
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Disebuah sekolah ternama dikota itu sedang merayakan hari kelulusan untuk kelas 12, terdengar sorak sorai dari siswa dan siswi ketika kepala sekolah mengumumkan hasil ujian yang menyatakan lulus 100%.
Disebuah taman sekolah terdapat gadis cantik yang sedang duduk dikursi sambil menyandarkan kepalanya dibahu sang kekasih, tapi dia bingung antara bahagia dan sedih. Bahagia karena sang kekasih lulus dengan nilai yang memuaskan dan sedih karena sebentar lagi mereka akan berpisah.
"By selamat ya atas kelulusanya, aku benar bangga sama kamu yang bisa mendapatkan nilai tertinggi dari semua murid kelas 12 disekolah ini." Ucap Cia sambil tesenyum manis melihat wajah sang kekasih yang sebentar lagi tidak akan bisa dia lihat setiap hari.
"Iya sayang." Ucap Alex sambil memegang pergelangan tangan sang kekasih.
Sebenarnya dia juga merasakan apa yang dirasakan oleh pacar cantiknya itu. mereka yang selama ini setiap hari selalu bersama kini harus dipisahkan dengan tuntutan pendidikan, tapi mau bagaimana lagi dia merupakan pewaris tunggal dari keluarga Sanjaya jadi mau tidak mau dia harus melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi.
Meninggalkan sang kekasih yang masih 1 tahun lagi baru lulus dari sekolah tersebut sedikit membuat perasaanya was-was, takut sang kekasih jatuh kedalam pelukan laki-laki lain mengingat Cia merupakan primadona sekolah tersebut yang sudah jelas menjadi rebutan kaum adam.
"By kok malah melamun sih?" Tanya Cia sambil menggoyangkan telapak tangannya didepan wajah sang kekasih yang dari tadi menatapnya tanpa berkedip.
"Sayang kamu gak akan ninggalin aku kan?" Tanya Alex sambil membelai wajah mulus sang kekasih.
"Iya by aku gak bakalan ninggalin kamu, memangnya kenapa sih kok tumben kamu nanyanya begitu?" Ucap Cia yang merasa aneh mendengar pertanyaan dari Alex.
"Jujur sayang aku takut kehilangan kamu, apalagi sebentar lagi aku akan meninggalkan sekolah ini yang secara otomatis membuat harapan besar bagi laki-laki untuk berusaha mengambil kamu dari aku. Apalagi mereka tahu aku sudah lulus dari sekolah ini." Ucap Alex.
"Emangnya kamu merasa dari semua laki-laki disini ada yang lebih tampan dari kamu." Tanya Cia.
"Yah jelas tidak ada. jangankan disekolah ini, dikota ini pun tidak ada yang bisa mengalahkan ketampanan seorang Alexander Putra Sanjaya pewaris tunggal dari keluarga Sanjaya." Pamer Alex dengan PDnya.
"Nah itu kamu tahu by. Jadi apakah menurut kamu aku masih bisa mencari laki-laki lain sedangkan aku sudah memiliki kamu yang jauh diatas dibandingkan laki-laki disini." Ucap Cia sedikit menggoda sang kekasih.
"Sudah pasti tidak bisa sayang karena kamu Adolfina Leticia Santoso hanya millik Alexander Putra Sanjaya. Tidak ada yang boleh merebut kamu dari aku sampai kapanpun." Ucap Alex dengan sedikit alay sambil menatap dalam mata sang kekasih, tapi mampu membuat hati Cia berbunga-bunga.
__ADS_1
"Iya by aku hanya millik kamu, tidak ada yang lain." Ucap Cia sambil membalas tatapan sang kekasih yang begitu dalam.
Namun entah siapa yang memulai duluan hingga pangutan bibir kedua pasangan idola tersebut saling membelit satu sama lain, permainan lidah mereka semakin lama semakin panas. Hingga suara dering telfon dari Alex membuat ciuman panas tersebut harus berhenti.
"Sial siapa sih ganggu ajah." Gerutu Alex yang masih bisa didengar oleh Cia. Kesal karena terpaksa harus melepaskan ciuman pada bibir manis sang kekasih yang sudah menjadi candunya.
"Aku angkat dulu sayang." Ucap Alex yang masih sempat mengecup bibir sang kekasih.
Sedangkan Cia hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah sang kekasih.
Hingga beberapa menit kemudian Alex pun kembali ke hadapan Cia setelah menerima telfon dari Randy. Yah orang yang menelfon Alex adalah Randy.
Flashback
"*Halo, ada apa?." Ucap Alex setelah mengetahui siapa yang berani menganggu adegan romantisnya dengan sang kekasih.
"Lex loh dimana." Tanya Randy.
"Nanti loh datang ya di cafe*** ." Ajak Randy.
"Untuk apa." Tanya Alex.
" Kita akan merayakan hari kelulusan kita disana." Ucap Randy.
"Ok nanti gue kesana sama Cia." Ucap Alex walaupun sebenarnya hari ini dia ingin merayakan kelulusannya dengan sang kekasih tapi disatu sisi dia juga tidak mau membuat sahabatnya kecewa.
"Tapi sorry bangat ni Lex bukannya gue gak suka kalau loh bawah Cia tapi masalahnya acara ini khusus kelas XII yang baru lulus." Ucap Randy dari sana dengan perasaan yang sedikit tidak enak karena merasa takut membuat sahabatnya tersinggung. Apalagi selama ini mereka tahu dimanapun Alex pergi pasti selalu akan ada Cia.
__ADS_1
"Oh kenapa bisa begitu, Cia kan pacar gue masa untuk gabung aja gak boleh." Ucap Alex dengan nada dingin.
"Masalahnya acara ini kita gabung dengan Sma*** dan sesuai kesepakatan tidak boleh ada orang lain yang gabung kecuali kita dengan Sma*** tersebut." Jawab Randy hati-hati.
"Oh ok nanti gue kesana. Tapi gue mau antar Cia dulu pulang ke rumahnya." Ucap Alex dengan sedikit kecewa karena tidak bisa menghabiskan waktunya dengan Cia.
"OK bro kita semua tunggu kedatangan loh." Ucap Randy senang.
" Ok." Ucap Alex langsung mematikan sambungan* telponya dan berjalan ke arah sang kekasih
"Sayang." Ucap Alex sambil mendudukkan bokongnya di samping Cia.
"Sudah selesai?" Tanya Cia.
"Sudah, oh iya gak papa kan kalau hari ini aku keluar sama temanku tanpa kamu. Soalnya mereka akan buat acara kecil-kecilan untuk hari kelulusan kami, tapi masalahnya tidak boleh membawa orang lain kecuali kelas 12." Ucap Alex namun tidak mengatakan kalau nanti ada siswa lain dari sma***.
karena selama ini setiap Alex pergi keluar sama temanya pasti dia akan selalu membawa Cia yang pastinya dengan Siska dan Riska. Karena tidak mau nanti ada kesalahpahaman diantara mereka.
Walaupun terlalu berlebihan tapi itulah Alex dan Cia yang seakan-akan sangat menghindari kuman kecil yang akan menempel ditubuh mereka.
"Iya by aku ngerti kok, jadi sekarang antar aku pulang yah. nanti teman kamu malah kelamaan nanti nungguin kamunya." Ucap Cia dengan senyum manisnya.
"Ok sayang trimakasih sudah ngertiin aku." Ucap Alex sambil berdiri memegang tangan sang kekasih.
"Hhh biasa aja by." Ucap Cia sambil cekikikan karena baru sadar ternyata hubungan mereka seperti suami istri saja yang kalaupun mau keluar sama teman harus minta izin ke istri.
"Iya sayang." Ucap Alex sambil berjalan ke tempat parkiran dengan tangan yang merangkul pundak sang kekasih.
__ADS_1
Visual Alex dan Cia