Pembalasan Sang Yatim Piatu

Pembalasan Sang Yatim Piatu
28. Putus


__ADS_3

"Lex ini gak benar kan?" Tanya Cia sambil menatap Alex dengan sendu. Namun yang ditanya hanya diam saja seperti patung.


"Lex jawab aku ini gak mungkin kan?" Tanya Cia kembali.


"Honey jawab dong pertanyaan adek tiriku lebih tepatnya mantan adek tiriku." Ucap Fania sinis sambil membawa tangan Alex untuk menyentuh perutnya.


"Alex loh gak dengar apa yang di ucapkan Cia. Gue harap semua yang dikatakan Fania adalah bohong." Ucap Riska yang juga sedang menahan emosinya.


"Selesaikan dengan baik-baik." Ucap mama tiri Cia dengan santai kemudian meninggalkan kelima anak muda tersebut.


"Honey kamu mau anak kita sedih melihat ayahnya sendiri tidak mau mengakui ibunya." Ucap Fania manja.


"Iya benar aku dan Fania sudah menikah dan sekarang dia mengandung anak aku." Ucap Alex lantang.


Duar! Bagai tersambar petir hati Cia benar-benar hancur ternyata laki-laki yang sudah menemaninya bertahun-tahun tega mengkhianatinya sedalam ini dengan kakak tirinya sendiri. Apalagi kondisinya yang masih dalam keadaan berduka.


"Lex kamu berbohong kan?" Tanya Cia yang berharap semua ini hanya lelucon.


" Loh jadi perempuan gak tahu diri bangat ya jelas-jelas suami gue udah jujur kenapa loh gak bisa percaya." Ucap Fania sinis.


Sontak ucapan Fania pun menyulut emosi dalam hati Siska dan Riska. Mereka benar-benar tidak terima sahabatnya direndahkan seperti itu.


"Maksud loh apa tuduh Cia perempuan gak tahu diri seharusnya kata-kata itu buat diri loh sendiri." Ucap Siska emosi kemudian mengebrak meja di depannya.


"Memang benarkan sahabat loh ini murahan udah tahu Alex punya istri masih aja kejar Alex." Ucap Fania santai.


"Loh yang murahan, dasar sampah sudah tahu Cia dan laki-laki brengsek disamping loh itu sudah menjalin kasih selama 2 tahun. Tapi loh datang merusak hubungan mereka dasar gak punya hati, perempuan ******, gak tahu diri. Cuih." Ucap Riska emosi sambil meludah didepan Fania.

__ADS_1


Sontak saja kelakuan Riska menyulut emosi dalam diri Fania.


"Heh memang benarkan teman loh ini ******, terus apa sebutannya buat perempuan yang suka menggoda suami orang. Pantas ajah sahabat kalian murahan ternyata kalian bertiga sama-sama murahan dasar sampah." Ucap Fania dengan pedas.


"Loh gak punya kaca yah supaya gue beliin loh kaca yang besar dan loh lihat seperti apa diri loh itu, dasar pandai menilai tapi tak pandai berkaca." Ucap Siska emosi.


"Hahaha perempuan seperti loh menjual selangkangannya demi uang, sudah berapa laki-laki yang menjajahi tubuh jelek loh itu. Kok gue kurang yakin ya kalau anak itu adalah anaknya Alex." Ucap Riska dengan sangat tajam.


"Maksud loh apa hah?" Tanya Fania yang tidak terima direndahkan seperti itu.


"Cukup jangan pernah menghina Fania ataupun anak yang dikandunganya, atau kalian akan tahu akibatnya." Bentak Alex yang sudah ikut tersulut emosi. Dia seakan-akan tidak menyadari bahwa ada Cia didepannya.


"Dengarkan apa yang di ucapkan suami gue." Ucap Fania dengan senyum penuh kemenangan.


"A-lex." Ucap Cia terbata-bata sambil menahan sesak dalam hatinya.


"Loh kenapa bisa lepas kendali Lex, ada Cia didepan loh. Gue benar-benar bego." Ucap Alex dalam hati merutuki dirinya sendiri.


" Sa-yang." Ucap Alex gugup sambil melangkahkan kakinya kearah Cia. Namun terlebih dahulu dihentikan oleh Cia.


"Stop jangan mendekat gue gak sudi dipegang oleh laki-laki pengkhianat seperti loh." Ucap Cia tegas dengan mencoba tegar agar tidak kelihatan lemah didepan saudara tirinya itu.


"Sayang aku bisa jelasin semuanya, ini gak seperti yang kamu lihat." Ucap Alex sendu.


"Jelasin apa? loh mau jelasin kalau loh sudah menjadi suami dari kakak tiri gue sendiri atau loh mau jelasin kalau loh menjadi laki-laki yang pintar karena telah berhasil membodohi perempuan seperti gue." Ucap Cia dengan menahan air mata yang siap menetes.


"Sayang itu tidak benar. Kamu tahu kan aku sangat mencintai kamu tidak mungkin aku mengkhianati cinta kita." Ucap Alex mencoba menyakinkan sang kekasih.

__ADS_1


"Tidak mengkhianati tapi kenapa loh menikahi kakak tiri gue?" Tanya Cia menahan sesak didadanya. Sontak pertanyaan Cia membuat Alex seketika bungkam.


"Kamu gak bisa jawab kan?" Tanya Cia sinis.


"Beri aku waktu untuk menyelesaikan semua ini, aku mohon kamu mau menunggu aku." Ucap Alex yang berharap sang kekasih mau menunggunya.


"Beri aku satu alasan untuk terus menunggumu, meski kau tidak pernah memberi kepastian kepadaku. Jangan sampai aku terus menunggumu sedangkan kamu tidak ada niat untuk memberikan penjelasan apa-apa. Aku hanya seorang perempuan yang untuk menyapamu butuh keberanian yang besar." Ucap Cia sendu.


"Sayang." Ucap Alex yang benar-benar sakit hati melihat kondisi kekasihnya.


"Aku telah memaafkanmu." Ucap Cia cepat yang sontak membuat keempat orang didepannya terkejut.


"Dasar gak tahu diri." Ucap Fania emosi. Dia juga takut Alex akan meninggalkannya dan kembali kepada Cia.


"Cia loh gak serius kan memaafkan pria brengsek seperti dia." Ucap Riska yang terkejut mendengar ucapan sahabatnya.


"Cia loh jangan mudah memaafkan pria brengsek ini. Jangan karena cinta loh jadi perempuan bodoh." Ucap Siska mencoba menasehati sahabatnya.


"Trimakasih sayang, aku janji akan menyelesaikan semua ini dengan cepat dan kita bisa bersama seperti dulu lagi." Ucap Alex dengan hati berbunga-bunga. kemudian melangkahkan kakinya kehadapan sang kekasih.


Namun belum sampai lagi-lagi ucapan Cia menghentikan langkahnya.


"Aku memang sudah memaafkanmu, maafkan aku yang pernah percaya dengan kata-katamu, maafkan aku yang pernah mencintaimu, maafkan aku yang selalu menunggumu dan maafkan aku jika aku harus melupakan dirimu." Ucap Cia sambil menatap Alex dengan mata berkaca-kaca.


"Meskipun sakit aku merelakan kamu dengan dia, semoga bersamanya kamu dapat menemukan apa yang tidak kamu dapatkan dari aku. Dari semua kebohongan yang pernah kau katakan, Ucapan aku mencintaimu yang menjadi favoritku.


Hubungan kita sampai disini trimakasih atas waktu 2 tahun ini kamu memberikan kebahagian namun kamu juga memberikan kesedihan. Aku harap jangan pernah meninta kembali dengan sebuah alasan, Thanks for the time." Ucap Cia sendu.

__ADS_1


__ADS_2