
"Saya mengambil engkau menjadi istri saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus." Ucap pak Rudi dengan penuh keyakinan didepan Pendeta dan tamu yang hadir.
"Saya mengambil engkau menjadi suami saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus." Ucap sang wanita dengan senyum yang mengembang yang tak lain adalah Megi Lestari ibu dari Dafania Lestari sekaligus ibu sambung dari Adolfina Leticia Santoso.
Setelah mengucapkan janji suci, kini dilanjutkan dengan prosesi pemasangan cincin. Sambil memegang cincin Pendeta mengucapkan;
“Cincin ini bulat, tanpa awal dan tanpa akhir, sebagai lambang kasih Kristus, yang tanpa awal dan tanpa akhir. Atas dasar itu, cincin ini menyatakan bagi saudara berdua, untuk meniru kasih Kristus dalam kehidupan rumah tangga; dengan mengasihi pasangan tanpa awal, juga tanpa akhir." Ucap Pendeta.
Setelah itu sang mempelai memasangkan cincin kepada pasangannya secara bergantian lalu mengucapkan;
"Megi Lestari, cincin ini aku berikan kepadamu sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaanku.” Ucap pak Rudi sambil memasangkan cincin ke jari manis sang istri.
“Doni Santoso, cincin ini aku berikan kepadamu sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaanku.” Ucap ibu Megi dengan melakukan hal yang sama.
Setelah pemasangan cincin tersebut kini kedua mempelai telah menjadi satu daging yaitu menjadi pasangan suami istri.
Cia yang menyaksikan secara langsung prosesi pernikahan sang ayah hanya bisa menahan tangisnya antara bahagia atau sedih.
"semoga kebahagian selalu menyertaimu ayah." Gumam Cia hati sambil menatap sang ayah.
Sedangkan disisi lain seorang gadis cantik selalu memperhatikan pemuda tampan yang tidak jauh dari tempatnya, gadis tersebut adalah Fania kakak tiri Cia sedangkan laki-laki yang diperhatikan dari tadi adalah Alexander Putra Sanjaya yang tak lain adalah kekasih dari Cia.
Disini Cia dan Fania belum sempat berkenalan ya.
"Fan coba loh lihat itu cowok ganteng bangattt." Ucap Rara sahabat Fania.
"Jangan macam-macam loh itu bagian gue." Ucap Fania sambil menatap tajam kearah Rara.
__ADS_1
"Yaudah deh gue yang sebelah kanannya saja gak terlalu jauh tampan dari gebetan loh." Ucap Rara sambil memperhatikan laki-laki tersebut yang tak lain adalah Randy.
"tapi cewek yang disebelah mereka itu siapa ya? OMG jangan sampai diantara mereka itu pacar gebetan gue lagi, ini tidak boleh dibiarin." Ucap Rara sambil menatap tajam ketiga cewek cantik tersebut.
Fania yang terus memperhatikan Alex langsung mengalihkan pandangannya ke cewek yang berada disamping cowok yang akan menjadi incarannya.
"Gak masalah gue jamin akan mendapatkan apa yang gue inginkan." Ucap Fania dengan keyakinan yang besar. Karena buat dia apapun yang dia mau pasti dengan mudah dia dapatkan.
"Tapi coba loh perhatikan baik-baik Fan, walaupun gue cewek gue akui mereka itu cantik-cantik apalagi yang berada disamping gebetan loh dia itu cantik bangat. Dan dari cara mereka berinteraksi mereka itu seperti sepasang kekasih." Ucap Rara sambil meneliti satu persatu wajah ketiga cewek cantik tersebut.
"Terserah, mau dia cantik atau jelek gue gak peduli. yang pasti gue akan berusaha mendapatkan cowok tersebut. kalau hanya menghilangkan satu gadis saja seperti dia itu hal yang sangat mudah gue lakuin. Apalagi dari muka cewek gatel itu sangat polos dan pasti akan sangat mudah untuk menyingkirkannya." Ucap Fania sambil menatap tajam ke arah Cia. Sebenarnya dalam hati Fania dia mengakui kalau Gadis seperti Cia itu benar-benar sangat cantik tapi percayalah itu bukan menjadi halangan baginya.
Rara yang mendengarkan ucapan dari Fania hanya bisa menelan ludahnya kasar. Karena dia tahu seberapa nekat sahabatnya tersebut, dia akan melakukan berbagai cara hanya untuk menyingkirkan orang yang dia anggap menjadi penghalangnya.
"Iya gue yakin loh pasti bisa memiliki laki-laki tampan tersebut." Ucap Rara dengan memberikan support kepada sahabatnya. Karena apapun yang dilakukan sahabatnya dia pasti akan selalu mendukung walaupun perbuatan kejam sekalipun.
"Dan gue juga yakin gue juga akan bisa mendapatkan cowok ganteng tersebut." Ucap Rara yang tidak beda jauh dengan sikap Fania.
"Hhhh sampah." Ucap Rara dengan sinis.
Tanpa mereka sadari kalau orang yang dibicarakan dari tadi juga menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Guys coba lihat kedua cewek itu kayaknya mereka memperhatikan kita dari tadi deh?" tanya Siska ke teman-temanya.
"Gue juga merasa kalau tatapan mereka ke kita kayak tatapan seorang singa yang siap menerkam mangsanya." Ucap Riska yang benar-benar merasakan aura buruk dari tatapan kedua gadis tersebut.
"Mungkin yang mereka perhatikan dari tadi itu bukan kita tapi ketiga cowok tampan disamping kita. Kecuali kalau mereka lesbians yah bisa jadi kalau mereka memperhatikan kita secarakan kita cantik." Ucap Cia dengan PDnya.
__ADS_1
"Aduh Cia jangan polos amat semua orang yang melihat tatapan mereka ke kita pasti juga merasakan kalau tatapan mereka itu kayak tatapan penuh kebencian." Ucap Riska gemas dengan sikap sahabatnya yang terlalu polos itu.
"Udah deh jangan terlalu berburuk sangka tidak baik. Itupun kita juga gak kenal sama mereka jadi untuk apa mereka membenci kita." Ucap Cia.
"Bisa jadi mereka iri karena kita duduk dengan ketiga most wanted sekolah atau mereka iri dengan kecantikan kita yang paripurna ini." Ucap Riska yang malah ikutan PD
"Tapi kalau menurut gue sih apa yang diucapkan Riska itu ada benarnya mungkin mereka iri ke kita atau jangan-jangan diantara kalian bertiga adalah pacar dari kedua cewek yang ada disana?" Tanya Riska sambil menatap Alex, Randy dan Gilang bergantian.
Sedangkan Randy dan Gilang yang di tatap seperti itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sedangkan Alex hanya diam sambil menatap kedua cewek tersebut.
Sontak saja keterdiaman Alex membuat kelima orang tersebut menatapnya dengan tatapan yang tajam terlebih Cia yang meminta penjelasan lewat tatapan matanya.
"Jangan bilang kedua cewek itu pacar kamu?" Tanya Riska sambil menatap tajam ke Alex. Sedangkan yang ditanya seperti itu masih diam sambil terus menatap kedua cewek tersebut. Dan hal itu semakin membuat perasaan Cia mulai tidak tenang
"By jadi selama ini kamu selingkuhi aku, jawab lex jangan diam ajah." Lirih Cia sambil menguncang lengan tangan sang kekasih.
Alex yang merasakan kekecewaan dari pertanyaan tersebut langsung menatap sang kekasih.
"Kamu jangan ngaco sayang mana mungkin aku khianati kamu, aku cuma heran ajah dengan sikap kalian yang menganggap kalau aku menjalin hubungan dengan cewek yang ada disana.
padahal dilihat dari segi manapun mereka masih sangat dibawah kamu." Ucap Alex sambil memegang erat pergelangan tangan sang kekasih.
"Percaya sama aku sayang hanya kamu yang dihati aku tidak akan ada yang lain, I love U." Sambung Alex sambil mengecup puncak kepala sang kekasih.
"Aku percaya sama kamu by, I love u more." Ucap Cia sambil tersenyum manis yang benar-benar bahagia mendengar ucapan dari sang kekasih
"Bucin terusss." Ucap Riska, Siska, Randy dan Gilang kompak.
__ADS_1
"Jomblo terus." ledek Alex dan Cia kompak.
Sedangkan keempat orang tersebut langsung diam mendengar ledekan dari pasangan bucin tersebut.