Pembalasan Sang Yatim Piatu

Pembalasan Sang Yatim Piatu
Alex


__ADS_3

Disebuah kampus ternama terdapat pria tampan yang baru turun dari mobil sport mewahnya, pria tersebut adalah Alvino De Metz dia merupakan idola kampus. Selain karena wajah tampanya yang bak dewa yunani dia juga merupakan putra konglomerat yang masuk jajaran orang terkaya didunia.


Perusahaan De Metz merupakan perusahaan raksasa yang kantor utamanya berada di Prancis.


"Lihat tuh idola kita sudah datang."


"Gila makin hari makin ganteng ajah."


"Calon suami gue tuh."


"Gue berharap bisa jadi istrinya mau jadi istri ke lima pun gue rela."


Dan masih banyak lagi pujian dari mahasiswi yang melihat Vino sedang berjalan kearah kelasnya dengan gaya cool.


"Vin gue dengar-dengar si Alex hari ini bakalan masuk." Ucap Dafa ketika melihat Vino sudah duduk dikursi yang berada disampingnya.


"Terus?" Tanya Vino yang mulai fokus pada poselnya.


"Gak kenapa-kenapa sih tapi entah kenapa setiap mengingat tindakan dia ke Cia gue selalu emosi sendiri." Ucap Dafa.


"Atau jangan-jangan loh itu jatuh cinta ke Cia makanya loh gak terima kalau ada yang nyakitin dia." Ucap Rian yang tiba-tiba menyahut dari belakang.


"Masa sih gue jatuh cinta ke Cia, tapi siapa sih yang gak bakalan jatuh cinta ke perempuan seperti dia. Udah cantik, pintar dan lembut lagi." Puji Dafa.


"Iya seandainya gue berada diposisi Alex gue gak bakalan khianati dia." Puji Rian.


Sedangkan Vino hanya diam saja namun entah kenapa hatinya tidak terima ketika kedua sahabatnya malah memuji Cia apalagi ketika mendengar bahwa Dafa jatuh cinta ke Cia.


Hingga tiba-tiba kedatangan pria tampan didepan mereka sontak berhasil menghentikan pembicaraan mereka.


"Hai bro." Sapa Alex yang baru masuk ke kelas disusul oleh Randy.


"Hai kemana aja loh kenapa baru muncul?" Tanya Rian pura-pura tidak mengetahui apa yang telah terjadi dengan Alex.


"Hmm gue punya urusan keluarga yang agak rumit makanya mau tidak mau gue harus selesaikan dulu." Jawab Alex hati-hati sambil menatap kearah Vino yang mengabaikan kehadirannya.


Ucapan Alex tidak ada yang salah karena dia memang izin dengan alasan urusan keluarga lebih tepatnya keluarga barunya yaitu Fania sang istri.


"Jadi bagaimana dengan urusan keluarga loh apa udah selesai?" Tanya Rian.

__ADS_1


"Belum sih tapi masih ada sedikit lagi yang belum bisa gue atasi sampai sekarang." Ucap Alex.


"Kamu dimana sayang." Gumam Alex sendu setiap kali mengingat wajah Cia. Karena semenjak kejadian dirumah Cia mereka tidak pernah lagi bertemu apalagi Cia yang telah memblokir nomornya.


"Urusan apa yang belum selesai Lex?" Tanya Randy yang tiba-tiba merasa penasaran.


Disini Randy belum tahu ya tentang Alex yang sudah menikah dia hanya tahu kalau hubungan Alex dan Cia sedang bermasalah karena Alex selalu curhat kepadanya.


"Bukan apa-apa kok." Ucap Alex mencoba menyakinkan sahabatnya.


"Semoga urusan loh cepat selesai ya." Ucap Rian.


"Sampai kapanpun gue yakin urusan loh gak akan selesai dengan baik." Gumam Rian yang seakan-akan tahu apa maksud ucapan Alex barusan.


Hingga pembicaraan mereka pun terpaksa berhenti karena dosen sudah hadir. Hingga 2 jam kemudian kelas mereka pun selesai apalagi hari ini mereka hanya ada satu kelas.


Didalam mobil sportnya Alex hanya diam tanpa berniat menjalankan mobilnya dia hanya diam sambil menatap wallpaper poselnya yang menampilkan wajah cantik perempuan yang sangat dicintainya.


Namun hubungan mereka harus hancur karena kehadiran orang ketiga. Apalagi ketika mengingat awal mula pengkhianatan mereka terjadi.


Flashback


Namun didalam perjalanan tiba-tiba ponselnya berdering terdapat nomor asing yang mengirimkannya pesan.


📩Lex ini aku Fania kakak Cia tolong kamu datang ke hotel*** ada seseorang yang sengaja ingin menjebak aku, sepertinya mereka bukan orang baik-baik. Please kamu datang ya, mereka membawaku ke kamar no 29." Pesan dari nomor asing tersebut yang tak lain adalah Fania.


Alex yang membaca pesan tersebut terpaksa mengurungkan niatnya untuk pergi kerumah Cia. Dia fikir tidak ada salahnya pergi menolong Fania yang merupakan calon kakak iparnya.


Hingga Alex pun melajukan mobilnya dengan kencang menuju ke alamat yang dikirim oleh Fania.


Sampai disana dia langsung mencari kamar no 29 namun dia sedikit heran ketika melihat kamar tersebut tidak ada tanda-tanda yang mecurigakan bahkan kamar tersebut sengaja tidak di kunci.


Alex pun memberanikan diri melangkahkan kakinya kedalam kamar dan terkejut melihat Fania yang duduk dilantai sambil menangis dengan rambut yang berantakan dan pakaian yang sangat terbuka.


"Kamu kenapa?" Tanya Alex.


"hiks hiks Lex mereka ingin melecehkanku." Ucap Fania sambil menangis tersedu-sedu.


"Tapi tidak orang disini." Ucap Alex yang merasa aneh namun juga merasa kasihan dengan keadaan Fania.

__ADS_1


"Hiks hiks mereka barusan kabur waktu gue bilang polisi sebentar lagi kesini namun ternyata loh duluan yang datang." Ucap Fania dengan memberanikan diri memeluk Alex.


Alex yang dipeluk seperti itu merasa risih namun melihat keadaan Fania seperti itu dia merasa iba kemudian menuntun Fania untuk berdiri dan membawanya ke Sofa.


"Makasih banyak Lex karena loh udah datang." Ucap Fania.


"Iya gak kenapa-kenapa, tapi loh udah baikan kan? ayo gue antar loh pulang karena gue juga akan kerumah loh untuk jemput Cia." Ucap Alex yang merasa tidak nyaman berada didekat Fania.


"Gak semudah itu honey." Gumam Fania dalam hati dengan sinis.


"Sebelum kita pergi gue mau buatin loh minum dulu." Ucap Fania.


"Gak usah gue gak haus kok." Tolak Alex halus.


"Gue tahu loh pasti capek please ya sebagai tanda trimakasih gue. Hanya itu yang bisa gue beri." Ucap Fania dengan sendu.


Alex yang melihat wajah murung Fania pun merasa tidak enak hati kemudian dia pun menerima tawaran Fania.


"Tunggu sebentar yah." Ucap Fania gembira kemudian berjalan kearah dapur.


Hingga tidak lama kemudian dia datang membawa gelas yang berisi jus jeruk.


"Ini Lex maaf yah cuma ada ini yang tersedia didapur." Ucap Fania.


"Makasih." Ucap Alex kemudian langsung meminum jus tersebut hingga tandas. Karena dia ingin cepat-cepat pergi menjemput kekasihnya.


"Kok panas ya." Ucap Alex yang mulai gerah.


"Misi dimulai." Gumam Fania. Kemudian mencoba mendekati Alex.


"Kamu kenapa Lex?" Tanya Fania dengan suara menggoda.


"Panas." Ucap Alex sambil membuka bajunya.


"Sini aku bantu." Ucap Fania dengan sengaja mambelai lembut perut kotak-kotak milik Alex.


Dan hal tersebut berhasil membuat gairah dalam tubuh Alex semakin memuncak apalagi dengan obat perangsang yang diberikan Fania dalam dosis tinggi.


Hingga dalam keadaan tak sadar Alex pun langsung menindih Fania dan mereka melakukan hubungan tersebut sampai tengah malam. Dan tanpa Alex sadari perbuatan mereka berhasil direkam oleh kamera yang berada diatas meja.

__ADS_1


__ADS_2