang sama ketiga gadis cantik tersebut sudah sampai didepan pintu kamar mereka namun sebelum pintu terbuka suara Riska mengejutkan Cia dan Siska.


" Loh kenapa sih bikin orang kaget aja." Ucap Siska kesal sambil mengelus dadanya.


" Gue gak salah lihatkan." Ucap Riska sambil mengucek matanya melihat kearah kamar yang baru dimasuki seseorang yang tidak asing bagi mereka.


" Apa sih." Tanya Siska kesal.


"

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2