
Disebuah hotel mewah terdapat sepasang manusia yang sedang menikmati kegiatan panas tanpa mengingat status mereka.
"Baby permainanmu luar biasa." Ucap Seorang pria paruh baya sambil mengecup bibir wanita yang ada dibawahnya.
"Permainan daddy juga sangat luar biasa." Ucap Wanita dengan suara menggoda.
"Baby kamu sengaja menggoda aku ya atau kamu mau kita mengulangi satu ronde lagi?" Tanya Pria paruh baya dengan nada mesum.
"Udah dong daddy aku capek." Ucap Wanita sambil mendorong pria paruh baya tersebut.
"Tapi aku masih mau." Ucap Pria paruh baya tersebut.
"Daddy kan punya istri dan bukannya daddy juga baru selesai mendapatkan servis dari ibu." Ucap Wanita tersebut yang tak lain adalah Fania.
Sedangkan pria paruh baya tersebut adalah pria kaya yang sudah memiliki istri dan juga partner ranjang dari ibu Megi yang tak lain adalah ibu Fania sendiri.
Flashback
"Jadi apa rencana kamu sekarang sayang?" Tanya Ibu Megi.
"Ya seperti biasa Fania akan mencoba mencari simpati dari Alex dan untuk saat ini Fania akan membiarkan Alex bertemu dengan wanita murahan itu, tapi jika sudah tiba waktunya Fania akan mengambil semuanya." Ucap Fania
"Bagus! Ibu yakin setelah wanita itu lenyap kita akan dengan mudah menguasai harta keluarga Sanjaya dan kamu akan menjadi nyonya Sanjaya satu-satunya." Ucap Ibu Megi dengan senyum smirknya.
"Pasti dong bu, jangan sebut Fania jika tidak bisa melakukan hal sekecil itu." Ucap Fania dengan bangga.
"Pasti dong ibu selalu yakin dengan keputusan kamu." Ucap Ibu Megi.
Hingga obrolan anak dan ibu tersebut teralihkan dengan bunyi dari ponsel Fania. Yang tertera nama CEO Purnama.
"Hallo daddy." Ucap Fania dengan menatap sang ibu yang sibuk dengan ponselnya.
"Kamu dimana baby. Om kangen sama kamu." Ucap CEO Purnama dengan suara genitnya.
"Fania lagi berada dirumah daddy." Ucap Fania yang mengerti maksud dari ucapan CEO Purnama yang tak lain adalah Arya Purnama.
__ADS_1
Arya Purnama adalah CEO di perusahaan Purnama Group. Arya Purnama memiliki seorang istri dan dua orang anak. Namun hal itu tidak menjadikannya berhenti bermain wanita. Walaupun sudah tua tapi dengan kekayaan yang dia miliki mampu membayar wanita dengan mahal asal mau diajak keatas ranjangnya.
"Kamu sama siapa disitu baby, apa om boleh kesitu?" Tanya Pak Arya.
"Sama ibu daddy. Nanti biar Fania yang datang ke hotel seperti biasanya." Ucap Fania sambil menatap sang ibu yang juga sedang menatapnya.
"Baiklah baby om tunggu kedatangan kamu." Ucap Pak Arya dan langsung memutuskan panggilan secara sepihak.
"Siapa?" Tanya Ibu Megi. Walaupun dia sudah bisa menebak apa yang akan dilakukan putrinya kehotel.
Dia tidak marah karena dirinya juga seperti itu.
"Cuma partner ranjang kok." Ucap Fania santai.
"Ibu juga tahu tapi yang ibu tanya adalah namanya." Ucap Ibu Megi kepo.
"Rahasia dong bu. Kalau begitu Fania keluar dulu." Pamit Fania yang tak ingin sang ibu tahu jika dirinya sering bermain dengan partner ranjang ibunya sendiri.
"Kalau suami kamu pulang ibu harus jawab apa?" Tanya Ibu Megi.
"Haha dia tidak akan cariin Fania." Ucap Fania tertawa miris.
Sedangkan Fania langsung keluar tanpa mengabaikan ucapan ibunya.
Flash On
"Mereka tidak sehebat kamu baby." Puji Pak Arya dan langsung menindih tubuh Fania
"Iya dong daddy." Ucap Fania dengan gairah yang sudah naik.
Hingga mereka pun kembali melakukan hubungan terlarang dengan berbagai gaya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Vin." Ucap Daddy Regi ketika mereka sedang duduk santai diruang keluarga.
__ADS_1
"Apa dad?" Tanya Vino sambil menatap sekilas wajah sang daddy.
"Daddy mau minta tolong sama kamu Vin." Ucap Daddy Regi.
"Minta tolong ap dad?" Tanya Vino.
"Apakah kamu bisa menggantikan daddy mengunjungi kantor pusat di Paris, soalnya daddy barusan mendapat kabar dari orang kepercayaan daddy kalau keadaan keuangan lagi bermasalah karena ada yang berani korupsi dalam jumlah yang lumayan besar." Jelas Daddy Regi dengan berusaha menahan emosinya.
"Kurang ajar siapa yang berani bermain-main dengan keluarga De Metz." Geram Vino.
"Itulah mengapa daddy menyuruh kamu kesana. Supaya kamu yang langsung turun tangan untuk menyelidikinya karena sepertinya orang tersebut bukan orang yang sembarangan."Ucap Daddy Regi.
"Tapi bagaiamana dengan kuliahku dad?" Tanya Vino.
"Soal itu nanti daddy yang atur kamu sepertinya lupa kalau kampus yang kamu tempati adalah kampus keluarga kita." Ucap Daddy Regi.
"Bukan itu dad tapi masalahnya Vino lagi mengejar target supaya bisa wisuda secepatnya." Jawab Vino.
"Daddy akan kasih kamu waktu 2 minggu untuk menyelesaikan semua tugas kuliahmu setelah itu kamu harus pergi ke Paris untuk menyelidiki semuanya hitung-hitung kamu belajar mengelola perusahaan, walaupun daddy tahu kemampuan kamu juga sudah luar biasa." Ucap Daddy Regi tegas.
"Sekalian juga kamu mengunjungi adik kamu dan opa dan oma. Mereka sangat kangen sama cucunya yang dingin ini." Ucap Mommy Cantika yang ikut bicara.
"Baiklah dad akan Vino usahakan." Ucap Vino pasrah.
"Oh ya jangan lupa jika kamu sudah berada di Paris kamu juga harus mengunjungi kampus *** untuk melihat perkembangan kampus tersebut, karena daddy ingin tahun depan kamu melanjutkan S2 disana sekalian kamu akan daddy tugaskan untuk memimpin di kantor pusat." Ucap Daddy Regi.
"Apa gak secepat itu dad?" Tanya Vino yang merasa belum mampu. Apalagi jika harus ditempatkan di kantor pusat.
"Lebih cepat lebih baik. Daddy ini sudah tua jadi daddy ingin menghabiskan waktu daddy dengan menemani mommy kamu." Ucap Daddy Regi sambil memeluk pinggang sang istri yang ada disampingnya.
"Dan kalau perlu kamu cari menantu buat mommy ya." Terang Mommy Anggika.
"Hmmm." Gumam Vino.
JANGAN LUPA DI VOTE YA.
__ADS_1
BIAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT BUAT LANJUTKAN CERITANYA.
Follow instagram author (adolfina014)