Pembalasan Sang Yatim Piatu

Pembalasan Sang Yatim Piatu
Bertemu


__ADS_3

Leticia yang baru sampai dikampus pun dibuat bingung karena mulai dari parkiran sampai dikelas. Semua mahasisiwi tampak heboh membicarakan kedatangan laki-laki tampan dan juga kaya raya.


"Gilaa laki-laki tadi ganteng bangat."


"Kalian tahu gak katanya dia itu putra dari pemilik kampus ini."


"Jadi dia itu pewaris dari keluarga De Metz dong."


"Wow benar-benar sultan."


Dan masih banyak lagi pujian yang ditangkap oleh telinga Cia.


"Mereka lagi ngomongin siapa sih?" Tanya Cia kepada salah satu mahasisiwi yang tidak ikut heboh seperti mahasiswi lainnya.


Perempuan tersebut hanya diam saja sambil membaca buku. Tidak ada yang mau berteman dengannya karena selain miskin dia juga terlihat cupu.


"Tadi ada pangeran datang ke kampus." Jelas perempuan itu yang bernama Tika.


"Pangeran?" Tanya Cia bingung.


"Iya dia ganteng bangat dan juga menggunakan mobil yang sangat mewah." Jelas Tika yang juga sempat melihat laki-laki tersebut walaupun sebentar karena langsung didorong oleh mahasisiwi lainnya.


"Oh." Ucap Cia cuek dan langsung menyalahkan laptopnya.


Sedangkan perempuan yang bernama Tika hanya diam sambil sesekali melirik kearah Cia yang sedang fokus memeriksa tugasnya.


"Andai gue bisa secantik dia pasti ada yang mau berteman dengan gue." Gumam Tika yang mengangumi kecantikan Cia.


"Ada apa?" Tanya Cia yang menyadari bahwa perempuan disampingya sedari tadi selalu mencuri pandang kearahnya.


"Gak kenapa-kenapa kok." Ucap Tika gugup karena Ketahuan.


Hingga tiba-tiba ponsel Cia pun bergetar menampilkan sebuah pesan masuk.


📩Pagi! loh lagi dimana." Isi pesan tersebut yang dikirim oleh Cassandra.


📩Pagi juga! gue ada dikelas memangnya kenapa?" Balas Cia.


📩Nanti kita ketemu dikantin ya." Cassandra.


Cia yang membaca isi pesan dari Cassandra pun dibuat bingung pasalnya Cassandra tidak pernah mengirimkannya pesan jika ingin mengajaknya kekantin paling dia akan datang langsung kekelasnya.


📩Ok." Balas Cia kemudian langsung menaruh ponselnya diatas meja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Dikantin


Cassandra yang sudah selesai dengan kelasnya pun langsung berjalan kearah kantin sambil menunggu Cia padahal untuk kekantin dia melewati jurusan akuntansi.


"Leticia kemana sih?" Gumam Cassandra sambil mengendarkan penglihatannya ke seluruh arah.


"Itu anak lama bangat sih." Umpat Cassandra namun tiba-tiba suara heboh para mahasiswa membuatnya mengalihkan pandangan dari ponselnya. Hingga matanya menangkap sosok perempuan cantik yang sedang berjalan kearahnya.


"Leticia cantik bangat sih."


"Sini gabung sama kita."


"Bagi kontak WAnya dong."


"Calon ibu dari anak-anak gue itu."


"Ckck selalu saja begitu." Gumam Cassandra yang sudah terbiasa dengan kehebohan para mahasiswa jika melihat primadona mereka.


"Sorry lama ya." Ucap Cia sambil duduk dikursi depan Cassandra.


"Loh bisa gak sih jangan buat kehebohan." Ucap Cassandra yang mengabaikan ucapan Cia.


Sedangkan Cia yang mendengar ucapan Cassandra pun hanya mengangkat alisnya tanda tidak mengerti.


"Lihat mata para mahasiswa semua menatap ke kita." Ucap Cassandra sambil mengendarkan pandangannya kesegala arah.


"Iya sih tapi gak seheboh ketika mereka melihat loh." Ucap Cassandra.


"Udahlah kenapa malah bahas hal yang tidak penting sih. Kamu juga kenapa belum pesan makanan ." Ucap Cia jenggah.


"Tenang aja gue udah pesan kok paling sebentar lagi datang." Ucap Cassandra sambil melihat kearah pintu masuk.


Tidak lama kemudian makanan mereka pun datang. Namun sebelum mereka menyantapnya tiba-tiba kehebohan pun kembali terjadi. Jika tadi para mahasiswa yang heboh karena kedatangan primadona mereka.


Sekarang giliran mahasisiwi yang heboh karena kedatangan laki-laki tampan yang sudah menjadi pembicaraan sejak tadi pagi.


"Pangeran datang."


"Astaga semakin dekat dia semakin terlihat tampan.


"Calon suami gue itu."


"Haha mana mungkin dia mau sama loh. Dia itu cocoknya sama gue."


"Mimpi aja kalian semua, karena apapun yang terjadi dia hanya milik gue." Gumam Rebecca sambil tersenyum sinis kearah para perempuan yang memperebutkan sosok laki-laki tersebut.

__ADS_1


Dan masih banyak pujian yang terlontarkan dari para mahasisiwi yang berada dikantin namun laki-laki tampan tersebut hanya cuek saja.


Semua mahasisiwi memekik histeris ketika melihat laki-laki tampan yang seperti dewa yunani berjalan kearah meja yang terdapat dua perempuan cantik yang terlihat cuek sambil menikmati makanan mereka, tidak seperti perempuan lainnya.


"Lihat tuh pangeran gue mau kesini."


"Dia itu mau nyamperin gue bukan loh."


"Mimpi mana mau dia sama kalian yang hanya remehan kerupuk"


Tanpa sepata kata apapun Vino langsung duduk samping Cassandra. Sedangkan Cassandra yang merasa ada seseorang duduk disebelahnya pun langsung mengangkat wajahnya dan betapa terkejutnya dia ketika mengetahui manusia es yang mencoba dia hindari malah duduk disebelahnya dengan santai.


"Astaga kenapa kak Vino malah duduk disini. Dasar manusia es gimana kalau dia sampai membongkar identitas gue disini apalagi melihat tatapan mereka yang seperti ingin menelan gue hidup-hidup lagi." Gumam Cassandra dalam hati sambil menatap tajam kearah kakaknya dia benar-benar belum siap jika identitasnya terbongkar sekarang.


Kemudian mengalihkan pandanganya kearah para mahasisiwi yang sedang menatapnya dengan tajam.


Sontak ketiga orang tersebut menjadi perhatian disana


"Gue gak salah lihat kan. Kenapa pewaris keluarga De Metz malah duduk bersama perempuan miskin itu?" Tanya Clara sambil mengucek matanya saking tidak percayanya dengan apa yang dilihatnya sekarang


"Dasar perempuan murahan. Awas aja loh berdua gue bersumpah akan membuat kalian menyesal telah mencari masalah dengan gue." Gumam Rebecca sambil tersenyum smirk kearah Cassandra dan Leticia.


"Ini gak boleh dibiarkan. Kita harus kasih mereka pelajaran." Ucap Clara yang tidak terima sebab semenjak kedatangan Cassandra dan Leticia membuat posisinya dan Rebecca sebagai primadona kampus tersingkirkan.


"Gue tahu apa yang akan gue lakukan." Geram Rebecca dengan pikiran jahatnya.


Sedangkan ketiga manusia yang menjadi pusat perhatian pun sibuk dengan pemikiran masing-masing.


"Kok tiba-tiba sepi kayak dikuburan ya." Gumam Cia


dalam hati. Yang belum menyadari kedatangan laki-laki tampan di depannya karena sejak tadi dia sibuk chatingan dengan Siska dan Riska.


Cia yang merasa bingung pun langsung mengangkat wajahnya dan betapa terkejutnya dia ketika melihat laki-laki tampan yang ada didepannya, apalagi sosok tersebut juga sedang menatap kearahnya hingga tatapan mereka berdua pun bertemu.


"Loh." Ucap mereka kompak.


""*Astaga kenapa laki-laki mesum ini ada disini sih." Gumam Cia dalam hati sambil menatap tajam kearah laki-laki tampan tersebut.


"Ternyata loh disini juga." Guman Vino tersembunyi smirk*.


"Kalian saling kenal?" Tanya Cassandra penasaran.


Mendengar ucapan Cassandra membuat kedua orang tersebut langsung memutuskan tatapan mata mereka.


Hello Readers

__ADS_1


Jangan lupa Like, Coment dan Vote ya. Biar author semakin semangat buat lanjutin ceritanya.


__ADS_2