Pembalasan Sang Yatim Piatu

Pembalasan Sang Yatim Piatu
6. Makan Malam


__ADS_3

Mobil sport Lamborghini yang dikendarai oleh seorang pemuda tampan telah memasuki gerbang mansion yang sangat mewah. Setelah memakirkan mobilnya Alex turun terlebih dahulu kemudian membukakan pintu untuk sang kekasih.


Kini kedua pasangan goals tersebut melangkahkan kaki ke dalam pintu utama mansion mewah tersebut dengan bergandengan tangan.


"Silahkan masuk tuan muda dan nona muda." Ucap bi Mira dengan hormat sambil membungkukan badannya.


Di mansion Sanjaya semua penghuni mansion memang memanggil Cia dengan nona muda sesuai perintah dari Alex sendiri.


"Trimakasih bi." Ucap Cia sambil tersenyum sedangkan Alex hanya menganggukan kepalanya dengan wajah datarnya.


"Tuan besar dan nyonya sudah menunggu tuan muda dan nona muda dimeja makan." Ucap bi Mira Sooan.


Kedua pasangan idola tersebut melangkahkan kakinya


ke meja makan yang ada di mansion mewah tersebut, sampai disana sudah ada tuan dan nyonya besar yang menunggu kedatangan pasangan tersebut.


"Kalian sudah datang, kok lama bangat." Tanya nyonya Alexa mommy dari Alex, sambil berdiri menyambut pasangan tersebut.


"Macet mom." Ucap Alex datar.


"Kamu cantik bangat sayang." Ucap nyonya Alexa yang terpana melihat kecantikan Cia.


"Mommy juga cantik." Ucap Cia sambil mencium punggung telapak tangan nyonya Alexa dan beralih mencium punggung tangan tuan Bagas.


"Mari kita makan dulu." Perintah tuan Bagas.


Dimeja makan tersebut hanya ada suara dentingan sendok dan piring. Karena sudah menjadi tradisi di keluarga Sanjaya pada saat makan tidak ada yang boleh berbicara.


Hingga beberapa menit kemudian mereka selesai melakukan makan malam. Kini tuan Bagas, nyonya Alexa, Alex dan Cia sedang berada diruang keluarga sambil membicarakan tentang kelanjutan hubungan mereka.

__ADS_1


"Gimana dengan sekolah kalian." Tanya tuan Bagas dengan tegas sambil menatap Alex dan Cia bergantian.


"Baik Dad, baik om." Ucap Alex dan Cia kompak kemudian mereka saling pandang.


"Bagus. Untuk rencana kelanjutan hubungan kalian bagaimana."? Tanya Nyonya Alexa.


"Apakah mommy meminta Alex untuk segera menikahi Cia." Tanya Alex dengan hati yang sangat bahagia karena berfikir kalau kedua orang tuanya meminta dia untuk segera menikah.


"Memangnya kamu sudah siap untuk menikah." Tanya tuan Bagas sambil menatap putranya dengan tajam. Tuan Bagas seakan bisa menebak raut kebahagian di wajah tampan sang anak.


"Sangat siap Dad bahkan besok pun Alex jabanin." Ucap Alex sambil terkekeh. Sedangkan Cia hanya bisa menunduk dengan wajah yang sudah memerah saking malunya.


"Kalau kamu Cia apakah kamu sudah siap untuk menikah mudah." Tanya tuan Bagas sambil menatap kekasih dari sang putra. Kedua orang tua Alex mengakui kalau Cia merupakan calon menantu idaman selain cantik dan pintar dia juga baik dan sopan, itu yang membuat mereka merestui hubungan sang putra dengan Cia.


"Jujur Cia belum bisa om, Cia ingin sekolah dulu om itupun kalau nanti suatu saat Cia berkesempatan dapat beasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi om." Ucap Cia sambil mengangkat wajahnya.


" Kamu tidak mau nikah sama aku? kenapa harus repot-repot sayang kan ada aku yang akan memenuhi semua kebutuhan kamu. Apapun yang kamu minta pasti aku akan kabulkan." Ucap Alex sambil menatap dalam mata sang kekasih.


" Benar yang dikatakan Cia, kamu seharusnya bisa berfikiran luas seperti itu." Ucap tuan Bagas yang merasa Cia benar-benar cocok menjadi menantu idaman.


" Suatu saat nanti kalian pasti bersama asalkan selalu setia dan jika ada masalah langsung diselesaikan dengan kepala dingin, jangan mengambil keputusan disaat lagi marah." Ucap nyonya Alexa dengan bijak


"Dan satu lagi jangan mudah tergoda oleh rayuan dari orang luar." Sambung nyonya Alexa yang berharap semoga suatu saat mereka akan berjodoh.


"Amin kami pasti berjodoh mom. Tunggu aku sayang pasti langsung datang melamarmu ketika aku sudah menyelesaikan pendidikanku." Ucap Alex sambil menatap serius sang kekasih.


"Iya by." Ucap Cia dengan senyum manisnya.


Mansion Sanjaya

__ADS_1



1 minggu kemudian


Waktu berjalan begitu cepat, tidak terasa hari ini Cia akan menyaksikan pernikahan sang ayah dengan wanitanya. Sejujurnya Cia masih berharap kalau semua ini hanya mimpi, tapi itu tidak mungkin terjadi karena di depannya sekarang terdapat sang ayah yang sudah rapi dengan jas berwarna putih senada dengan celana dan sepatunya.


Cia sudah tampil cantik dan anggun dengan dress warna putih senada dengan pakaian sang ayah. Cia memiliki tubuh yang tinggi seperti model dan pinggang yang ramping apalagi dengan dress yang dikenakanya dapat memperlihatkan lekuk tubuhnya yang indah, sehingga siapapun yang melihatnya pasti akan terpesona.


"Putri ayah sangat cantik." Ucap pak Rudi sambil menatap putrinya yang benar-benar memiliki paras yang cantik mirip seperti ibunya.


"Ayah juga sangat tampan." Ucap Cia dengan sendu.


"Ayah janji kamu akan selalu menjadi prioritas pertama ayah, kamu akan selalu menjadi putri kesayangan ayah." Ucap pak Rudi sambil menatap mata sang anak yang tampak berkaca-kaca.


"Cia juga berharap semoga pernikahan ayah sekarang dapat membuat ayah selalu bahagia, semoga calon istri ayah dapat merawat ayah dengan baik." Ucap Cia sambil memeluk sang ayah.


"Pasti sayang dan kamu juga pasti akan selalu bahagia, ayah harap putri ayah yang cantik ini dapat menerima calon istri ayah dengan baik dan menerima anaknya sebagai kakakmu, semoga kalian dapat selalu menyayangi dan melindungi." Ucap pak Rudi sambil membalas pelukan sang anak, dia tidak akan memaksa sang anak untuk langsung menerima anggota keluarga baru mereka, tapi dia percaya seiring berjalannya waktu sang anak pasti akan menerima semuanya dengan ikhlas.


" Iya yah, Cia akan usahakan tapi kasih Cia waktu." Ucap Cia


"Iya sayang ayah paham kok." Ucap pak Rudi sambil melepas pelukannya dari sang anak.


"Ayo sayang acaranya mau dimulai, jangan nangis terus nanti make upnya luntur." goda pak Rudi. sambil berjalan mengandeng tangan sang anak ke tempat pengucapan janji suci Pernikahan.


"Ayah gugup yah?" Tanya Cia sambil menatap wajah tegang sang ayah dan mengusap lengan tangan sang ayah.


"Sedikit sayang." Ucap pak Rudi dengan merasa bebannya sedikit berkurang dengan elusan tangan sang anak dan sesekali menghembuskan nafasnya kasar.


Visual Adolfina Leticia Santoso dengan menggunakan dress putih yang memperlihatkan tubuh rampingnya (benar-benar cantik dan seksi)

__ADS_1



__ADS_2