Pembalasan Sang Yatim Piatu

Pembalasan Sang Yatim Piatu
24. First kiss Vino


__ADS_3

"Itu bukannya Vino ya, berarti Dafa Dan Rian juga ada disini dong?" Tanya Riska sambil menunjuk kearah kamar yang berada tepat disamping kamar mereka.


"Siapa tahu aja Vino datang bersama pacarnya." Ucap Cia ikut menimpali.


"Iya juga sih." Ucap Riska yang masih terus menatap kearah kamar yang baru dimasuki Vino. Dan berharap Dafa dan Rian juga ada disana.


Sedangkan kedua sahabatnya sudah masuk terlebih dahulu kedalam kamar meninggalkan Riska yang masih terus berdiri didepan pintu.


Sedangkan dikamar sebelah seorang pria tampan sedang membaringkan tubuhnya diatas kasur empuk sambil menatap langit kamar tersebut.


"Gue benar-benar gak nyangka loh sebrengs*k itu Lex." Umpat Vino dengan rahang mengeras.


Entah kenapa semenjak pertemuan pertama mereka di Garden Cafe Vino merasakan perasaan yang berbeda waktu menatap wajah Cia. Dia akui pacar Alex tersebut benar-benar sangat cantik dan mempesona.


"Loh benar-benar pria yang bodoh." Umpat Vino. Namun lamunanya tiba-tiba terganggu karena mendengar sebuah panggilan masuk kedalam poselnya, yang tertera nama Citra.


📞 Halo." Ucap Vino dingin.


📞 Halo honey kamu dimana aja kenapa kamu baru angkat panggilanku." Ucap Citra dengan suara manja.


📞 Gue dijalan tadi memangnya ada apa?" Ucap Vino.


📞 Memangnya kamu mau kemana, Gue ke mansion kamu tapi kata pelayan disana kamu keluar dengan Dafa dan Rian?" Tanya Citra.


📞 Gue ada urusan penting sudah dulu gue mau tidur." Ucap Vino.


📞 Kok kamu gitu sih honey. Aku masih kangen bangat sama kamu." Ucap Citra sedih.


📞 Setelah urusan kita selesai gue akan ngajak loh belanja sepuasnya." Ucap Vino yang tahu apa yang bisa membuat mood pacarnya langsung membaik.


📞 Janji ya honey." Ucap Citra semangat.


📞 Hmm." kemudian Vino mematikan panggilan secara sepihak .Vino benar-benar tak habis pikir kenapa bisa pacaran dengan perempuan seperti Citra.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sebuah salah satu tempat wisata yang berada dipuncak terdapat tiga pria tampan yang sedang berjalan beriringan. Kehadiran mereka tak luput dari pandangan kagum oleh pengunjung yang lain terutama bagi kalangan wanita.


"Gila mereka tampan bangat sih."


"Mimpi apa gue semalam bisa ketemu pangeran disini."


"Itu yang ditengah ganteng bangat." sambil menunjuk kearah Vino.


Namun ketiga pria tampan tersebut hanya bersikap cuek karena buat mereka hal itu sudah biasa dimanapun mereka berada. Namun tiba-tiba Dafa menepuk pundak Vino yang ada disebelahnya.


" Itu bukannya Cia dan sahabatnya." Ucap Dafa sambil menunjuk kearah ketiga gadis cantik yang asik berfoto.


" Iya kita kesana yuk." Ucap Rian semangat sambil berjalan terlebih dahulu. Disusul oleh Dafa dan Vino.


"Hai." Ucap Rian ketika sudah berada didekat ketiga gadis cantik itu.

__ADS_1


"Hai kak." Ucap mereka serempak dengan wajah kagetnya.


"Kalian juga ada disini?" Tanya Dafa sekedar basa-basi padahal mereka sudah tahu.


"Iya kak." Jawab Siska.


"Kalian cuma bertiga datang kesini atau ada yang lain?" Tanya Rian sambil menatap Riska.


"Cuma bertiga doang kak." Jawab Riska.


"Btw kita boleh gabung gak dengan kalian?" Tanya Dafa.


"Boleh kok." Jawab Riska.


Sedangkan Cia dan Vino hanya diam memperhatikan obrolan keempat orang tersebut.


"Kita foto barang yuk." Ajak Dafa.


"Ayo tapi siapa yang mau fotoin kita?" Tanya Riska.


"Bagaimana kalau kita gantian aja." Ucap Rian.


Kemudian mereka pun foto bersama dengan berbagai gaya namun tidak dengan Vino yang hanya memperlihatkan wajah datarnya namun itu malah menambah kadar ketampanan dari seorang Alvino.


"Kita foto berpasangan yuk." Ajak Rian.


"Ayo." Ucap Riska semangat. kini mereka pun mengambil foto secara berpasangan. Namun tidak dengan Cia dan Vino yang hanya diam saja.


"Vin loh gak foto barang sama Cia." Ucap Rian.


"Ayolah please satu kali saja." Bujuk Rian namun Vino tetap diam. Tapi keempat orang tersebut tidak mau menyerah begitu saja hingga mau tidak mau Cia dan Vino pun foto bersama.


"Gila kalian cocok bangat." Ucap Dafa heboh ketika melihat foto Cia dan Vino.


"Iya ini baru pasangan goals." Ucap Riska yang juga memperhatikan foto Cia dan Vino yang kelihatan sangat cocok.


"Kenapa kalian gak jadian aja." Ucap Rian


"Mereka kan sama-sama sudah punya pacar." Ucap Siska. Lagi-lagi kedua orang tersebut hanya diam saja.


"Btw kita makan dulu yuk udah lapar bangat nih." Ucap Rian dijawab anggukan oleh kelima orang tersebut.


Hingga mereka pun sampai disebuah cafe yang mulai dipenuhi oleh para pengunjung.


"Kalian udah berapa hari disini?" Tanya Rian sambil menunggu pesanan mereka datang.


"3 hari kak." Jawab Riska.


"Kapan kalian pulang?" Tanya Rian kembali.


"Hari ini rencananya selesai makan kita pulang ke Villa kemudian langsung bersiap-siap untuk pulang." Ucap Siska.

__ADS_1


"Kok pulang kenapa gak tambah 1 atau 2 hari lagi?" Tanya Dafa yang berharap mereka tidak pulang hari ini.


"Gak bisa kak soalnya cuma hari ini waktu kita bisa bersama." Ucap Siska.


"Kok bisa?" Tanya Rian penasaran.


"Gak kenapa-napa mending kita makan terus langsung pulang." Jawab Cia cepat yang entah kenapa tidak mau kalau Vino dan kedua sahabatnya tahu kalau mereka mau ke Luar Negri.


Dan mereka pun makan tanpa ada yang bicara. Hingga 30 menit kemudian mereka sudah selesai makan dan langsung pulang ke Villa.


"Loh kalian juga menginap disini?" Tanya Dafa kaget ketika mereka sampai di Villa tempat mereka menginap.


"Iya kalian juga disini kan soalnya kamar kak Vino berada di sebelah kamar kita." Jawab Riska.


"Astaga kok gue gak tahu ya." Ucap Dafa.


Sedangkan Vino sudah masuk terlebih dahulu kedalam kamarnya.


1 jam kemudian mereka pun sampai di parkiran.


Vino dan kedua sahabatnya juga memilih untuk pulang ketika tahu kalau Cia dan kedua sahabatnya pulang hari ini


"Kalian kesini naik apa?" Tanya Rian.


"Mobil kak." Jawab Siska sambil menunjuk kearah mobilnya.


"Kalian cuma bawah satu mobil kan?" Tanya Rian dijawab anggukan kepala oleh Riska.


"Bagaimana kalau kita pulang berpasangan gue sama Siska bawah mobil kalian, terus Rian sama Riska dan Vino sama Cia." Ucap Dafa.


Dibalas anggukan kepala oleh Rian, Riska dan Siska. Tapi tidak dengan Cia dan Vino.


"Gue gak setuju." Protes Cia namun ternyata kedua sahabatnya tersebut sudah naik ke mobil yang berbeda.


"Loh mau pulang atau tidak." Ucap Vino yang entah sejak kapan juga berada dimobilnya. Hingga mau tak mau Cia pun ikut naik ke mobil Vino.


"Dasar sahabat laknat." Ucap Cia dalam hati yang benar-benar merasa marah dengan kedua sahabatnya.


Namun dipertengahan jalan hujan deras tiba-tiba mengguyur kawasan tersebut sehingga Vino pun terpaksa menghentikan mobilnya karena jalan yang licin.


"Kok berhenti?" Tanya Cia sambil menatap kearah Vino yang tiba-tiba menghentikan mobilnya.


"Loh gak lihat hujan deras sekali, loh mau pulang dalam keadaan tidak selamat." Ucap Vino ketus yang juga menatap kearah Cia.


"Ganteng." Ucap Cia dalam hati yang terpesona dengan ketampanan Vino.


"Bego bangat sih Alex cewek secantik ini di duakan." Gumam Vino dalam hati.


Namun entah dorongan darimana Vino berani menempelkan bibirnya ke bibir Cia. Sedangkan Cia yang merasakan bibir Vino berada dibibirnya hanya diam dengan wajah terkejut.


Namun hal tersebut membuat Vino merasa tidak ada tanda penolakan hingga Vino mulai mengerakkan bibirnya dan memberi ******* kecil pada bibir sexy tersebut namun Cia hanya menutup rapat bibirnya.

__ADS_1


Vino yang kesal pun langsung menggigit pelan bibir Cia sehingga dia bisa mengeksplor bibir tersebut. Vino pun mulai menyesap lembut bibir Cia hingga Cia pun mulai terbawa suasana dan membalas ciuman lembut itu, hingga mereka pun saling bertukar sliva dan lidah saling membelit hingga ciuman tersebut semakin lama semakin panas.



__ADS_2