Pembalasan Sang Yatim Piatu

Pembalasan Sang Yatim Piatu
Cia dan Cassandra


__ADS_3

2 Minggu kemudian


Waktu berjalan begitu cepat, hari berganti hari, minggu berganti minggu. Sudah dua minggu Cia menjadi mahasiswi di Universitas impiannya. Tidak hanya di Indonesia ternyata Cia juga termasuk primadona di kampusnya.


Banyak mahasiswa seangkatan bahkan seniornya yang mencoba mendekatinya namun tidak ada seorang pun yang bisa. Cia hanya bersikap cuek dan dingin terhadap para laki-laki tersebut.


Dulu dia adalah perempuan yang mudah bergaul tapi semenjak pengkhianatan mantan kekasihnya membuat Cia menjadi perempuan yang tidak peduli dengan sekelilingnya.


Sudah dua minggu Cia menuntut ilmu dikampus tersebut dan dua minggu itu pula dia hanya bisa menyendiri karena belum memiliki teman.


Cia yang sedang fokus mengerjakan tugasnya di perpustakaan tiba-tiba dikagetkan dengan seorang gadis cantik berwajah blasteran.


"Hei apa gue boleh duduk disini?" Tanya Gadis cantik tersebut sambil menunjuk ke kursi yang kosong disamping Cia.


"Hmm boleh." Jawab Cia menatap sekilas perempuan tersebut.


"Btw kenalin nama gue Cassandra." Ucap perempuan tersebut sambil mengulurkan tangannya.


Cassandra De Metz adalah putri bungsu dari Regi De Metz dan Anggika De Metz yang tak lain adalah adik dari Alvino De Metz.


Namun dikampus tidak ada yang mengetahui kalau dia adalah keturunan De Metz. Cassandra sengaja menutupi identitasnya karena dia ingin mencari teman yang tulus tidak memandang status sosial.


Hingga suatu hari dia sering melihat Cia yang selalu menyendiri jika dikampus. Entah kenapa dia sangat penasaran dengan sosok Cia sampai-sampai dia memberanikan diri untuk mendekatinya.


"Nama gue Leticia." Ucap Cia sambil membalas uluran tangan dari Cassandra.


"Kalau boleh tahu loh ambil jurusan apa?" Tanya Cassandra yang sangat kagum dengan kecantikan Cia.


"*Pantas saja dia menjadi primadona kampus ternyata dia benar-benar sangat cantik, aku saja perempuan sangat mengagumi kecantikannya apalagi laki-laki." Gumam Cassandra dalam hati sambil terus menatap wajah cantik perempuan didepannya.


Padahal Cassandra sendiri juga termasuk idola para mahasiswa dikampusnya*.


"Akuntansi kalau kamu?" Tanya Cia yang mulai merasa risih dengan tatapan Cassandra.


"Kedokteran." Jawab Cassandra yang entah kenapa merasa nyaman berbicara dengan Cia.

__ADS_1


"Kamu orang asli sini ya?" Tanya Cia sambil memperhatikan penampilan Cassandra.


"Gue sebenarnya blasteran Prancis-Indonesia. Bokap asli Prancis kalau nyokap asli Indonesia." Jawab Cassandra.


"Berarti loh disini tinggal sama orang tua?" Tanya Cia. Yang tiba-tiba merasa penasaran dengan sosok Cassandra.


"Tidak. Gue disini tinggal sama opa dan oma. Bokap dan nyokap gue tinggal di Indo dengan kakak gue." Jawab Cassandra.


Sedangkan Cia hanya mengangguk-anggukan kepalanya.


"Kalau loh sendiri bagaimana?" Tanya Cassandra.


"Gue asli dari Indonesia." Jawab Cia.


"Jujur beberapa hari ini gue sering perhatiin loh yang selalu menyendiri bahkan selalu bersikap cuek dengan orang lain. Tapi ternyata loh itu banyak ngomong juga ya." Ucap Cassandra yang mulai mengetahui sifat asli dari Cia.


"Hmmm berarti selama ini loh sering ikutin gue ya?" Tanya Cia.


"Tanpa gue ikutin semua orang dikampus ini juga hampir mengetahui sifat primadona kampus mereka." Goda Cassandra.


"Udah gue duga sih.


Tapi baru kali ini juga gue bisa seakrab dengan orang lain." Ucap Cassandra.


"Oh." Gumam Cia.


"Bagaimana kalau kita jadi teman." Tawar Cassandra yang merasa Cia masuk kriteria untuk menjadi temannya.


Dia bisa melihat ketulusan dimata perempuan cantik tersebut tanpa di buat-buat.


Sedangkan Cia hanya diam saja tanpa mengiyakan tawaran tersebut.


"Oh kamu gak mau ya?" Tanya Cassandra lesuh yang melihat Cia hanya diam saja.


Cia yang mendengar itupun sontak tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


"Gue mau kok." Ucap Cia tersenyum dengan sedikit merasa bersalah.


"Loh serius? Jadi sekarang kita teman ya." Ucap Cassandra senang dan langsung memeluk Cia dengan erat.


"Uhuk uhuk loh mau bunuh gue ya." Ucap Cia sambil terbatuk-batuk karena Cassandra memeluknya dengan sangat erat.


"Sorry gue kesenangan jadi." Ucap Cassandra cengengesan sambil melepas pelukannya dari Cia.


Seketika kedua perempuan cantik tersebut sama-sama diam sambil mengerjakan tugas masing-masing.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Vin bagaimana dengan tugas kuliah kamu?" Tanya Daddy Regi yang berada diruang kerjanya.


"Udah beres dad." Jawab Vino tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya.


"Daddy harap sebelum kamu berangkat ke Paris semuanya harus selesai karena kemungkinan besar kamu akan lama disana." Ucap Daddy Regi.


"Emangnya kenapa dad? bukannya Vino kesana cuma ingin menyelidiki tentang siapa yang sudah korupsi." Ucap Vino yang langsung mengalihkan pandangannya kearah sang daddy.


"Iya memang kamu kesana hanya akan menyelidiki siapa yang sudah berani korupsi dikantor pusat. Namun minggu lalu daddy menerima informasi dari orang kepercayaan daddy disana, kalau orang yang sudah korupsi itu bukan orang sembarangan. Dalam kata lain dia dibantu oleh orang luar yang cukup berpengaruh.


Kamu tahu sendiri kan gimana ketatnya seleksi supaya bisa masuk di perusahaan De Metz. Jadi daddy harap kamu bisa menyelidiki semuanya dengan hati-hati dan kalau perlu kamu harus menggunakan pengawalan yang ketat untuk berjaga-jaga ." Jelas Daddy Regi sambil memperingati anaknya.


Sebenarnya dia sudah tahu siapa dalang dari semua permasalahan yang terjadi di perusahaan De Metz yang ada di Paris. Namun dia sengaja tidak memberitahukan putranya karena dia ingin tahu sampai dimana kemampuan Vino karena bagaimanapun dia yang akan mewarisi semua perusahaanya.


"Maksud daddy semua yang terjadi itu ada sangkut pautnya dengan mafia?" Tebak Vino yang seakan-akan bisa melihat raut kekhwatiran sang daddy.


"Iya dan daddy yakin semua itu didorong oleh rasa dendam dan juga iri terhadap keluarga De Metz." Ucap Daddy Regi.


"Apa Vino juga akan menggantikan posisi daddy dalam memimpin mafia?" Tanya Vino.


"Sebenarnya daddy tidak mau jika kamu menggantikan posisi daddy. Cukup daddy dan opa kamu yang terjun kedalam dunia kejam itu, tapi kamu tahu sendiri menjadi pemimpin berarti kita akan memiliki banyak musuh diluar sana.


Dan untuk bisa mengalahkan mereka kita perlu memiliki kemampuan yang besar dan untuk itu daddy harap kamu mau turun menggantikan daddy dalam memimpin mafia yang dibentuk oleh opa mu." Ucap Daddy Regi panjang lebar.

__ADS_1


__ADS_2