Pembalasan Sang Yatim Piatu

Pembalasan Sang Yatim Piatu
Usaha Alex


__ADS_3

Mobil Alex pun melaju meninggalkan parkiran kampus, dia harap Cia sudah kembali ke rumahnya karena beberapa hari ini dia sering mengunjungi rumah tersebut namun tidak menemukan orang yang dia cari.


Tok! Tok! Tok!


"Cia." Teriak Alex.


"Sayang buka dong pintunya." Lanjut Alex. Namun tidak ada jawaban dari dalam.


"Kamu kemana sih sayang, aku tahu kamu kecewa tapi jangan menghilang seperti ini aku gak kuat jika hidup tanpa kamu." Ucap Alex frustasi.


Hingga tiba-tiba ada suara seorang pria paruh baya yang memanggilnya.


"Maaf adik ini siapa dan kenapa teriak-teriak dirumah orang?" Tanya seorang pria paruh baya yang tak lain adalah ketua RT.


"Maaf pak nama saya Alex, saya mencari penghuni rumah ini." Ucap Alex sopan.


"Apa nak Alex sedang mencari nak Cia." Tebak pak RT yang merasa tak asing dengan wajah Alex.


"Iya pak, apa bapak pernah lihat Cia disini?" Tanya Alex semangat dia berharap mendapat informasi yang memuaskan dari seorang pria paruh baya didepannya.


"Kalau boleh tahu apa hubungan nak Alex dengan nak Cia?" Tanya pak RT sambil meneliti penampilan Alex dari atas sampai bawah. Selain tampan dia sepertinya anak orang kaya, fikirnya.


"Saya pacarnya pak." Jawab Alex dengan bangga.


"Oh pacarnya ya, kalian cocok nak Cia cantik sedangkan nak Alex ganteng pasti keturunan kalian nanti cantik dan ganteng." Puji pak RT tanpa menjawab pertanyaan Alex.


"Amin." Ucap Alex yang sebenarnya kesal karena dari tadi pertanyaannya selalu diabaikan namun mendengar pujian pria paruh baya tersebut membuat dirinya tersenyum bangga.


"Oh ya maaf nak Alex, terakhir bapak pernah lihat nak Cia disini setelah ayahnya dimakamkan, namun besoknya saya lihat nak Cia keluar dengan dua gadis cantik yang bapak tahu mereka adalah sahabat nak Cia karena mereka sering datang kesini." Jelas pak RT.

__ADS_1


"Apa setelah itu Cia tidak pernah lagi datang kesini?" Tanya Alex yang dia yakini kedua gadis cantik yang disebut pak RT adalah Siska dan Riska.


"Pernah nak Alex kemarin lusa saya melihat nak Cia datang kesini tapi dengan orang tua angkatnya. Tapi paginya mereka keluar dengan membawa satu koper kecil." Ucap pak RT.


"Orang tua angkat?" Tanya Alex bingung. Sejak kapan Cia memiliki orang tua angkat.


"Iya nak Alex itu yang saya dengar kemarin ketika bertemu dengan ayah angkat nak Cia disini. Tapi bukannya nak Alex adalah pacarnya nak Cia tapi kenapa sepertinya nak Alex tidak tahu tentang keberadaan nak Cia?" Tanya pak RT kepo.


"Saya dengan Cia lagi ada masalah sedikit pak, makanya saya kesini ingin bertemu Cia karena ingin menyelesaikan masalah diantara kami." Jawab Alex.


"Oh begitu, bapak harap nak Alex dapat lebih sabar menghadapi nak Cia, kasihan dia masih muda namun sudah menjadi yatim piatu. Bapak harap nak Alex dapat membahagiakan nak Cia karena dia adalah anak yang baik." Puji pak RT.


"Cia memang sangat baik tapi aku sudah mengecewakannya." Gumam Alex dengan rasa bersalah.


"Iya pak saya pasti akan membahagiakannya. Kalau begitu saya pamit pulang dulu pak." Pamit Alex.


"Hati-hati nak." Ucap pak RT yang juga mulai meninggalkan halaman rumah Cia.


"Kamu kemana sayang?" Lirih Alex yang masih menatap rumah sederhana didepannya.


"Maafin aku sayang, kembalilah aku benar-benar sudah menyesal." Ucap Alex.


"Aku harus kerumah sikembar aku yakin Cia ada disana dan pasti orang tua angkat yang dimaksud bapak tadi adalah orang tua sikembar. Karena selama ini mereka sudah menganggap Cia sebagai anaknya." Gumam Alex yang berharap bisa bertemu Cia disana.


Hingga Alex pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena sudah tidak sabar untuk bertemu wanitanya.


Hingga 45 menit kemudian dia sampai disebuah rumah yang tidak terlalu besar namun kelihatan mewah, jika dibandingkan dengan rumahnya rumah Siska dan Riska masih kalah mewah dari rumah Alex.


"Maaf anda mau mencari siapa ya?" Tanya pak satpam dengan sopan, karena dia yakin orang didepannya bukan orang sembarangan terlihat dari mobil yang di gunakannya merupakan mobil sport lamborghini.

__ADS_1


"Apa benar ini Rumah Siska dan Riska?" Tanya Alex pura-pura tidak tahu padahal dia pernah datang kesini untuk menjemput Cia.


"Anda siapa? ada urusan apa anda mencari nona kami?" Tanya pak satpam.


"Saya Alex apa bisa saya bertemu dengan mereka?" Tanya Alex sambil memperkenalkan dirinya.


"Maaf tapi nona Siska dan Riska sudah beberapa hari pergi ke Luar Negri." Jawab pak satpam.


"Ke Negara mana?" Tanya Alex.


"Maaf saya tidak tahu, saya hanya mendengar kalau nona Siska dan Riska melanjutkan kuliah mereka di Luar Negri." Ucap pak satpam berbohong. Sebenarnya dia tahu Siska dan Riska pergi ke Singapura tapi atas permintaan tuan rumah mereka tidak diperbolehkan mengatakan kepada orang asing ke Negara mana mereka pergi.


"Apa selain Siska dan Riska ada gadis lain yang berada dirumah ini?" Tanya Alex yang mulai merasa putus asa.


"Ada anak angkat Nyonya Sinta dan Tuan Regi mereka adalah sahabat nona Siska dan Riska." Ucap pak satpam.


"Apa nona baru kalian bernama Cia?" Tanya Alex yang kembali semangat.


"Iya benar." Ucap pak Satpam yang merasa bingung kenapa laki-laki tampan didepannya seperti begitu semangat mendengar nona Cia ada disini.


"Apa saya bisa bertemu dengannya?" Tanya Alex yang sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Cia.


"Maaf tapi nona Cia juga sudah 2 hari pergi." Ucap pak satpam.


"Pergi kemana?" Tanya Alex yang merasa khawatir dengan keadaan Cia.


"Maaf saya tidak tahu, tapi saya pernah mendengar kalau nona Cia juga pergi melanjutkan kuliahnya hanya saja nona Cia tidak satu kampus dengan Nona Siska dan Riska." Ucap pak satpam yang lagi-lagi menyembunyikkan keberadaan nona baru mereka.


"Kalau begitu saya pamit dulu." Pamit Alex.

__ADS_1


"Hati-hati." Ucap pak satpam sambil menatap Alex yang sudah memasuki mobilnya.


Lagi-lagi Alex harus merasa kecewa karena dia tidak bisa bertemu dengan Cia. Namun dia tidak akan menyerah.


__ADS_2