Pembalasan Sang Yatim Piatu

Pembalasan Sang Yatim Piatu
Pulang bersama


__ADS_3

"Tidak." Ucap mereka kembali kompak.


"Benaran?" Tanya Cassandra sambil memincingkan matanya kearah Cia dan Vino bergantian.


"Sudahlah gue mau pamit dulu sebentar lagi kelas gue mau mulai." Pamit Cia dan langsung pergi begitu saja.


Sedangkan Cassandra seperti menangkap gelagat aneh pada temannya itu.


"Kak Vino benar gak kenal sama Leticia?" Tanya Cassandra sedikit berbisik.


Sedangkan Vino yang mendengarkan bisikan dari Cassandra hanya mengangkat kedua bahunya acuh kemudian meninggalkan Cassandra yang sedang kepo stengah mati.


"Dasar manusia es. Tapi gue yakin sepertinya ada yang disembunyikkan oleh kak Vino dan Leticia." Gumam Cassandra yang kesal dengan sikap sang kakak yang langsung pergi tanpa menjawab pertanyaannya.


Namun tanpa disadari hal yang dilakukan Cassandra sontak membuat seorang perempuan yang memperhatikan mereka sedari tadi menahan emosinya agar tidak meladak.


"Loh lihat perempuan itu dengan tidak tahu malunya mendekatkan wajahnya ke telinga gebetan loh." Ucap Clara yang sepertinya sengaja memancing api dalam hati Rebecca.


"Dasar wanita tidak tahu malu. Dia gak sadar diri bahwa dia hanya orang miskin yang tidak ada harganya." Geram Rebecca yang masih terus menatap tajam kearah Cassandra seperti singa yang ingin menerkam mangsanya.


"Bagaimana kalau kita beri dia pelajaran." Ucap Clara tersenyum smirk.


"Tanpa loh bilang gue udah punya rencana untuk menghancurkannya. Loh tahu kan gue gak akan pernah membebaskan orang yang sudah masuk kedalam list hitam gue.


Hanya dalam sekali jentikan jari orang itu akan langsung musnah dari dunia ini" Ucap Rebecca dengan aura yang sangat menyeramkan.


"Gue tahu, tapi gue ingin kita beri dia pelajaran yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya. Kalau loh selama ini loh selalu langsung melenyapkan mereka, kali ini gue harap loh sedikit bermain-main terlebih dahulu bukannya itu akan sedikit menyenangkan." Ucap Clara yang entah kenapa sangat membenci kedua perempuan yang dianggapnya sudah merebut popularitas mereka dikampus.


Terutama Cassandra yang sekarang terlihat sangat dekat dengan laki-laki incarannya. Tanpa Rebecca ketahui sebenarnya Clara juga ingin sekali memiliki laki-laki tersebut yang tak lain adalah Alvino De Metz.


"Akhirnya gue gak perlu mengotori tangan gue untuk melenyapkan perempuan itu dari laki-laki yang akan menjadi milik gue. Dan untuk menyingkirkannya dari Rebecca itu akan gue fikirkan nanti." Gumam Clara sambil tersenyum jahat.


"Loh ada benarnya juga kayaknya gue harus sedikit bermain-main dengan perempuan itu." Ucap Rebecca.


"Bagus rencana gue sepertinya akan berjalan dengan lancar. Ternyata untuk menghasut loh gampang juga" Gumam Clara dengan senyum penuh kemenangan.


"Lebih baik kita masuk ke kelas dulu karena sebentar lagi jamnya dosen killer akan dimulai." Ajak Clara.


"Ck ayo." Ucap Rebecca berdecak kesal sambil melangkahkan kakinya menuju ke kelas fakultas manajement bisnis.


Hari ini Cia harus menyelesaikan 3 kelas sekaligus. Namun bukan hanya Cia ternyata Cassandra dan Rebecca juga memiliki 3 kelas hari ini.

__ADS_1


Hingga waktu berjalan begitu cepat Cia yang sedang berjalan kearah parkiran tiba-tiba mendengar suara perempuan yang sudah tidak asing lagi ditelinganya.


"Leticia tungguin" Teriak perempuan itu dengan sedikit keras.


"Kenapa?" Ucap Cia sambil menoleh ke belakang.


"Loh baru selesai kelas juga?" Tanya Cassandra.


"Iya memangnya kenapa?" Tanya Cia balik sambil melangkahkan kakinya diikuti oleh Cassandra.


"Kita pulang barang yuk." Ajak Cassandra ketika mereka sudah sampai diparkiran.


"Gak usah deh kamu pulang aja sebentar lagi malam nanti dicariin oma kamu lagi." Tolak Cia halus.


"Gak kok tenang aja. Gue antarin ya apalagi sebentar lagi malam gue gak tega ninggalin loh sendiri." Ucap Cassandra yang khawatir dengan teman cantiknya.


"Baiklah dan maaf kalau udah merepotkan." Ucap Cia sedikit terharu dengan perhatian kecil temannnya.


"Tenang aja gue gak merasa direpotkan kok." Ucap Cassandra sambil masuk kedalam mobilnya dan duduk dikursi kemudi. Kemudian disusul Cia yang duduk disampingnya.


Ketika Cassandra akan menjalankan mobilnya tiba-tiba dia mengurungkan niatnya.


"Gue gak salah lihatkan" Gumam Cassandra pelan sambil mengucek sebelah matanya namun masih bisa didengar oleh Cia.


Namun tidak ditanggapi oleh Cassandra. Cia yang merasa bingung dengan sikap temannya pun langsung mengikuti arah penglihatan Cassandra. Hingga dia melihat seorang laki-laki yang tidak asing baginya sedang berjalan kearah mobil sport dengan seorang perempuan yang pernah adu mulut dengan Cassandra.


"Loh cemburu?" Tanya Cia spontan karena Cassandra sedari tadi hanya diam sambil menatap kedua orang tersebut.


Sontak ucapan Cia pun langsung membuat Cassandra sadar dari lamunanya.


"Hah cemburu. Siapa yang cemburu?" Tanya Cassandra balik sambil menatap kearah Cia yang sedang menatapnya penuh selidik.


"Loh memangnya siapa lagi." Ucap Cia.


"Untuk apa gue cemburu?" Tanya Cassandra.


"Ya mana gue tahu. Habisnya loh dari tadi ditanya malah diam aja sambil melihat kedua pasangan tersebut tanpa berkedip." Jelas Cia.


"Haha ngaco loh gak mungkin gue cemburu sama mereka." Ucap Cassandra yang merasa lucu dengan tuduhan Cia kepadanya.


"Masa gue cemburu ke kakak gue sendiri." Gumam Cassandra.

__ADS_1


"Terus kenapa loh lihatin mereka sampai segitunya?" Tanya Cia lagi.


"Ya gue hanya heran aja cowok setampan itu kenapa harus jalan barang sama nenek gombel itu." Ucap Cassandra kesal.


"Terserah dialah itukan hak dia. Kenapa loh sepertinya gak terima mereka jalan berdua?" Tanya Cia penuh selidik


"Terserah deh intinya gue gak cemburu atau jangan-jangan loh yang cemburu." Tuduh Cassandra balik.


"Gue untuk apa cemburu? kenal aja kayak." Ucap Cia sedangkan Cassandra hanya mengangguk-anggukan kepalanya.


"Lebih baik kita pulang aja deh sebentar lagi malam." Ajak Cia dan Cassandra pun langsung menuruti permintaan temannnya.


Namun dia masih tak habis fikir dengan sikap kakaknya.


Kenapa kak Vino malah dekat dengan nenek gombel itu sih." Ngomel Cassandra dalam hati


Flashback


Vino sedang membaca biodata tentang putri dari Hendrik yang tak lain adalah musuh besar keluarga De Metz.


"Jadi namanya Rebecca Caroline fakultas management bisnis semester 3." Gumam Vino.


Setelah mengetahui dan melihat biodata tentang Rebecca. Vino pun keluar dari ruangan khusus pemilik kampus. Namun saat berada dikoridor langkahnya berhenti ketika dua perempuan cantik berjalan kearahnya.


"Hei boleh kenalan gak?" Tanya Rebecca dengan suara lembutnya.


Sedangkan Clara hanya menatap Vino dengan tatapan penuh minat. Namun Vino diam saja sambil menunggu Rebecca melanjutkan ucapannya.


"Nama gue Rebecca dan ini teman gue Clara. Kalau loh siapa?" Tanya Rebecca walaupun sebenarnya dia sudah tahu siapa laki-laki yang dia ajak kenalan.


Namun satu yang Rebecca tidak tahu kalau laki-laki didepannya ini adalah musuh besar keluarganya.


"Vino." Jawab Vino singkat.


"loh yang datang sendiri tanpa gue minta." Gumam Vino namun tidak ada yang tahu kalau dia baru saja tersenyum namun bukan senyuman manis melainkan senyuman yang mampu membuat orang bergedik ngeri.


"Gue boleh gak numpang pulang barang loh soalnya ban mobil gue kempes. Sedangkan Clara ada urusan dengan temannnya." Ucap Rebecca sambil menatap kearah Clara.


Clara yang mengerti kode tersebut hanya meganggukan kepalanya


"Baiklah." Ucap Vino singkat kemudian melangkahkan kakinya kearah parkiran diikuti oleh Rebecca dengan penuh semangat.

__ADS_1


"Untuk sekarang loh bisa bersamanya namun tidak untuk nanti." Gumam Clara sinis sambil menatap punggung Vino dan Rebecca yang sudah mulai menjauh.


__ADS_2