
Deg! Melihat adegan didepannya membuat perempuan cantik tersebut merasakan perasaan yang aneh pada hatinya. Entah kenapa dia merasa sakit melihat kedua insan yang sedang berciuman dengan sangat panas.
Dan perasaan itupun semakin sakit ketika melihat laki-laki tersebut mengangkat perempuan yang didepannya menuju sebuah kamar dengan ciuman yang tidak terlepas. Hingga kesadarannya pun kembali setelah melihat pintu kamar tersebut ditutup dengan kasar.
"Kenapa gue sakit ya melihat Vino berciuman dengan Rebecca. Tidak! gue tidak mungkin cemburu sama mereka. Ternyata semua laki-laki sama saja hanya mengandalkan nafsu mereka." Gumam Leticia sambil mengelengkan kepalanya mencoba menepis apa yang dirasakannya.
Melihat adegan tersebut membuat Leticia semakin benci dengan laki-laki. Namun tidak disangka ternyata bukan hanya Leticia yang melihat adegan tersebut, tepat dibelakangnya terdapat seorang perempuan cantik yang sedang mengepalkan tangannya erat.
Dia benar-benar tidak menyangka kakaknya yang dikenal dingin dan anti perempuan melakukan hal tidak senonoh didepannya. Walaupun dia tidak melihat langsung apa yang mereka lakukan dikamar tapi sebagai perempuan yang dewasa dia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Gue benar-benar gak nyangka ternyata kak Vino tidak sebaik yang gue fikir, apa kata daddy dan mommy jika melihat putra mereka yang selama ini dibanggakan tega melakukan hal sebejat ini." Gumam Cassandra sambil meneteskan air matanya.
Dia merasa malu melihat sikap sang kakak yang tidak ada bedanya dengan laki-laki brengs*k. Apalagi dia tahu temannnya juga melihat apa yang dilakukan kakaknya, Walaupun Leticia belum tahu hubungan mereka namun dia yakin cepat atau lambat dia akan mengetahui kebenarannya.
Berbeda dengan apa yang terjadi diluar kamar. Kedua manusia yang menjadi tersangka semakin menikmati ciuman mereka. Bahkan semakin lama semakin panas.
Hingga tiba-tiba ada kedua pasang manusia masuk kedalam kamar tersebut. Perempuan cantik tersebut adalah Clara dan seorang laki-laki paruh baya yang mungkin seumuran dengan daddy Rebecca.
"Cepat singkirkan wanita itu dan kamu beri dia obat yang sudah disediakan dan bawah dia kekamar yang berada disebelah kamar ini. Buat dia merasa puas dengan permainan kamu setelah kegiatan kalian selesai bawah kembali kekamar ini dalam keadaan tidak sadar." Bisik perempuan cantik tersebut ke laki-laki yang ada disampingnya.
Sedangkan Rebecca tidak menyadari kedatangan kedua orang tersebut karena dia memejamkan matanya sambil menikmati sentuhan Vino.
__ADS_1
"Honey lepaskan dia biar aku yang memuaskan kamu." Bisik perempuan tersebut yang tak lain adalah Clara sambil menghembuskan nafasnya tepat ditelinga Vino.
Sedangkan laki-laki yang datang bersama Clara pun berhasil memasukkan sebuah obat kedalam mulut Rebecca dan langsung mengangkat tubuh Rebecca keluar dari kamar tersebut. Hal tersebut bisa dilakukan karena Clara berhasil menarik tubuh Vino dari atas tubuh Rebecca kemudian langsung memberikan ciuman yang sangat panas.
Vino yang diperlakukan seperti itu hanya diam saja sambil menikmati sensasi yang diberikan oleh Clara. Dia samar-samar melihat kedua orang didekatnya namun karena pengaruh obat yang diberikan dalam dosis yang sangat tinggi membuatnya menuruti semua apa yang terjadi yang penting dia dapat melampiaskan hasratnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Didalam mobil keheningan melanda dua perempuan cantik yang hanya bisa diam sambil mengingat adegan yang mereka lihat.
"Kenapa hati ini sakit mengingat hal yang akan dilakukan Vino dan Rebecca didalam kamar." Gumam Leticia sambil menatap kosong kearah depan.
"Kenapa kak Vino tega melakukan hal sekeji itu. Apalagi dia melakukannya dengan perempuan ular seperti Rebecca." Gumam Cassandra.
"Kenapa?" Tanya Leticia yang tidak mendengar jelas ucapan perempuan disampingnya.
"Gue boleh ya menginap diapartement loh?" Tanya Cassandra.
"Boleh kok." Jawab Leticia.
Hingga keheningan pun kembali melanda kedua perempuan tersebut. Hingga tidak lama kemudian mereka sudah berada di apartement Leticia.
__ADS_1
"Gue tidur dimana?" Tanya Cassandra.
"Itu kamar loh dan kalau butuh apa-apa panggil gue aja." Ucap Leticia.
"Ok gue mau kekamar dulu ya pengen langsung istirahat." Pamit Cassandra dalam mood yang sangat buruk.
"Silahkan gue juga mau langsung istirahat." Ucap Leticia.
Kedua perempuan cantik tersebut memasuki kamar masing-masing namun siapa sangka mereka langsung masuk kedalam kamar mandi dan berendam di bath up sambil menatap kosong kearah depan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kamar hotel
Kedua insan manusia saling bercumbu dengan panas. Saling bertukaran sliva bahkan dress yang kenakan oleh Clara pun sudah berada dilantai. Sama halnya dengan Vino namun masih tesisa celana panjangnya yang belum dilepas.
Suara ******* dari mulut Clara begitu keras ketika Vino mulai mencium lehernya. Namun siapa sangka ******* yang dikeluarkan Clara membuat Vino tiba-tiba dihantui oleh bayangan dirinya dan Leticia ketika sedang berciuman.
Vino yang mulai sadar walaupun masih dikuasai nafsu langsung menekan sebuah tombol yang berada dijam tangannya. Tombol tersebut dapat mendeteksi tempat dia berada dan menandakan dia dalam bahaya.
Tombol itu hanya terhubung dengan orang kepercayaanya. Tanpa dihubungi tangan kananya akan langsung mengerti apa yang sedang dialami oleh Tuan mudanya.
__ADS_1
Vino pun semakin memperlakukan Clara. Sedangkan Clara yang diperkakukan seperti itu bukannya merasa sakit dia malah semakin menikmati permainan yang dilakukan Vino.