Pembalasan Sang Yatim Piatu

Pembalasan Sang Yatim Piatu
Ultah Rebecca


__ADS_3

Kampus


"Loh yakin mau mengundang kedua perempuan itu?" Tanya Clara dengan raut tidak percaya.


Dia tidak menyangka Rebecca akan mengundang dua perempuan miskin keacara ulang tahunnya yang akan dirayakan satu minggu lagi. Ulang tahun Rebecca pastinya akan dirayakan secara mewah dan hanya orang kelas atas yang datang.


Namun tiba-tiba Clara dikejutkan dengan ucapan Rebecca yang mengatakan akan mengundang perempuan yang sudah dianggap musuhnya, mereka adalah Cassandra dan Leticia.


"Yakin sangat yakin." Ucap Rebecca santai.


"Tapi untuk apa loh undang mereka. Apa kata orang-orang yang hadir jika melihat seorang Rebecca mengundang rakyat jelata ke pesta ulang tahunnya?" Tanya Clara. Dia benar-benar tidak setuju dengan usulan yang dilontarkan sahabatnya.


"Sepertinya kepintaran loh sudah berkurang. Tidak mungkin gue mau mengundang mereka secara cuma-cuma." Ucap Rebecca dengan nada mengejek.


Clara yang mendengar ucapan sahabatnya pun tiba-tiba tersenyum lebar. Sepertinya dia langsung mengerti apa maksud dari ucapan sahabatnya itu.


"Jadi rencana loh apa?" Tanya Clara penasaran.


"Gue sengaja megundang mereka supaya kedua perempuan itu tahu posisi mereka sebenarnya bagi orang kaya hanya sebuah semut yang tidak terlihat dan hanya akan diinjak-injak." Ucap Rebecca sinis. Sedangkan Clara yang mendengar ucapan sahabatnya pun sontak tersenyum lebar.


"Bagus juga idenya Rebecca kayaknya bakalan tambah ramai jika mereka dijadikan hiburan." Gumam Clara.


"Tapi selain mempermalukan mereka gue punya rencana yang lebih besar dari itu." Lanjut Clara sambil tersenyum smirk.


"Rencana apa?" Tanya Clara kepo.


"Loh akan tahu sendiri nanti. Tapi gue harap loh tidak akan lupa dengan rencana awal kita." Ucap Rebecca mengingatkan Clara tentang rencana awal mereka yang akan menjebak Vino.


"Mana mungkin gue melupakan hal yang paling berarti bagi gue." Gumam Rebecca sambil tersenyum sinis kearah Rebecca.


"Untuk hal itu tenang aja. Gue gak akan lupa tentang rencana yang paling menguntungkan itu." Ucap Clara terang.


"Menguntungkan?" Tanya Rebecca sambil menatap Clara dengan tatapan penuh selidik.


"Ya menguntungkan bagi loh dan juga bagi pendapatan daddy gue. Secara jika nanti rencana kita berhasil pasti perusahaan bokap loh akan untung besar karena mendapat dukungan dari perusahaan keluarga De Metz. Nah, dengan begitu gaji daddy gue pasti akan bertambah semakin banyak." Jawab Clara berbohong.


"Dasar mata duitan." Umpat Cassandra sambil melangkahkan kakinya kearah kedua perempuan cantik yang sedang berjalan dikoridor kampus tidak jauh dari mereka.


Clara yang melihat Rebecca pergi pun langsung mengikuti langkah Rebecca dari belakang.

__ADS_1


"Hai." Sapa Rebecca sambil menghadang langkah kedua perempuan tersebut.


"Ada apa? minggir kita mau lewat." Ucap Cassandra ketus. Leticia yang sedikit kaget dengan kedatangan Cassandra pun hanya diam saja.


"Santai aja dong kita kesini cuma mau undang kalian kepesta ulang tahun gue minggu depan." Jawab Rebecca mencoba bersikap ramah.


"Apa untungnya buat loh kalau kita datang?" Tanya Cassandra curiga.


"Ya gak ada untungnya buat gue tapi ada untungnya buat kalian karena bisa hadir dipesta ulang tahun salah satu orang terkaya di Negara ini. Secara kalian pasti belum pernah menghadiri acara orang-orang kaya.


Siapa tahu dengan kalian hadir bisa membuat kalian berdua ketularan kaya." Ucap Clara enteng.


Ucapan Clara membuat emosi dalam diri Cassandra langsung naik.


"Ok kita berdua akan datang." Ucap Cassandra. Sedangkan Leticia hanya diam saja walaupun dia terkejutn mendengar jawaban Cassandra.


"Bagus gue harap penampilan kalian berdua tidak membuat gue malu." Ucap Rebecca dengan nada meremehkan


"Ok." Ucap Cassandra dan langsung menarik pergelangan tangan Leticia untuk meninggalkan kedua perempuan sombong tersebut.


"Dasar orang miskin." Ucap Rebecca sambil menatap kedua punggung perempuan cantik tersebut.


"Bukan gue yang akan malu tapi diri mereka sendiri. Kalau begitu loh duluan aja gue mau pergi cari Vino dulu." Ucap Rebecca.


"Ok gue duluan ya." Jawab Clara sambil berjalan kearah parkiran.


"Vino pasti ada diruangannya" Gumam Rebecca sambil berjalan ke ruangan khusus pemilik kampus dengan senyuman yang tidak pernah hilang dari wajah cantiknya.


Disebuah ruangan yang luas dan mewah terdapat pemuda tampan yang sedang sibuk mengecek beberapa berkas penting yang tergeletak diatas mejanya. Namun tiba-tiba suara ketukan pintu menganggu konsentrasinya.


Tok! Tok! Tok!


"Masuk." Ucap Vino dingin tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas yang ada didepannya.


"Honey." Ucap Rebecca sambil mendekat kearah meja yang ditempati Vino.


"Ada apa?" Tanya Vino tanpa menatap lawan bicaranya.


"Kamu lagi sibuk ya honey?" Tanya Rebecca lembut kemudian duduk dikursi tepat didepan Vino namun terhalang meja.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya Vino kembali.


Rebecca yang mendengar ucapan Vino pun langsung melangkahkan kakinya kearah Vino dan berdiri tepat dibelakang kursi yang di duduki oleh pemuda tampan tersebut.


"Honey kamu punya waktu gak?" Tanya Rebecca lembut.


"Tidak." Ucap Vino dingin.


"Kalau tidak ada yang penting silahkan keluar." Lanjut Vino masih dengan wajah dinginnya.


"Honey aku mau mengundang kamu keacara ulang tahun aku minggu depan." Ucap Rebecca manja.


"Dimana?" Tanya Vino.


"Dihotel***** milik keluargaku." Ucap Rebecca sambil memijit lembut pundak kokoh milik Vino.


"Hmm." Ucap Vino tanpa menghentikan aktivitas Rebecca.


Rebecca yang merasa tidak ada penolakan pun memberanikan diri duduk dipangkuan Vino kemudian meraba lembut dada Vino dengan jari lentiknya.


Melihat Vino yang diam saja sontak membuat Rebecca seperti merasakan lampu hijau hingga dia mengecup bibir tipis tersebut kemudian *******, menyesap dengan liar namun Vino hanya diam saja tanpa menolak ataupun membalas.


"Balas honey." Ucap Rebecca yang sudah menahan hasratnya.


"Keluar." Ucap Vino dingin. Rebecca pun kaget dengan ucapan Vino.


"Memangnya kenapa honey?" Tanya Rebecca.


"Keluar." Sentak Vino.


"Baik honey aku keluar." Ucap Rebecca yang sudah mulai merasa takut dengan aura yang dikeluarkan Vino.


"Jangan lupa datang honey." Ucap Rebecca sambil mengecup pipi kiri milik Vino.


"Menjijikkan." Umpat Vino sambil melangkah kearah toilet untuk mencuci mukanya.


HAI READERS


Seperti biasa othor selalu mengigatkan kalian untuk jangan lupa Like, Coment dan pastinya yang paling penting Vote.

__ADS_1


Supaya othor semakin semangat buat melanjutkan ceritanya😊😁


__ADS_2