
Ketiga gadis cantik tersebut pun sampai di sebuah Villa dengan viewnya yang sangat bagus.
"Akhirnya sampai juga." Ucap Riska sambil merentangkan kedua tangannya.
"Iya kita istrirahat dulu ya soalnya gue capek bangat." Ucap Siska ketika mereka sudah masuk kedalam kamar yang akan mereka tempati.
"Iya gue juga." Ucap Cia sambil ikut merebahkan tubuhnya disamping Siska.
"Kalian gak mandi dulu." Tanya Riska kepada Cia dan Riska namun yang ditanya hanya diam dengan memejamkan mantanya.
"Ckck kalian jorok bangat sih." Ucap Riska sambil melangkahkan kakinya kedalam kamar mandi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mansion De Metz
Disebuah mansion mewah bergaya Prancis, tepatnya disebuah kamar mewah yang didominasi warna abu-abu tersebut terdapat tiga pria tampan yang sibuk memainkan game diponsel masing-masing.
"anj*rt gue kalah lagi." Umpat Rian kesal sambil meletakkan kasar ponselnya ke atas meja.
"Hahaha sebaiknya loh sering latihan dulu deh sebelum ajak kita mabar." Ucap Dafa dengan nada mengejek.
"Gak sadar diri bangat loh. Loh aja kalah dari Vino." Ucap Rian yang tidak terima diejek oleh Dafa. Walaupun ketiganya memang jago dalam memainkan game online namun tetap saja Rian yang berada diurutan bawah diantara mereka bertiga.
"Sialan loh, tapi setidaknya gue lebih unggul daripada loh." Ucap Dafa sambil melemparkan bantal sofa kearah Rian.
Sedangkan Vino hanya diam saja sambil sibuk menatap ke ponselnya entah apa yang dia buat.
"Vin kita nginap disini ya kan 3 hari kedepan kita libur kuliah daripada dirumah terus suntuk gue." Ucap Dafa.
"Iya gue juga punya rumah besar tapi gak ada kehidupan didalam, sepi kayak kuburan." Ucap Rian sambil merebahkan tubuhnya diatas karpet berbulu yang ada dikamar Vino.
"Emangnya bokap dan nyokap kalian pada kemana?" Tanya Vino namun pandangan matanya masih terus ke ponselnya.
"Biasalah perjalanan bisnis apalagi." Ucap Rian sambil memejamkan matanya karena mulai mengantuk.
"Oh ya Vin kok beberapa hari ini Alex gak pernah ke kampus ya." Tanya Dafa.
__ADS_1
"Mana gue tahu mungkin dia punya urusan penting." Jawab Vino datar. Kemudian melangkahkan kakinya ke arah ranjang berukuran king size tersebut.
"Tapi 2 hari yang lalu gue ke apartement Vandi sepupu gue tapi ketika gue baru turun dari mobil gue melihat Alex masuk ke dalam apartement tersebut. Namun ketika gue coba mendekatinya dia keburu masuk kedalam lift dengan seorang perempuan." Ucap Dafa. Yang tiba-tiba saja menceritakan tentang Alex kepada Vino padahal mereka hanya berteman biasa.
"Terus apa pentingnya loh kasih tahu ke gue." Ucap Vino yang merasa tidak penting dengan apa yang dibilang oleh Dafa.
"Tapi dia bersama perempuan mereka terlihat mesra seperti sepasang kekasih." Ucap Dafa.
"Kan Alex memang memiliki pacar." Ucap Vino kemudian meletakkan ponselnya keatas nakas dan mulai merebahkan tubuhnya diatas ranjang empuk tersebut.
"Yah gue juga tahu Alex punya pacar kita juga udah kenalan sama pacarnya." Ucap Dafa.
"Hmm." Gumam Vino yang siap terbang kemimpi indahnya.
"Tapi perempuan itu bukan Cia gue juga lihat wajahnya sekilas waktu pintu lift belum tertutup." Ucap Dafa sambil ikut merebahkan tubuhnya diatas sofa panjang yang dia duduki.
"Loh salah lihat kali." Ucap Vino yang tiba-tiba saja menjawab ucapan Dafa padahal tadi dia sudah kelihatan malas untuk bicara.
"Gue belum rabun ya, udahlah gue mau tidur." Ucap Dafa kemudian menutup matanya.
📞Halo selamat malam tuan muda."....
📞 Gue mau loh cari tahu tentang seseorang dan informasinya sudah harus lengkap besok pagi." Ucap Vino.
📞Siapa namanya tuan?" ...
📞Nanti namanya gue kirim lewat email." Ucap Vino.
📞 Baik tuan." ....
📞Cari tahu sedetail-tailnya jangan sampai ada yang ketinggalan." Ucap Vino tegas kemudian langsung mematikan panggilan telfon secara sepihak.
Selesai menelfon orang suruhannya Vino pun langsung masuk kedalam kamarnya dan bersiap untuk tidur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Puncak
__ADS_1
"Pagi Sis." Sapa Cia dan Riska yang baru bangun kemudian melihat Siska yang ternyata sudah rapi dengan baju kaos polos berwarna putih dipasangkan dengan celana training.
"Pagi Cia, pagi Ris " Sapa balik Siska.
"Loh mau kemana." Tanya Cia.
"Gue mau keluar jogging, kalian mau ikut gak?" Tanya Siska sambil mendudukkan tubuhnya disofa.
"Tunggu gue siap-siap dulu." Ucap Cia kemudian melangkahkan kakinya ke dalam kamar mandi.
"Gue juga lumayan cuci mata siapa tahu ada bule kesasar." Ucap Riska semangat. Sedangkan Siska hanya memutar bola matanya malas.
Tidak membutuhkan waktu lama ketiga gadis cantik tersebut sudah siap kemudian keluar dari kamar mereka.
Hingga 45 menit kemudian mereka pun kembali ke kamar namun sebelum itu Riska mengajak Cia dan Siska untuk foto barang kemudian dia mengupload ke akun instagramnya tidak lupa dia juga tag akun instagram Cia dan Siska.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mansion De Metz
Sedangkan dimansion keluarga De Metz terdapat tiga pria tampan yang baru menyelesaikan sarapannya. Namun ketiga pria tampan tersebut seperti enggan untuk meninggalkan meja makan terbukti ketiga pria tampan tersebut malah santai memainkan ponsel mereka masing-masing.
"Wii ini pacarnya Alex cantiknya kelewatan." Ucap Rian tiba-tiba yang langsung mendapatkan tatapan dari Dafa dan Vino.
"Coba loh lihat postingan Riska diakun instagramnya." Ucap Rian yang seakan-akan mengerti arti tatapan kedua sahabatnya itu.
"Si kembar juga tak kalah cantik." Ucap Dafa ketika sudah melihat postingan Riska.
Dafa dan Rian memang sudah saling follow instagram dengan Cia, Riska dan Siska. Kecuali Vino.
"Mereka lagi liburan di puncak, gue jadi pengen juga kesana mumpung kita lagi gak kuliah." Ucap Dafa.
"Iya gue juga setuju daripada dirumah tersebut yang ada kita bisa mati kebosanan." Ucap Rian.
Visual mansion De Metz
__ADS_1