Pembalasan Sang Yatim Piatu

Pembalasan Sang Yatim Piatu
Meninggalkan Indonesia


__ADS_3

"Hmm." Gumam Dafa dengan sedikit keras hingga berhasil mengalihkan pandangan ketiga orang tersebut kepadanya.


"Loh kenapa?" Tanya Rian heran.


"Cia loh kesini sendirian ya?" Tanya Dafa tak jelas.


"Loh tolol atau pura-pura tolol udah tahu dari tadi Cia disini sendirian kenapa malah nanya lagi." Umpat Rian yang merasa kesal sendiri dengan pertanyaan sahabatnya.


Sedangkan Dafa hanya bisa mengaruk-garukkan kepalanya yang tidak gatal.


"To the point aja gak usah berbelit-belit." Ucap Vino yang sepertinya tahu Dafa sebenarnya ingin menanyakkan sesuatu.


Cia sendiri hanya diam saja sambil memainkan poselnya tanpa meladeni perbincangan ketiga pria tampan didepannya.


"Diam loh gue ngomong sama Cia bukan sama loh." Ucap Dafa kesal karena sedari tadi Rian terus yang menjawab.


"Apa? kalau soal Siska dan Riska mereka sekarang ada di Singapura." Jawab Cia to the point yang merasa bahwa Dafa ingin menanyakan kedua sahabatnya.


"What?." Ucap Dafa dan Rian kompak.


"Kapan mereka pergi ke Singapura?" Tanya Rian dan Dafa yang lagi-lagi kompak.


"2 hari yang lalu." Jawab Cia sambil tersenyum dengan pandangan yang terus menatap ke ponselnya.


"Kenapa dia senyum-senyum seperti itu, atau dia masih pacaran sama si Alex atau jangan-jangan dia sudah punya pacar baru. cantik-cantik kok murahan." umpat Vino dalam hati yang entah kenapa merasa kesal melihat Cia yang senyum-senyum sendiri sambil menatap poselnya.


Tanpa Vino ketahui bahwa Cia sedang berkirim pesan dengan Siska dan Riska di grup mereka dan yang membuat dia senyum-senyum-senyum sendiri adalah video lucu yang dikirim Riska.

__ADS_1


"Kenapa kalian gak kasih tahu ke kita?" Tanya Rian kesal dan juga merasa kecewa karena perempuan yang membuatnya tertarik pada pandangan pertama ternyata pergi tanpa kabar.


"Emangnya kalian siapa?" Tanya balik Cia


"Kita kan sudah menjadi teman." Jawab Dafa. Benar semenjak pertemuan mereka dan saling tukaran kontak, mereka sudah sepakat untuk menjalin pertemanan tanpa diketahui oleh Vino.


"Hanya sekedar teman kan gak lebih, itupun teman yang baru 3 kali bertemu." Jawab Cia enteng. Yang mampu membuat perasaan Dafa dan Rian sedikit merasa terluka, bahkan Vino pun merasakan seperti apa yang dirasakan sahabatnya.


Setelah membuat ketiga pria tampan tersebut bungkam dengan ucapannya. Cia pun berdiri dan meninggalkan ketiga pria tampan tersebut tanpa bicara.


Sebenarnya itu bukan sikap Cia yang kurang sopan bahkan selama ini dia tidak berkata seperti itu. Namun semenjak kehilangan sang ayah dan pengkhianatan kekasihnya membuat dirinya mulai menjaga jarak dengan orang lain.


"Loh Cia kemana?" Tanya Rian yang baru menyadari kalau Cia sudah tidak ada didepannya.


"Dia sudah pergi." Jawab Vino kesal. Entah kenapa dia merasa gak dihargai dengan sikap Cia yang cuek seperti itu.


"Kayaknya dia menjaga jarak bangat dari kita." Ucap Dafa.


"Sudahlah untuk apa urusin orang lain." Ucap Vino dingin. Kemudian berdiri meninggalkan kedua sahabatnya. Namun langsung disusul oleh Dafa dan Rian.


2 hari kemudian


Waktu berjalan begitu cepat, hari ini adalah hari dimana Cia akan pergi meninggalkan Negaranya demi mengejar impianya di Negara lain. Disebuah bandara terdapat satu gadis cantik dan dua orang paruh baya yang sedang menunggu keberangkatan pesawat yang akan membawa Cia ke Negara Prancis.


Namun keberangkatannya hari ini sangat berbeda dulu dia berharap bisa ditemani oleh ayahnya dan kedua sahabat terbaiknya. Namun sebelum itu tercapai sang ayah sudah pergi meninggalkanya untuk selama-lamanya, sedangkan kedua sahabatnya sudah beberapa hari berada di Negara lain.


Tapi dia masih besyukur karena bisa diantar oleh kedua orang tua angkatnya yang begitu menyayanginya seperti anak mereka sendiri.

__ADS_1


"Mami Papi Cia pergi dulu ya pesawatnya sebentar lagi akan take off." Ucap Cia sambil mencium punggung tangan kedua orang tua angkatnya.


"Iya sayang disana kamu jaga diri baik-baik ya, jaga kesehatan, jangan lupa kabari mami dan papi kalau kamu sudah sampai." Ucap mami Sinta lembut sambil memeluk putri angkatnya dengan sayang.


"Iya mi." Ucap Cia sambil membalas pelukan mami Sinta.


"Dan kamu harus ingat jangan sampai terjerumus kedalam pergaulan bebas." Ucap papi Regi tegas dengan ucapan yang sama waktu Siska dan Riska akan pergi ke Singapura.


"Iya pi Cia akan menjaga diri baik-baik." Ucap Cia kemudian memeluk papi Regi.


"Cia pamit mi pi." Ucap Cia setelah melepaskan pelukan mereka.


"Iya sayang" Ucap mami Sinta dan papi Regi kompak.


"Semoga kamu baik-baik saja disana, percayalah mami menyayangi kamu seperti menyayangi Siska dan Riska." Gumam mami Sinta menatap sendu punggung Cia yang sudah mulai berjalan memasuki pesawat.


"Semoga kelak kamu menjadi orang yang sukses nak." Gumam papi Regi yang kasihan melihat gadis cantik tersebut dimasa mudanya sudah kehilangan kedua orang tuanya.


Didalam pesawat Cia memandang kedua orang tua angkatnya yang masih berdiri memandang kearah pesawat yang dia tumpangi.


"Ayah ibu sekarang Cia sebentar lagi akan pergi ke Negara yang selama ini Cia impikan, semoga suatu saat nanti Cia bisa menjadi anak kebanggaan buat ayah dan ibu. Dulu Cia berharap disaat seperti ini Cia ingin diantar oleh kalian namun Cia percaya semua sudah diatur oleh Tuhan.


Cia juga bersyukur masih ada mami Sinta dan papi Regi yang mau menemani Cia. Suatu saat nanti semoga Cia dapat membalas kebaikan mereka.


Selamat tinggal negaraku, selamat tinggal kamu, semoga suatu saat nanti jika aku kembali ke Negara ini. Aku sudah bisa melupakan kamu." Gumam Cia dalam hati dengan air mata yang membasahi wajah cantiknya.


"Cia kamu harus kuat, kamu harus menjadi perempuan sukses supaya suatu saat nanti kamu tidak mudah ditindas dan bisa membalas mereka yang sudah menyakitimu." Ucap Cia sambil menyemangati dirinya sendiri

__ADS_1


Hingga setelah pesawat yang ditumpangi Cia telah menghilang dari pandangan mereka. Kedua paruh baya tersebut langsung pergi meninggalkan bandara.


Jarak dari Indonesia ke Prancis menggunakan pesawat yaitu 11.581 Km sehingga membutuhkan waktu tempuh perjalanan sekitar 16 jam 15 menit. Berbeda dengan Indonesia ke Singapura yang hanya menempuh waktu 1 jam 30 menit dengan jarak 894 Km.


__ADS_2