
"Varo siap dengan apapun resikonya dad." Ucap Vino tegas.
"Bagus itu baru putra daddy." Ucap Daddy Regi bangga.
Dia yakin putranya ini pasti mampu mewarisi kepemimpinannya baik dalam urusan bisnis maupun dunia bawah.
"Kalau tugas kamu sudah benar-benar selesai daddy ingin besok kamu sudah harus berangkat ke Paris. Lebih cepat lebih baik dan jangan pernah memberikan ampun kepada mereka yang sudah mencari masalah dengan keluar De Metz apapun alasannya.
Karena sekali saja kamu memberi mereka kesempatan disaat itu pula mereka akan semakin berusaha untuk menjatuhkan keluarga De Metz." Ucap Daddy Regi tegas dengan aura yang sangat menyeramkan.
"Daddy fikir putramu ini bodoh." Ucap Vino sombong.
"Hahaha kamu benar-benar keturunan De Metz." Puji Daddy Regi disertai dengan tawa.
Sedangkan Vino yang mendengar ucapan daddyna hanya berdecak kesal.
"Kalau kamu ingin pergi bertemu dengan temanmu silahkan karena kemungkinan besar kamu akan berada di Paris dalam jangka waktu yang lama." Ucap Daddy Regi.
"Baiklah dad aku ingin mengajak Dafa dan Rian kesebuah bar." Ucap Vino.
Vino memang tidak terlalu dingin jika bersama orang tuanya tapi kalau dengan adiknya dan orang lain dia akan bersikap dingin dan tidak banyak bicara.
"Silahkan tapi jangan pernah bermain wanita. Kamu tahu kan sekejam-kejamnya keluarga De Metz mereka akan memperlakukan wanitanya seperti ratu. Tapi jika mereka mencari masalah tidak ada kata wanita dan pria semuanya dianggap sama." Ucap Daddy Regi.
Tuan Regi percaya putranya diluar sana tidak pernah bermain-main wanita. Karena berdasarkan laporan dari orang suruhannya, Vino tidak pernah keluar dengan wanita selain Dafa dan Rian.
Sedangkan Citra saja yang mendapat gelar sebagai kekasih Alvino baru 2 kali keluar bersama Vino itupun tidak cukup lama.
Namun baru-baru ini Tuan Regi menerima informasi bahwa ada wanita cantik yang beberapa kali bertemu dengan Vino, tapi untuk saat ini Tuan Regi masih membiarkan itu karena menurut informasi wanita tersebut adalah wanita yang baik-baik tidak seperti Citra yang sering berada di club malam dan berakhir dihotel dengan pria yang selalu berbeda.
"Daddy fikir aku ini penjahat kelamin." Ucap Vino kesal.
Dia fikir sang daddy menuduhnya sebagai pria yang sering menghabiskan waktunya dengan wanita malam.
"Daddy hanya mengingatkan son bukan menuduh." Jelas Tuan Regi yang melihat kekesalan diwajah putranya.
"Ck terserahlah." Ucap Vino berdecak kesal sambil keluar dari ruang kerja sang daddy.
Tuan Regi yang melihat sikap putranya pun hanya mengeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Vino yang sudah berada didalam mobil mewahnya pun langsung menghubungi Dafa. Baru panggilan pertama langsung ada jawaban dari sana.
"Halo! ada apa tumben hubungi gue?" Tanya Dafa.
"Loh dimana?" Tanya Vino balik.
"Gue lagi ada di apartementnya Rian emangnya kenapa?" Tanya Dafa.
"Kita ke club loh sekarang ada yang ingin gue omongin." Ucap Vino.
"Ok gue dan Rian akan langsung meluncur kesana." Jawab Dafa. Dan langsung dimatikan oleh Vino secara sepihak.
"Ck dasar manusia es tidak ada sopan-sopannya sama sekali." Gumam Dafa kesal namun masih bisa didengar oleh Rian yang sedari tadi berada disamping Dafa.
"Hahaha loh kayak gak tahu aja gimana sifatnya itu anak." Ucap Rian yang terkekeh geli melihat kekesalan diraut wajah sahabatnya.
"Udahlah pantas saja dia itu jomblo." Ucap Dafa.
"Loh lupa atau pura-pura lupa kalau Vino pacaran dengan Citra." Ucap Rian mengingatkan sahabatnya.
"Iya sih. Btw kenapa Vino sampai menghubungi loh?" Tanya Rian.
"Astaga gue lupa tadi manusia es mengajak kita ketemuan di club gue katanya ada sesuatu yang dia ingin bicarakan." Ucap Dafa yang hampir melupakan janjinya dengan Vino.
"Astaga kenapa loh baru bilang jangan sampai itu manusia es berubah jadi monster hanya karena menunggu terlalu lama." Ucap Rian panik dan langsung keluar dari apartemenya disusul oleh Dafa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Dasar itu bocah pada kemana sih." Umpat Vino kesal sambil menunggu sahabatnya yang belum datang.
"Awas aja kalian." Gumam Vino sambil menikmati alkohol dengan harga yang sangat mahal.
Hingga tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka dengan kemunculan dua orang yang sudah ditunggunya sedari tadi.
"Darimana aja kalian?" Tanya Vino sambil menatap tajam kedua sahabatnya yang berdiri seperti patung di pintu dengan nafas yang masih memburu.
Sepertinya kedua sahabatnya tersebut berlari dari parkiran sampai di ruangan VIP yang merupakan ruangan khusus untuk mereka bertiga.
__ADS_1
"Sorry bro kita terjebak macet." Ucap Rian berbohong sambil berjalan kearah sofa yang berada di depan Vino kemudian disusul oleh Dafa dari belakang.
"Ck alasan." Umpat Vino kesal.
"Btw ada apa nih tumben bangat loh mau ngajakin kita ketemuan. Apa loh lagi ada masalah dengan Citra?" Tanya Rian sambil menikmati minuman alkohol yang ada ditangannya.
"Sejak kapan gue bermasalah dengan wanita murahan itu." Ucap Vino dingin.
"Terus apa ada masalah yang lain?" Tanya Rian sedangkan Dafa hanya diam saja. Tapi sebelum Vino menjawab tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dari luar
Tok! Tok! Tok!
"Masuk." Ucap Dafa sedikit keras.
Pintu tersebut terbuka dengan kemunculan 3 wanita sexy dengan pakaian yang sangat terbuka hingga dada mereka seperti meronta-ronta ingin keluar dan rok pendek yang hanya menutupi bokong mereka.
Vino yang melihat kehadiran wanita malam tersebut langsung menatap tajam kearah Dafa. Sedangkan yang ditatap seperti itu hanya cuek saja sambil menyuruh ketiga wanita tersebut mendekat kearahnya.
"Kenapa loh harus mengundang mereka sih?" Tanya Rian yang merasa risih dengan kehadiran wanita malam. Sedangkan Vino hanya diam sambil menatap jijik ke Dafa yang dikelilingi dengan wanita malam tersebut.
Gimana tidak jijik Dafa sedang berciuman panas dengan wanita yang ada dipangkuannya sedangkan kedua wanita lainya berada disisi kiri dan kananya dengan tugas masing-masing.
"Daf loh itu kapan sih berhenti bermain wanita?" Tanya Rian yang juga jijik melihat pemandangan didepannya walaupun ini bukan pemandangan yang pertama tetapi mereka tetap merasa jijik.
Dari ketiga pria tampan tersebut hanya Vino dan Rian yang sangat anti dengan wanita mereka bisa dikatakan pria yang masih menjaga keperjakaanya. Sedangkan Dafa hampir setiap malam menghabiskan waktunya bermain dengan wanita malam yang ada di club miliknya.
Kedua sahabatnya sering kali mengingatkannya untuk berhenti menjadi penjahat kelamin namun tidak pernah dihiraukan oleh Dafa. Menurutnya itu hal biasa untuk pria muda seperti mereka.
"Besok gue berangkat ke Paris." Ucap Vino yang sudah muak melihat pemandangan didepannya.
"What? untuk apa loh kesana dan berapa lama?" Tanya Rian sedangkan Dafa hanya diam sambil menikmati sentuhan dari para wanita yang sudah disewanya.
"Ada masalah sedikit dengan kantor pusat dan untuk waktunya gue belum tahu sampai kapan." Ucap Vino.
"Hmm kalau loh butuh bantuan langsung saja hubungi kita." Ucap Rian mengerti.
"Dan kalau ada waktu free kita akan mengunjungi loh kesana, kalau begitu gue mau keluar dulu." Ucap Dafa yang mulai dipenuhi gairah sambil berjalan keluar ditemani oleh tiga wanita sexy tersebut.
Vino dan Rian yang melihat kelakuan sahabatnya hanya mengeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1