Pembalasan Sang Yatim Piatu

Pembalasan Sang Yatim Piatu
Gagal


__ADS_3

Clara yang diliputi hawa nafsu pun langsung menerjang Vino dengan ciuman yang liar. Namun sebelum Clara berhasil melakukannya tiba-tiba kamar mereka dibuka dengan sangat keras oleh seorang pria tampan yang kira-kira seumuran dengan Vino dan beberapa laki-laki berpakaian hitam yang memiliki postur tubuh yang tinggi tegap. Kelihatan tampan tapi menyeramkan.


"Tuan muda." Ucap Alvin yang tak lain adalah tangan kanan Vino. Dia benar-benar terkejut ketika melihat Tuan mudanya yang berada didalam kamar dengan seorang perempuan cantik.


Apalagi melihat kondisi mereka dia sepertinya bisa menebak apa yang telah terjadi.


Clara yang melihat kedatangan mereka pun sontak terkejut namun dia langsung mengubah ekspresi wajahnya dengan tersenyum smirk.


Clara bukannya berhenti dia malah semakin liar karena dia tahu Vino dalam pengaruh obat perangsang pasti dia tidak akan menolaknya karena dia membutuhkan pelampiasan.


Namun dugaan Clara salah walaupun Vino mati-matian menahan hasratnya tapi dia langsung turun dari ranjang dengan sempoyan. Alvin yang melihat kondisi Tuan mudanya langsung melangkah maju dan memapah tuannya keluar dari kamar tapi sebelum itu dia membius tuannya terlebih dahulu kemudian menatap Clara dengan tatapan membunuh setelah itu mendekat kearah anak buahnya.


"Siapa kalian kenapa datang menganggu kegiatan kami." Teriak Clara yang benar-benar emosi karena rencana yang sudah dipikirkan sematang mungkin harus gagal karena kedatangan mereka.


"Nona sudah berani menjebak Tuan muda kami itu berarti anda siap dengan konsekuensi yang akan anda terima." Ucap Alvin dingin . Namun dibalik ucapannya terdapat aura mencekam yang membuat siapapun akan merasa ketakutan.


"Apa maksud kamu? dia pacar saya tapi kalian yang sudah berani datang mengacaukan kegiatan kami." Sentak Clara takut dengan tatapan Alvin namun sebisa mungkin dia bersikap tenang.


"Urus dia kalian bisa melakukan apa saja kepadanya setelah itu jangan lupa bawah dia kemarkas." Ucap Alvin kepada anak buahnya yang terdiri dari 3 orang.


Mereka yang mendengar perintah dari tangan kanan bos mereka pun sontak tersenyum cerah. Siapa yang akan menolak jika ditawarkan barang yang sangat bagus.


"Baik bos." Ucap mereka serempak sambil menundukkan kepala mereka tanda hormat.


"Jangan berani mendekat." Ucap Clara yang mengerti dengan pembahasan keempat laki-laki didepannya.


"Selamat bersenang-senang." Ucap Alvin datar. Lalu keluar dari kamar sambil mengangkat tubuh Vino dengan bantuan sopir yang baru datang karena dihubungi oleh salah satu anak buah dari Alvin.


"Trimakasih banyak bos." Ucap mereka kembali kompak.


"Keluar kalian jangan berani-berani sama saya jika tidak maka kalian akan tahu akibatnya." Ucap Clara ketakutan ketika melihat tatapan ketiga laki-laki didepannya yang seperti ingin memangsanya.

__ADS_1


"Bukankah ini yang nona inginkan maka dengan senang hati kami memuaskan keinginan nona. Kami bertiga jamin nona tidak akan melupakan ini seumur hidup." Ucap salah satu dari laki-laki tersebut sambil mendekat kearah Clara diikuti oleh kedua temannya.


"Jangan." Teriak Clara. Namun ketiga laki-laki tersebut seakan tuli dan langsung menyerang Clara dengan brutal secara bergantian. Sedangkan Clara yang awalnya menolak pun ikut menikmati apa yang dilakukan ketiga laki-laki tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Apa yang telah terjadi dengan Vino?" Tanya Dokter Dimas yang tak lain adalah sepupu Vino dan menyandang gelar Dokter muda tampan, kaya dan tentunya menjadi idaman para kaum hawa.


Namun dirnya tidak jauh beda dengan Vino yang memiliki sikap dingin dan anti terhadap perempuan.


"Tuan muda sepertinya dijebak" Ucap Alvin datar.


"Dijebak?" Tanya Dokter Dimas terkejut.


"Iya Tuan muda dalam pengaruh obat perangsang." Ucap Alvin dengan muka temboknya.


"Astaga siapa yang berani menjebak pewaris dari keluarga De Metz. Apa dia sudah tidak sayang lagi dengan nyawanya, Bagaimana jika om dan tante tahu" Ucap Dokter Dimas.


"Lebih baik dokter memeriksanya sekarang untuk urusan orangtua Tuan muda saya rasa mereka pasti sudah tahu melalui anak buah yang dikirim Tuan besar untuk mengawasi Tuan muda dan Nona muda secara diam-diam ." Ucap Alvin dingin.


"Vino akan sembuh hanya dengan melampiaskan hasratnya." Ucap Dokter Dimas.


"Apa anda tidak salah, tidak mungkin Tuan muda akan melakukan hal seperti itu. Apa tidak ada cara lain?" Tanya Alvin.


"Ada tapi saya tidak yakin akan berhasil mengingat obat yang dia minum dalam dosis yang sangat tinggi." Ucap Dokter Dimas kurang yakin.


"Lakukan saja yang penting bukan dengan cara yang kotor." Perintah Alvin datar.


Dokter Dimas pun langsung menyuntikan sebuah obat kedalam tubuh Vino. Hingga beberapa menit kemudian Vino pun mulai bangun tapi sepertinya pengaruh obat tersebut belum hilang.


"Panas." Ucap Vino sambil mengipasi wajahnya dengan telapak tangannya.

__ADS_1


"Kenapa Tuan muda masih merasa kepanasan?" Tanya Alvin khawatir.


"Cepat bawah dia kekamar mandi dan rendam dia di bath up dengan air dingin karena sepertinya obat yang aku beri belum bereaksi." Ucap Dokter Dimas yang juga merasa khawatir melihat keadaan sepupunya.


"Bantu saya membawanya ke kamar mandi." Ucap Alvin. Dokter Dimas pun langsung membantu Alvin membawa Vino kedalam kamar mandi.


"Panas." Ucap Vino yang mulai tak karuan.


Hingga Vino direndam didalam bath up dengan air dingin. Vino yang awalnya terus memberontak akhirnya bisa diam karena sepertinya obat sudah bereaksi dalam tubuhnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan harinya di sebuah kamar hotel yang mewah. Terdapat seorang perempuan cantik yang baru bangun dengan penampilan yang acak-acakan.


"Gue dimana?" Tanya perempuan cantik tersebut kepada dirinya sendiri. Sepertinya kesadaranya belum pulih sepenuhnya.


Hingga ketika dia melihat pakaiannya yang berserakan dilantai. Sontak dia pun langsung tersenyum cerah.


"Akhirnya rencana gue berhasil." Gumam Rebecca dengan perasaan berbunga-bunga kemudian melihat kearah sampingnya yang ternyata kosong.


"Honey." Teriak Rebecca mencari keberadaan Vino.


"Honey apa kamu ada didalam." Ucap Rebecca ketika berada didepan pintu kamar mandi. Namun merasa tidak ada jawaban dia pun membuka pintu kamar mandi yang tidak terkunci dan ternyata kosong.


"Honey kamu kemana sih." Ucap Rebecca.


Namun dia merasa sepertinya orang yang dia cari benar-benar sudah tidak ada dikamar. Bukannya marah atau kecewa Rebecca malah tertawa dengan keras.


"Hahaha akhirnya kamu menjadi milikku seutuhnya honey dan sebentar lagi aku akan menjadi nyonya muda dari keluarga De Metz." Ucap Rebecca sambil tertawa.


"Honey aku akan kasih kamu waktu untuk sendiri setelah itu aku akan datang mengunjungi kamu dan mudah-mudahan kegiatan kita tadi malam dapat membuahkan hasil." Ucap Rebecca sambil mengelus perutnya dengan pelan.

__ADS_1


Visual Vino



__ADS_2