Pembalasan Sang Yatim Piatu

Pembalasan Sang Yatim Piatu
2. Ayah


__ADS_3

Bel sekolah sudah berbunyi tandanya pelajaran hari Ini telah selesai. seperti biasa Ticia diantar pulang oleh Alex.


"Sayang ayo ku antar pulang" Ucap Alex ketika sudah sampai di depan pintu kelas sang kekasih


"Ayo by" Ucap Ticia sambil berjalan mendekat ke sang kekasih


Mereka berjalan dikoridor sekolah dengan tangan Alex yang merangkul Pundak Ticia. sedangkan Riska dan Siska sudah pulang duluan karena ada urusan keluarga. untuk sahabat Alex jangan ditanyakan lagi mereka berada dibelakang seperti pengawal yang mengawasi pasangan bucin.


"Pasangan goals" Ucap siswa 1


"Pasangan yang benar sempurna" Ucap siswa 2


"Huu seandainya itu gue pasti senang bangat" Ucap siswa 3.


Dan masih banyak bisikkan lain tapi mereka cuek seakan-akan tidak ada yang membicarakan mereka. karena mereka sudah terbiasa mendengarkan pujian tersebut.


Parkiran Sekolah


"Ren, Lang kita duluan ya" Pamit Alex sambil membukakan pintu mobil untuk Ticia


"Ok hati-hati, gue dan gilang juga mau pulang" Ucap Randy


"See you bro" Ucap Gilang sambil masuk ke dalam mobilnya


Didalam Mobil terdapat sepasang kekasih yang sibuk dengan dunianya masing-masing Alex fokus menyetir mobil, sedangkan tangan satunya memegang pergelangan tangan sang kekasih, sedangkan Ticia hanya diam dengan pandangan lurus ke depan.


Mobil berhenti disebuah rumah sederhana namun tampak asri dan nyaman.


"By trimakasih" Ucap Ticia dengan senyum manisnya.

__ADS_1


"Sama-sama sayang" Ucap Alex dengan membelai mambelai pipi lembut sang kekasih.


Mata mereka bertatapan hingga sedikit demi sedikit Alex mendekat ke wajah sang kekasih dengan kepala sedikit dimiringkan, hingga cup sebuah kecupan mendarat di bibir sexy sang kekasih. tidak ada penolakan dari kekasih Alex mel*mat sedikit demi sedikit sehingga ciuman tersebut dibalas oleh sang kekasih. lidah mereka terus beradu hingga mereka mulai kehabisan nafas dan melepaskan ciuman panas tersebut.


"Aku keluar ya by, hati-hati dijalan" Ucap Ticia dengan muka sedikit memerah.


"Iya sayang" Ucap Alex sambil terkekeh sambil menatap sang kekasih yang masih malu-malu.


"Kamu kenapa sayang kok mukamu merah begitu" Goda Alex.


"ihh by" Rengek Cia.


"hhh gemas bangat sih sayang, padahal kita sudah sering ciuman loh" Ucap Alex. Yang semakin gencar menggoda sang kekasih.


"au ah gelap" Ucap Ticia sambil membuka pintu mobil.


"I love U, aku pulang dulu" Pamit Alex dengan mengedipkan sebelah matanya.


"I love U too" Ucap Ticia sambil tersenyum.


Ticia berjalan memasuki rumah tapi ketika sudah sampai di dekat ruang tamu dia melihat sang Ayah yang kelihatanya sedang memikirkan sesuatu.


"Sore Ayah" Ucap Ticia sambil mencium punggung tangan sang Ayah.


"Sore juga anak Ayah, ayo duduk ada yang mau ajah bicarakan" Ucap Pak Rudi Ayah Ticia.


"Ayah mau bicara apa kelihatannya penting bangat" Ucap Ticia penasaran dengan sikap sang Ayah yang kelihatannya sangat penting.


"Hmmmm" Gumam pak Rudi yang masih berfikir keras.

__ADS_1


"Ayah, jujur sama Cia ada apa?" Tanya Cia yang sungguh penasaran dengan sikap sang Ayah.


"Begini apakah kamu bahagia tinggal berdua saja dengan Ayah?" Tanya pak Rudi dengan menatap sang anak.


"Emangnya kenapa yah? aku bahagia kok" Ucap Cia yang benar-benar bingung melihat sikap sang Ayah.


"Apakah kamu merindukan sosok ibu?" tanya pak Rudi yang mulai bicara ke intinya.


"Rindu bahkan sangat rindu, tapi tidak mungkin bisa" Ucap Cia dengan suara lirih.


"Bisa" Ucap pak Rudi dengan cepat.


"Maksud Ayah apa sih?, Cia benar-benar bingung dengan sikap Ayah" Ucap Cia


"Ayah sudah menemukan ibu untuk kamu" Ucap pak Rudi.


"Maksudnya menemukan itu apa? ibu kan sudah di surga bagiamana mungkin bisa bertemu Ayah" Tanya Cia dengan mata berkaca-kaca karena teringat dengan sang ibu yang sudah terlebih dahulu dipanggil sang maha kuasa.


"Cia Ayah sudah menemukan ibu baru untuk kamu, yang dapat membantu mengurus keperluan kamu dan keperluan Ayah" Ucap pak Rudi yang mulai tenang.


"What? maksud Ayah, Ayah mau...." pekik Cia yang tidak dapat melanjutkan ucapanya karena langsung di potong oleh sang Ayah.


"Iya Cia, Ayah mau menikah lagi, kamu butuh seorang ibu untuk mengurus kamu dan Ayah juga butuh pasangan hidup. Selama ibumu tiada hidup Ayah sepi walaupun ada kamu disisi Ayah tapi Ayah tetap membutuhkan pasangan, untuk menemani Ayah dan mengurus kebutuhan Ayah" Ucap pak Rudi yang menatap mata sang anak yang sudah basah oleh air mata.


"Apakah sudah tidak ada lagi ibu dihati Ayah" Ucap Cia dengan suara lirih.


"Ada dan selamanya akan tetap ada, tapi bukan cuma ibumu yang ada dihati Ayah sudah ada yang lain" Ucap pak Rudi sambil tersenyum mengingat wajah sang calon istri.


"

__ADS_1


__ADS_2