Pembalasan Sang Yatim Piatu

Pembalasan Sang Yatim Piatu
Mansion Utama De Metz


__ADS_3

"Ayo duduk kenapa malah diam aja." Ucap Cassandra sambil melihat kearah Leticia yang masih berdiri seperti patung.


"Memangnya loh gak takut ya sama mereka? kayaknya mereka gak bakalan tinggal diam?" Tanya Leticia yang khawatir dengan teman barunya.


"Santai aja orang seperti itu memang tidak bakalan tinggal diam jika kita tidak menuruti ucapannya. Tapi jika kita diam saja mereka akan semakin semena-mena sama kita. Jadi gue harap loh jika bertemu dengan orang seperti itu lawan aja jangan bersikap lemah." Ucap Cassandra.


"Apa selama ini gue kelihatan lemah ya sampai-sampai mereka tega membohongi gue" Gumam Leticia dalam hati.


"Lah kok jadi melamun sih, kapan makannya kalau begini?" Tanya Cassandra.


"Oh iya sorry." Ucap Leticia cengegesan. Yang ditanggapi gelengan kepala oleh Cassandra.


Hingga keheningan melanda kedua perempuan cantik sambil menikmati makan siang mereka. Namun tiba-tiba suara ponsel dari Cassandra berbunyi yang tertera nama "Mommy" didalam.


"Halo mom." Ucap Cassandra setelah menggeser icon berwarna hijau pada ponselnya.


"Halo sayang kamu lagi dimana?" Tanya Mommy Anggika.


"Lagi dikampus mom." Jawab Cassandra.


"Sayang kamu baik-baik saja kan disana?" Tanya Mommy Anggika lagi.


"Iya dong mom. Kalau mommy dan daddy baik-baik saja kan?" Tanya Cassandra.


"Mommy dan daddy baik-baik saja sayang." Jawab Mommy Anggika.


"Daddy dan kak Vino dimana mom?" Tanya Cassandra yang belum mengetahui kalau sang kakak sedang dalam perjalanan menuju ke Paris.


"Daddy pergi ke kantor sayang kalau kakak kamu lagi dalam perjalanan menuju kesitu." Jelas Mommy Anggika.


"Mommy serius kak Vino mau kesini?" Tanya Cassandra antusias walaupun kakaknya selalu bersikap dingin kepadanya namun dia tahu sebenarnya Vino sangat menyayanginya.


"Dua rius malah." Jawab Mommy Anggika terkekeh geli mendengar suara putrinya yang sepertinya sangat antusias mendengar kedatangan kakaknya.


Padahal jika kedua anaknya itu sedang bersama tidak akan pernah akur. Sang putri yang besikap bar-bar jika bersama keluarganya, berbanding terbalik sang putra yang hanya bersikap dingin dan acuh tak acuh kepada adiknya.


"Kamu sama siapa disitu sayang?" Tanya Mommy Anggika yang mengetahui bahwa putrinya itu sedang menyembunyikkan identitasnya di kampus.


"Sama temanku mom." Ucap Cassandra sambil menatap Leticia yang sedang asik menikmati makanannya.


"Siapa namanya sayang?" Tanya Mommy Anggika antusias karena selama ini dia tahu putrinya bukan orang yang mudah berteman dengan orang lain.


"Leticia mom dia sangat cantik makanya menyandang status primadona kampus." Puji Cassandra.


"Wah bisa dong dijodohkan dengan kakak kamu." Ucap Mommy Anggika dengan nada bercanda.


"Benar juga kata mommy sepertinya manusia es itu cocok dengan Leticia. Mereka tampak serasi kak Vino sangat tampan sedangkan Leticia sangat cantik dan kelihatannya dia perempuan yang baik. Dan terlebih mereka sama-sama dingin." Gumam Cassandra dalam hati sambil memikirkan rencana yang akan dia lakukan.


"sayang kamu gak lagi merencanakan hal yang aneh-aneh kan?" Tanya Mommy Anggika curiga.


Karena Nyonya De Metz tahu bagaimana tingkah usil putrinya itu.

__ADS_1


"Hehehe mommy kepo aja deh." Ucap Cassandra cengegesan.


"Tapi ingat jangan sampai merugikan orang lain." Ucap Mommy Anggika memperingatkan anaknya.


"Siap mom." Ucap Cassandra.


"Yaudah mommy matikan dulu. Kuliah yang benar jangan mencari masalah dengan kakakmu." Ucap Mommy Anggika. Langsung memutuskan panggilan secara sepihak.


"Dasar anak dan ibu sama saja." Gerutu Cassandra kesal.


"Leticia." Ucap Cassandra.


"Apa?" Tanya Leticia yang sudah selesai dengan makananya.


"Loh ada waktu gak?" Tanya Cassandra.


"Memangnya kenapa?" Jawab Leticia.


"Hmm gue pengen ajak loh ke rumah opa gue sekalian kenalin loh sebagai teman gue." Ajak Cassandra yang sudah mulai menjalankan rencananya.


"Hmm gimana ya gue belum ada waktu buat keluar karena akhir-akhir ini tugas gue sangat menumpuk. Loh tahu sendiri kan gue bisa kuliah disini karena beasiswa jadi sebisa mungkin gue harus mempertahankan nilai gue supaya tidak turun." Ucap Leticia jujur.


"Iya deh gue percaya tapi loh harus janji jika loh ada waktu luang datang ya kerumah gue." Ucap Cassandra dengan sedikit paksaan.


"Iya akan gue usahakan." Ucap Leticia.


"Bagus, kalau begitu gue masuk kelas dulu sebentar lagi jamnya dosen killer." Ucap Cassandra sambil berjalan meninggalkan kantin diikuti oleh Leticia.


Mansion Utama Keluarga De Metz


"Oma." Ucap Vino ketika melihat sang oma lagi duduk diruang keluarga sambil nonton tv.


"Vino ini benaran kamu?" Ucap Oma sambil memeluk cucu laki-lakinya.


"Iya oma apa kabar?" Tanya Vino.


"Baik sayang kamu kenapa gak hubungi oma kalau mau kesini?" Tanya Oma.


"Biar surprise dong."Jawab Vino.


"Dasar cucu nakal. Kalau opamu tahu kamu datang kesini tanpa memberitahunya terlebih dahulu pasti dia akan marah." Ucap Oma.


"Marah untuk apa sayang?" Tanya Opa yang tiba-tiba masuk kedalam rumah lebih tepatnya mansion.


"Sayang bukannya tadi kamu pamit untuk pergi ke kantor?" Tanya Oma.


"Tidak sayang sebenarnya aku pergi untuk jemput cucu kesayangan kamu ini?" Jawab Opa sambil memeluk sang istri.


Walaupun usia mereka sudah tidak muda lagi namun kedua pasangan tersebut selalu tampil mesra dan tidak pernah malu menunjukkan keromantisan mereka didepan umum.


"Jadi kalian bersekongkol untuk tidak memberitahu oma." Ucap Oma dengan raut wajah kecewa.

__ADS_1


"Tidak begitu sayang." Ucap Opa sambil mencoba membujuk sang istri yang sudah mulai merajuk.


"Jadi kenapa kalian tidak memberitahu oma?" Tanya Oma sedikit emosi.


"Itu karena...." Ucap Opa sambil memberi kode kepada sang cucu untuk membantunya.


Vino yang mengerti kode dari sang opa pun seolah-olah mengerti untuk membantunya.


"Vino baru datang bukannya diajak makan malah melihat drama kalian yang tidak ada pentingnya sama sekali." Ucap Vino dingin.


"Astaga kenapa cucuku yang satu ini kurang ajar sekali." Gumam Sang Opa dalam hati sambil menatap tajam kearah cucunya.


"Maaf sayang oma hanya sedikit kecewa dengan opa kamu." Ucap Oma sambil memegang tangan cucunya dan langsung menariknya ke meja makan.


"Kenapa jadi aku yang disalahin sayang?" Tanya Opa yang merasa tidak terima disalahkan sendiri. Tapi tetap mengikuti langkah kedua orang yang sudah berjalan terlebih dahulu.


Dimeja makan.


"Sayang makan yang banyak ya." Ucap Oma sambil mengisi piring Vino dengan makanan yang cukup banyak.


"Iya oma." Ucap Vino kemudian menyantap makananya.


"Sayang kok aku gak diambilin." Ucap Opa sambil menatap istrinya yang sedang menikmati makananya tanpa melayaninya terlebih dahulu.


"Ambil sendiri." Ucap Oma ketus tanpa melihat wajah memelas suaminya.


"Huh nasib-nasib." Gumam Opa sambil mengisi piringnya sendiri.


Hingga keheningan pun melimuti meja makan tersebut.


Hingga beberapa menit ketiga manusia tersebut duduk santai diruang keluarga setelah selesai dengan acara makannya.


"Oh ya Vin bagaimana dengan kabar orang tua kamu di Indo?" Tanya Oma.


"Baik-baik saja." Jawab Vino cuek sambil memainkan game yang ada diponselnya.


"Opa Oma cucumu yang cantik jelita ini sudah pulang." Teriak Cassandra sambil berjalan kearah ruang tamu.


"Gak usah teriak-teriak ini bukan hutan." Ucap Vino dingin.


"Kakak." Ucap Cassandra heboh yang baru menyadari keberadaan kakaknya.


"Kakak akhirnya kamu datang juga." Teriak Cassandra heboh dan langsung memeluk Vino dengan sangat erat.


"Lepasin." Ucap Vino dingin sambil melepas pelukan adiknya dengan sedikit kasar.


"Ckkk dasar manusia es." Gerutu Cassandra kesal.


"Kakak apa kamu tidak kangen dengan adikmu yang imut ini?" TanyaCassandra sambil memeluk erat lengan tangan Vino.


"Tidak." Jawab Vino ketus.

__ADS_1


__ADS_2