
Melihat sang Ayah yang tersenyum, membuat hati Cia sedikit sakit karena ternyata dihati Ayahnya sudah ada wanita lain.
Tapi dia tidak boleh egois benar kata Ayahnya mereka membutuhkan sosok ibu walaupun itu ibu tiri. Dia harus bisa belajar menerima semua ini demi kebahagiaan sang Ayah.
"Huufft apakah sesudah menikah nanti Ayah tidak akan berubah?" Tanya Cia dengan suara sedikit pelan.
"Maksud kamu apa nak?" Tanya pak Rudi dengan tampang bingung
"Maksud Cia apakah kasih sayang Ayah ke Cia tidak akan berkurang?" Ucap Cia.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu sayang, jelas kasih sayang Ayah tidak Akan berkurang. kamu anak Ayah satu-satunya walaupun nanti kamu memiliki saudara tiri tapi Ayah janji Ayah tidak akan melupakan kamu, kamu akan tetap menjadi prioritas pertama Ayah". Ucap pak Rudi dengan penuh keyakinan.
"Maksud Ayah, aku akan punya adek. Ayah akan membuatkan aku adek ingat Ayah umur Ayah sudah tidak mudah lagi" pekik Cia sambil geleng-geleng kepala yang tak habis pikir jika nanti Ayahnya menggendong bayi.
"Ayah juga sadar sayang Ayah tidak cocok lagi untuk gendong bayi" jawab pak Rudi yang seakan bisa menebak apa yang dipikirkan anak cantiknya.
"Jadi selamanya aku akan jadi anak satu-satunya ayah dong" Ucap Cia dengan hati yang bahagia.
__ADS_1
"Tidak sayang, anak kandung Ayah memang cuma kamu sayang tapi anak tiri Ayah ada satu dan kamu akan memiliki kakak tiri perempuan" Ucap pak Rudi.
"Hufft baiklah apapun demi kebahagian Ayah, dan Ayah harus janji tidak akan melupakan aku" Ucap Cia dengan suara lemah.
"Ayah janji sayang kamu satu-satunya anak kesayangan Ayah" Ucap pak Rudi dengan haru karena bahagia memiliki anak yang mau mengerti keinginanya.
"I hope daddy always happy" Ucap Cia dengan memeluk sang Ayah.
"Trimakasih sayang sudah mau mengerti Ayah" Ucap pak Rudi sambil membalas pelukan sang anak.
Waktu berjalan begitu cepat, Seorang gadis cantik duduk di bangku taman dengan pikiran yang kosong. kalau boleh jujur dia lebih bahagia tinggal berdua dengan sang Ayah dibandingkan menghadirkan orang baru dalam rumah mereka.
"Sayang kok melamun sih nanti kesambet setan loh" Ucap Alex dengan menarik gemas hidung mancung sang kekasih.
"Hmmm" Gumam Ticia.
"Kamu kenapa sih sayang cerita dong sama aku" Ucap Alex yang heran dengan sikap sang kekasih yang sepertinya memiliki masalah yang besar.
__ADS_1
"Aku harus apa Lex, Ayah ingin menikah lagi" Ucap Cia dengan suara parunya sambil menahan tangis.
"What? Ayah ingin menikah lagi, jadi kamu akan punya ibu tiri dong" Pekik Alex karena kaget dengan ucapan kekasih cantiknya.
"Bukan cuma ibu tiri tapi aku juga akan memiliki kakak tiri perempuan, aku takut kasih sayang Ayah akan berkurang, apalagi ibu tiri dan saudara tiri itu jahat" Ucap Cia.
"Astaga kenapa kamu tidak bilang ke Ayah kalau kamu tidak setuju sayang" Ucap Alex yang dapat merasakan keresahan sang kekasih.
"Aku tidak bisa egois Lex, Ayah juga butuh pasangan. Demi kebahagian Ayah aku akan berusaha menerimanya" Ucap Cia.
"Kamu benar-benar baik sayang aku bangga sama kamu tidak hanya memikirkan diri sendiri. I Love U sayang" Ucap Alex sambil memeluk sang kekasih.
"I love u more" Ucap Cia dengan membalas pelukan sang kekasih.
"Aku bahagia bangat memiliki kamu yang cantik, baik, bisa bersikap dewasa. Aku harap kita akan selalu bersama sampai maut memisahkan kita, jangan pernah tinggalin aku sayang" Ucap Alex yang benar-benar bangga memiliki kekasih seperti Cia
"Aku juga bahagia memiliki kamu by" Ucap Cia dengan hati yang sudah mulai tenang.
__ADS_1
"Kalau nanti ibu tiri dan saudara tiri kamu jahat sama kamu sayang bilang sama aku, akan aku kasih mereka pelajaran" Ucap Alex dengan muka datar dan dingin
"Iya by" Ucap Cia yang merasakan hawa panas dari muka sang kekasih