
2 bulan sudah Vino berada di Paris dan masalah dikantor pusat pun sudah mulai membaik. Namun bukan berarti dia bisa tenang karena orang yang dia hadapi adalah orang yang tidak bisa dianggap remeh.
Apalagi tersangka utamanya masih berkeliaran bebas diluar sana. Vino yakin suatu saat mereka akan kembali membuat masalah dengan keluarganya, tapi dia tidak takut sama sekali sebab Vino sudah menyusun rencana untuk menghadapi mereka.
Karena bukan keturunan De Metz namanya jika mau menerima kesalahan.
"Halo dad." Sapa Vino ketika mengangkat panggilan dari daddynya.
"Halo Vin daddy menerima laporan dari orang kepercayaan daddy kalau masalah dikantor pusat mulai membaik." Ucap Daddy Regi.
"Iya tapi tersangka utamanya masih lolos dad." Terang Vino.
"Daddy sudah menduganya son. Mereka bukan orang sembarangan dan daddy tahu mereka tidak akan menyerah sebelum menghancurkan perusahaan De Metz tapi bukan cuma perusahaan namun semua keturunan De Metz akan menjadi incaran mereka." Ucap Daddy Regi.
"Vino tahu dad makanya sekarang Vino lagi menyusun rencana untuk menghancurkan mereka." Ucap Vino geram.
"Ingat kamu harus hati-hati mereka orang yang benar-benar licik. Tapi daddy harap kamu secepatnya menggantikan daddy didunia bawah, supaya kamu bisa lebih waspada dalam menghadapi mereka. Dan yang perlu kamu tahu mereka merupakan musuh terbesar keluarga De Metz." Ucap Daddy Regi dingin.
"Vino tahu dad apa yang harus Vino lakukan." Ucap Vino.
"Bagus daddy percaya sama kamu son. Oh ya apakah besok kamu punya waktu free?" Tanya Daddy Regi.
"Memangnya kenapa dad?" Tanya Vino balik.
"Kamu ingatkan sebelum kamu berangkat kesitu daddy sempat menyuruh kamu untuk mengunjungi salah satu kampus yang merupakan yayasan keluarga De Metz?" Tanya Daddy Regi.
"Vino ingat dad." Jawab Vino.
"Besok kamu berangkat kekampus tersebut karena putri tunggal dari musuh keluarga De Metz kuliah disana. Jadi daddy ingin kamu mencari informasinya sedetail mungkin.
Kalau perlu kamu dekati wanita itu apapun caranya karena dengan cara itu bisa membuat kita semakin mudah untuk menghancurkan mereka." Ucap Daddy Regi.
"Akan Vino usahakan dad." Ucap Vino yang kurang setuju dengan usulan daddynya apalagi kalau menyangkut soal perempuan.
"Daddy harap kamu tidak akan mengecewakan daddy. Jangan lupa untuk selalu melindungi opa dan oma kamu terlebih untuk adik kamu." Ucap Daddy Regi memperingati putranya.
"Siap dad." Ucap Vino sambil mematikan panggilan mereka secara pihak karena sudah malas berbicara dengan daddynya yang mulai membicarakan tentang perempuan.
Sedangkan di Indonesia seorang paruh baya sedang mengumpat anaknya dengan kesal.
"Ck dasar anak ini tidak bisa menghargai orang tuanya sama sekali." Umpat seorang pria paruh baya yang tak lain adalah daddy Regi.
Dia benar-benar kesal dengan sikap putranya yang mematikan poselnya secara sepihak.
"Kenapa sih dad kok kayak kesal gitu?" Tanya Mommy Anggika yang baru masuk keruang kerja suaminya sambil membawa segelas kopi.
__ADS_1
"Putra kamu mom. Daddy heran kenapa ada anak seperti itu yang sama sekali tidak bisa menghargai orang tuanya." Ucap Daddy Regi sambil menyeruput kopi buatan istrinya.
"Putra kamu juga dad." Ucap Mommy Anggika kesal.
"Waktu mommy mengandung Vino memangnya mommy ngidam apa sih?" Tanya Daddy Regi yang benar-benar tidak habis pikir dengan sikap sang putra.
"Mommy nyidam es batu." Ucap Mommy Anggika ketus sambil berjalan keluar dari ruangan kerja suaminya.
"Pantas aja sikapnya seperti es." Ucap Daddy Regi yang percaya begitu saja dengan ucapan istrinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya
"Vin kamu mau kemana?" Tanya sang oma ketika melihat cucu laki-lakinya yang sudah berpakaian rapi.
"Vino mau ke kampus oma." Jawab Vino.
"Kakak mau buat apa ke kampus?" Tanya Cassandra sambil meneliti penampilan kakaknya dari atas sampai bawah.
"Gue disuruh daddy untuk mengunjungi salah satu yayasan keluarga De Metz." Ucap Vino datar.
"What? jadi maksudnya kakak mau berkunjung ke kampus tempat aku kuliah?" Tanya Cassandra karena dia tahu bahwa kampus yang dia tempati adalah kampus keluarganya namun tidak ada satupun yang tahu.
"Iya." Jawab Vino singkat.
"Memangnya kenapa?" Tanya Vino pura-pura tidak tahu.
Padahal dia tahu kalau selama ini adiknya menyembunyikkan identitasnya sebagai keturunan dari keluarga De Metz.
"Pokoknya gue tidak mau tahu. Kalau dikampus anggap saja kita ini orang asing yang tidak pernah bertemu." Ucap Cassandra tegas.
"Siapa juga yang mau sok kenal sama loh." Ucap Vino sinis.
"Iss kakak jahat bangat sih. Tapi bagus juga sih." Ucap Cassandra.
"Sudah lebih baik kalian sarapan. Termasuk kamu Cassandra nanti telat baru tahu rasa." Ucap Oma mencoba menghentikan perdebatan kedua cucunya tersebut.
Mereka yang mendengar ucapan omanya pun sontak terdiam dan mulai menikmati sarapannya masing-masing.
Hingga tidak membutuhkan waktu lama makanan mereka pun telah habis.
"Oma opa cucu kalian yang cantik ini berangkat ke kampus dulu ya." Ucap Cassandra sambil mencium pipi oma dan opanya secara bergantian.
"Oma opa Vino juga berangkat dulu." Pamit Vino sambil meninggalkan meja makan begitu saja.
__ADS_1
"Ingat kak anggap kita ini orang asing." Teriak Cassandra ketika melihat kakaknya yang mulai menghilang dibalik pintu.
"Sudah lebih baik kamu berangkat sekarang nanti telat." Ucap Opa mengingatkan cucunya yang belum meninggalkan meja makan.
"Oh iya Cassandra hampir lupa." Ucap Cassandra sambil berlari pelan menuju pintu utama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kampus
Tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya Vino pun sampai dikampus terlebih dahulu. Kedatangannya pun sontak menjadi pusat perhatian karena menggunakan mobil sport keluaran terbaru yang hanya ada 3 didunia.
"Wow siapa itu mobilnya keren bangat."
"Itukan mobil keluaran terbaru yang hanya ada 3 didunia."
"Astaga benar-benar sultan."
Pujian pun terus dilontarkan para mahasisiwa dan mahasisiwi yang melihat mobil yang dikendarai oleh Vino. Namun kehebohan semakin menjadi ketika Vino keluar dari mobil dengan kacamata hitam yang bertenger dihidung mancungnya.
"*Oh my God pangeran datang."
"Siapa itu ganteng bangat atau jangan-jangan dia mahasisiwa baru."
"Sudah kaya tampan lagi."
"Calon suami gue*."
Dan masih banyak lagi pujian yang didengar oleh Vino namun dia hanya cuek saja sambil melewati mahasisiwi yang menatapnya tanpa berkedip.
Tidak jauh dari Vino ada dua perempuan yang ternyata sedari tadi memperhatikan Vino dengan mata tidak berkedip.
"Siapa itu kok gue baru lihat ya?" Tanya Rebecca
"Kayaknya dia mahasiswa baru deh." Ucap Clara
"Ganteng bangat dan kelihatannya dia bukan orang sembarangan." Sambung Clara yang masih memandangi punggung belakang Vino yang mulai menghilang.
"Boleh juga tuh cowok." Ucap Rebecca sambil tersenyum smirk.
"Apapun yang terjadi dia harus menjadi milik gue." Gumam Rebecca dalam hati yang terpesona dengan ketampanan Vino.
Hello Readers
Jangan lupa divote ya biar author semakin semangat buat lanjutin ceritanya.
__ADS_1
Follow akun instagram author (ADOLFINA014)