Pembalasan Sang Yatim Piatu

Pembalasan Sang Yatim Piatu
50. Apartement


__ADS_3

Leticia pun kaget dengan tindakan Vino yang begitu lancang menciumnya. Namun ketika dia ingin melepaskan diri dari pria mesum didepannya, Vino malah semakin mendekap perempuan tersebut.


Leticia yang mulai lelah akhirnya menyerah, melihat Leticia yang sudah tidak memberontak membuat Vino langsung melanjutkan kegiatannya dengan mengigit pelan bibir Leticia yang tertutup rapat agar bisa terbuka.


Sontak aksi Vino membuat Leticia mengadu kesakitan dan refleks membuka mulutnya. Hal itu membuat pemuda tampan tersebut langsung memasukkan lidahnya dan mulai mengabsen setiap inci rongga mulut Leticia dan sesekali menyesapnya dengan lembut, hingga lama kelamaan Leticia yang awalnya menolak pun mulai terbawa suasana akibat ciuman Vino yang begitu lembut.


Kedua insan tersebut saling berperang lidah satu sama lain. saling melum*** dengan ciuman yang begitu lembut dan semakin panas. Hingga Leticia yang mulai merasa kehabisan nafas pun langsung melepaskan ciuman mereka.


"Loh mau buat gue mati ya." Ucap Leticia dengan nafas memburu. Dia benar-benar kehabisan nafas akibat ciuman Vino yang begitu brutal dan lama.


"Loh sudah tahukan semesum apa pria didepan loh ini. Bahkan loh begitu menikmati ciuman yang gue lakukan." Ucap Vino dengan sinis sambil mengusap lembut bibir Leticia yang mulai bengkak dengan ibu jarinya.


"Dasar pria mesum." Ucap Leticia sambil menghempaskan jari Vino secara kasar dari bibirnya.


"Hahaha gak usah sok menolak kalau loh sendiri juga begitu menikmatinya." Ucap Vino dengan rasa mengejek.


Leticia yang sadar dengan apa yang mereka lakukan barusan pun langsung pergi tanpa sepatah kata. Rasanya dia begitu malu serta seperti perempuan murahan yang dengan mudahnya terbuai oleh pria yang tidak memiliki hubungan apapun dengannya.


"Bodoh bangat sih." Umpat Leticia yang sedang berjalan meninggalkan cafe menuju apartementnya.


Lain dengan Leticia lain pula dengan pemuda tampan yang telah berhasil kembali menikmati bibir sexy yang sudah menjadi candunya.


"Ayo kita pergi." Ajak Vino kepada pengawalnya yang ditugaskan menjaga didepan toilet.


"Baik Tuan! Untuk tugas yang anda berikan menurut informasi yang saya dapatkan nona Leticia tinggal diapartement milik keluarga De Metz yang tak lain adalah apartement yang sama dengan tempat anda sekarang menginap." Ucap Pengawal tersebut sambil mengikuti langkah Vino dari belakang.


Sedangkan Vino hanya diam saja tanpa menyahuti ucapan pengawalnya.


"Nona Leticia tinggal dikamar no 13 tuan." Lanjut pengawal tersebut yang mengerti arti dari keterdiaman bosnya.


" Hmmm" Ucap Vino datar. Namun tidak ada yang tahu kalau pemuda tampan tersebut sedang tersenyum seakan-akan bahagia dengan informasi yang baru dia dengar.

__ADS_1


Apartement


"Ya Tuhan kenapa engkau selalu mempertemukan aku dengannya." Ucap Leticia sambil merutuki kebodohannya yang bisa-bisanya malah membalas ciuman dari pria yang dia benci.


"Mending gue mandi mudah-mudahan dengan berendam air dingin di bath up dapat menghilangkan bayangan pria itu dari pikiran gue." Ucap Leticia pada dirinya sendiri sambil melangkahkan kakinya kedalam kamar mandi.


Disisi lain Vino pun sudah sampai diapartement yang sama dengan Leticia. Gedung paling atas hanya terdapat 4 kamar yang paling besar dan mewah dibandingkan kamar lainnya. Privasi dilantai atas juga sangat terjaga dan aman. Sebagai pemilik apartement mereka memiliki lift khusus yang hanya bisa diakses oleh orang tertentu.


"Huuu hari yang sedikit menyenangkan." Gumam Vino sambil merebahkan tubuh tegapnya diatas ranjang king size miliknya.


"Manis." Ucap Vino ketika mengingat ciumannya bersama Leticia.


Vino yang kelelahan pun mulai memejamkan matanya dan tidak membutuhkan waktu lama Vino pun sudah terbang kedalam mimpi indahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mansion Keluarga Rebecca


Sebelumnya Rebecca mengirim pesan ke Clara untuk datang di mansionnya karena ada hal penting yang Rebecca ingin diskusikan dengan Clara.


"Menurut loh apa kedua perempuan miskin itu kenal dengan Vino?" Tanya Rebecca.


"Maksud loh Cassandra dan Leticia?" Tanya Clara balik.


"Iya siapa lagi kalau bukan mereka." Jawab Rebecca kesal setiap mengingat wajah Cassandra yang sudah dia anggap musuh terbesarnya sekarang.


"Mana mungkin perempuan miskin seperti mereka bisa kenal dengan Vino yang notabenya adalah pewaris perusahaan raksasa di Negara ini." Jawab Clara.


"Iya juga sih." Ucap Rebecca yang menyetujui ucapan sahabatnya.


"Jadi maksud loh ngajak gue kesini cuma mau tanyain itu?" Tanya Clara kesal. Dia merasa sudah membuang waktunya Demi hal yang sangat tidak penting.

__ADS_1


"Tidak! Gue ajak loh kesini karena gue ingin minta bantuan sama loh." Ucap Rebecca.


"Bantuan apa?" Tanya Clara penasaran.


"Gue ingin loh bantu gue buat dekat dengan Vino kalau bisa sampai Vino jadi milik gue seutuhnya." Ucap Rebecca sambil tersenyum manis mengingat wajah Vino yang baginya memiliki ketampanan yang tiada tanding.


"Hahaha jangan harap Vino bakalan jadi milik loh karena yang pantas memiliki Vino seutuhnya adalah cuma gue." Gumam Clara dalam hati sambil tersenyum sinis kearah Rebecca.


"Loh mau gue bantuin gimana?" Tanya Clara.


"Itu yang ingin gue bicarakan sama loh kira-kira apa yang bisa membuat Vino bisa jadi milik gue seutuhnya." Ucap Rebecca.


"Kalau loh mau jadikan Vino milik loh seutuhnya berarti loh harus menikah dengan dia." Ucap Clara yang merasa emosi dengan ucapannya sendiri.


"Tapi untuk membuat Vino nikah sama loh itu bukan hal yang mudah bahkan kemungkinannya sangat kecil." Lanjut Clara.


"Benar juga kata loh gue harus menikah dengan Vino setelah itu gue akan menjadi nyonya muda keluarga De Metz. Tapi gue bingung gimana caranya menjerat Vino agar mau menikahi gue. Kalau untuk mengajak dia naik keatas ranjang gue kayaknya itu tidak mungkin


Apa gue harus kasih dia obat perangsang agar dia mau tidur sama gue setelah itu gue akan meminta pertanggung jawaban dari dia." Ucap Rebecca dengan mata berbinar.


"Ide loh bagus juga. Apalagi sebentar lagi loh ulang tahun itu bisa menjadi kesempatan yang besar buat menjebak Vino agar mau tidur sama loh." Ucap Clara senang. Entah kenapa dia malah menyetujui usulan Rebecca padahal jelas-jelas dia juga ingin memiliki Vino seutuhnya.


"Bagus jadi acara ultah gue nanti akan menjadi awal buat gue masuk dikehidupan Vino." Ucap Rebecca senang.


"Gue minta loh yang harus mengurus semuanya jangan sampai buat gue kecewa apalagi kalau sampai rencana kita ini gagal." Lanjut Rebecca tegas.


"Loh tenang aja semua akan berjalan sesuai keinginan loh." Ucap Clara yakin.


"Gue percaya loh gak akan mengecewakan gue." Ucap Rebecca.


"Hahaha dasar perempuan bodoh di hari ulang tahun loh nanti kita akan lihat yang bisa memiliki Vino seutuhnya gue atau loh." Gumam Clara sambil menertawakan Rebecca yang sepertinya sangat bahagia dengan rencana yang mereka susun.

__ADS_1


__ADS_2