Pembalasan Sang Yatim Piatu

Pembalasan Sang Yatim Piatu
Menyusun Rencana


__ADS_3

Alex yang mulai frustasi pun langsung menjalankan mobilnya kesebuah bar terbesar dikota itu. Ini bukan kali pertamannya Alex mendatangi tempat haram tersebut. Semua dimulai ketika dia berhasil masuk kedalam jebakan Fania.


Alex yang saat itu benar-benar frustasi langsung mendatangi tempat haram itu untuk menghibur dirinya namun ketika dia ingin menyewa wanita bayaran. Bayangan Cia tiba-tiba muncul dikepalanya seketika itu dia menyesali kecerobohannya dan langsung meninggalkan tempat haram tersebut.


Alex sudah memakirkan mobil mewahnya di parkiran bar. Dia langsung melangkahkan kakinya kedalam tempat tersebut dan langsung disambut dengan suara musik yang keras serta bau alkohol yang mengenat.


Alex duduk disofa sambil menikmati alkohol dengan kadar yang sangat tinggi. Alex yang tidak terlalu pandai dalam hal minum pun langsung mabuk padahal dia baru minum sedikit.


Hingga kedatangan dua wanita sexy yang langsung duduk disamping kiri kanan Alex.


"Tampan sepertinya kamu sudah mabuk berat." Ucap wanita sexy dengan bergelut manja ditangan Alex. Sedangkan Alex hanya diam saja.


"Kita temanin ya, dan kita jamin pasti kamu akan puas dengan permainan kita." Goda wanita sexy satunya sambil membelai lembut rahang Alex.


Alex yang dalam keadaan mabuk berat pun langsung mengiyakan ajakan tersebut dan langsung berjalan dengan bantuan kedua wanita itu kearah kamar yang berada dilantai dua bar tersebut.


Malam itupun Alex kembali melakukan kegiatan panas dengan dua orang wanita bayaran sekaligus.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kediaman Alex dan Fania


"Fania suami kamu mana?" Tanya ibu Megi yang baru pulang dari hotel bersama seorang pria kaya yang sudah beristri.


"Fania gak tahu bu." Jawab Fania jujur sambil menatap kearah ibunya. Dia tahu ibunya baru pulang menemani teman prianya.


Dan Fania tidak mempermasalahkan itu karena baginya hal tersebut adalah hal biasa dan wajar karena sang ibu tidak mempunyai suami.


"Loh masa suami sendiri gak tahu sih keberadaanya dimana?" Tanya ibu Megi kemudian duduk disofa yang berada didepan Fania

__ADS_1


"Ya mau bagiamana lagi Alex tidak pernah mau memberitahu Fania dimana dia berada." Jawab Fania yang benar-benar kesal dengan sikap Alex yang tidak pernah menganggapnya ada.


"Kamu harus sabar dong yang penting kamu sudah mendapatkan Alex walaupun tidak dengan hatinya setidaknya kita bisa hidup enak dan anak kamu bisa memiliki ayah." Ucap ibu Megi.


"Iya bu tapi Fania benar-benar sudah mencintai Alex, Fania juga ingin Alex bisa mencintai Fania." Ucap Fania lirih.


"Sayang ibu yakin suatu saat nanti Alex pasti akan jatuh cinta sama kamu." Ucap ibu Megi mencoba menghibur putri kesayangannya.


"Ibu tahu sendiri Alex sangat mencintai wanita murahan itu dan Fania yakin Alex pasti meninggalkanku jika wanita itu sudah memaafkan Alex." Ucap Fania kesal.


"Iya juga ya pasti anak tidak tahu diri itu akan dengan mudahnya memaafkan Alex karena Alex itu kaya. Pasti dia akan kembali menggoda Alex karena ibu yakin wanita itu hanya mengincar harta suamimu." Ucap ibu Megi yang tiba-tiba emosinya langsung naik.


Dia benar-benar tidak terima jika ada perempuan lain yang akan menganggu kebahagiaan anaknya.


"Itu ibu tahu jadi Fania harus bagaimana dong?" Tanya Fania yang mulai pesimis.


"Bagaimanapun Alex sangat mencintai wanita murahan itu. mau sekeras apapun Fania berusaha untuk membuat Alex jatuh cinta sama Fania itu tidak akan pernah bisa. Hati Alex hanya untuk wanita itu.


Bantu Fania bu, Fania tidak akan bisa jika Alex kembali dengan wanita penggoda itu." Ucap Fania dengan emosi.


"Fania Fania sejak kapan kamu menjadi wanita bodoh seperti ini. Jika kamu ingin memiliki Alex dengan seutuhnya maka hal yang harus kamu lakukan adalah menyingkirkan wanita itu dari hadapan Alex, kalau perlu kamu lenyapkan dia dari bumi ini.


Masa dengan mudahnya kamu melenyapkan tuan bangka sedangkan untuk melenyapkan gadis bodoh seperti itu kamu tidak bisa sih." Umpat mami Megi yang kesal melihat tingkah bodoh anaknya.


Padahal selama ini Fania mampu melenyapkan orang yang dia anggap musuh tanpa bantuannya.


"Ibu benar aku harus melenyapkan wanita murahan itu bukan cuma wanita itu tapi semua wanita yang mencoba mendekati suami Fania. Tapi untuk sekarang Fania akan memberi mereka waktu untuk bersenang-senang." Ucap Fania seperti seorang phycopat.


"Jangan bilang kamu mau membuat Alex kembali dengan anak tak tahu diri itu. Bagaimana jika dia memoroti semua harta Alex" Protes ibu Megi. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang dikatakan anaknya.

__ADS_1


Apalagi dirinya juga tahu sebesar apa rasa cinta Alex ke mantan anak tirinya. Dia yakin wanita itu akan memanfaatkan cinta Alex untuk mengambil semua hartanya.


"Haha ibu fikir aku ini bodoh. Aku hanya memberikan waktu sebentar untuk wanita tak tahu diri itu untuk bersenang-senang dengan suamiku anggap saja sebagai kado terakhir dariku untuk anak malang itu. Setelah itu aku akan melenyapkannya dia dari bumi ini." Ucap Fania sambil tertawa sinis.


"Ibu benar-benar bangga memiliki anak seperti kamu, kamu sangat pintar." Puji ibu Megi.


"Itukan berkat didikan ibu." Ucap Fania.


"Kamu benar keturunan Megi Lestari harus pintar dan tidak mengenal kata kalah." Ucap ibu Megi bangga.


Kemudian mereka pun tertawa keras dengan aura yang mampu membuat siapapun yang mendengar tawa ibu dan anak itu akan bergedik nyeri.


"Tunggu tanggal mainnya adikku." Gumam Fania dalam hati.


"Kamu benar-benar bisa diandalkan." Gumam ibu Megi yang beruntung memiliki anak seperti Fania yang sangat mudah mengikuti sifatnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bar


Alex yang baru bangun dari tidurnya langsung memegang kepalanya yang masih sedikit pusing. Kemudian melihat ke sampingnya terdapat dua wanita yang masih dalam keadaan nerd seperti dirinya.


Sekilas dia mengingat kejadian kemarin malam namun bukannya terkejut seperti reaksi yang ditunjukkan waktu bersama dengan Fania. Alex malah dengan santainya turun dari ranjang dan memungut kembali pakaianya yang berantakan dilantai kemudian memakainya.


Kemudian dia mengambil cek dalam dompetnya dan menuliskan nominal uang cukup besar setelah itu dia menaruhnya keatas meja.


Namun sebelum keluar dia menatap sebentar kearah ranjang yang terdapat dua wanita bayaran yang sudah menghabiskan malam dengannya.


"Tidak ada bedanya dengan Fania." Gumam Alex sinis kemudian meninggalkan dua wanita yang masih tertidur pulas karena kecapean melayaninya.

__ADS_1


__ADS_2