
Dada Cia semakin berdegup kencang dengan nafas yang terengah-engah karena mengontrol emosinya ketika didepan matanya dia melihat sang kekasih dengan saudara tirinya yang sedang makan pizza sambil menatap tv yang sedang memperlihatkan adegan romantis.
Mereka seperti pasangan yang sangat bahagia namun bukan hal itu yang membuat hatinya sakit tetapi ketika melihat tangan sang kekasih yang selama ini menyuapinya ketika makan bersama kini didepan matanya sang kekasih menyuapi saudara tirinya dengan tangannya sendiri. Terlebih Alex mengusap lembut ujung bibir Fania dengan tissue.
Siapapun pasti akan sakit melihat adegan tersebut apalagi ketika mengingat dirinya tadi seperti orang bodoh yang menunggu sang kekasih sampai berjam-jam lamanya namun nyatanya yang ditunggu seakan-akan tidak memiliki janji malah sedang asik bermesraan dengan cewek lain.
"Hmm apakah aku menganggu." Tanya Cia dengan dada bergemuruh sambil mengontrol emosinya. Kemudian berjalan kearah sofa yang diduduki oleh kedua pasangan tersebut.
Alex yang mendengarkan suara familiar tersebut sontak melihat kearah gadis cantik yang berjalan kearah mereka. Sedangkan Fania yang melihat itu hanya tersenyum smirk.
"Awal yang sangat baik." Gumam Fania dengan senyum manisnya sambil pura-pura terkejut.
"Sa-yang." Ucap Alex terbata-bata. Dia benar-benar tidak menyangka kalau Cia melihatnya berada dirumahnya terlebih ketika melihat dia bersama Fania.
"Hai Cia sini ayo gabung dengan kakak dan Alex, kamu pasti laparkan." Ucap Fania sambil pura-pura tersenyum manis kearah Cia.
Sedangkan Alex yang mendengarkan ucapan Fania sontak terkejut karena dia benar-benar tidak menyangka dengan reaksi yang ditunjukkan oleh Fania.
Bukannya terkejut dengan kehadiran Cia dia malah santai seperti biasa saja.
"Hmm trimakasih kak tapi aku sudah makan tadi dengan Siska dan Riska." Ucap Cia sambil terpaksa membalas senyum kakak tirinya dengan tak kalah manisnya.
"Kamu makan dimana tadi." Ucap Fania yang tiba-tiba kepo.
"Di Stars cafe." Sambil memperlihatkan ekpresi Alex yang sangat kaget ketika dia menyebutkan nama cafe tersebut.
"Ya Tuhan apalagi ini jangan bilang kalau tadi Cia lihat gue sama Fania di cafe tersebut." Gumam Alex dengan hati yang tak karuan.
"Wow awal yang benar-benar baik." Gumam Fania dalam hati sambil tersenyum penuh kemenangan. Dia benar-benar tidak menyangka kalau Cia ada dicafe yang sama dengan cafe yang dia datangi dengan Alex tadi.
"Baguslah." Ucap Fania dengan hati yang berbunga-bunga.
"Kalau begitu gue cabut kekamar dulu yah, gue udah ngantuk bangat. Btw Lex thanks yah buat hari ini gue benar-benar bahagia." Sambung Fania sambil tersenyum manis ke Alex lalu beralih menatap wajah Cia yang penuh kekecewaan.
__ADS_1
Cia yang mendengarkan ucapan Fania pun benar-benar kecewa dengan sikap Alex. "*Kalau memang loh seharian bersama Fania kenapa loh harus buat janji seakan-akan gue adalah orang satu-satunya yang akan loh temui." Gumam Cia dalam hati.
"Argh bangsat loh Fania loh benar-benar licik." Maki Alex dalam hati. Sedangkan Fania langsung berjalan santai kedalam kamarnya seakan-akan tidak terjadi apa-apa*.
Sampai didalam kamar Fania langsung merebahkan tubuhnya kekasur kecil tersebut yang hanya cukup 1 orang sambil membayangkan kebahagiannya nanti ketika diakan menjadi nyonya muda dari keluarga Sanjaya. Sambil senyum-senyum sendiri dia pun mengingat kejadian yang tadi.
Flashback
Dirumah Cia dan Fania
Fania yang baru saja sampai dirumahnya langsung mengajak Alex masuk kedalam untuk makan pizza yang mereka beli tadi di Stars cafe.
"Lex yuk masuk dulu ke dalam." Ajak Fania dengan senyum manisnya.
"Gue pulang ajah, apa kata ayah tiri loh nanti kalau tahu loh pulang sama gue." Ucap Alex datar.
"Gak akan tahu kok, ayah tiri gue gak ada dirumah dia pergi mengantar ibu gue ke rumah nenek dikampung. Mereka akan tinggal disana selama 3 hari." Ucap Fania sambil meraih tangan Alex.
"Gak usah pegang gue." Ucap Alex dingin sambil menghempaskan kasar tangan Fania yang ingin memegang tangannya.
"Gak usah maksa loh, mending gue pulang daripada menemani perempuan licik kayak loh." Ucap Alex dingin sambil menatap tajam kearah Fania.
Namun yang ditatap seperti itu hanya biasa saja malah memperlihatkan senyum manisnya.
"Kalau loh mau pulang dan tidak mau temani gue makan silahkan aja namun jangan salahin gue kalau Cia mengetahui semuanya." Ucap Fania dengan senyum penuh kemenangan.
"*Loh gak bakalan bisa lepas dari gue Lex gue yakin itu, dan ini belum seberapa." Gumam Cia dalam hati yang dipenuhi dengan pikiran jahat.
"Tunggu aja pembalasan gue cewek sialan." Gumam Alex dalam hati yang benar-benar tidak menyangka akan di perdaya oleh perempuan licik seperti Fania yang tidak ada bagusnya sedikit pun*.
"Ok tapi selesai makan gue harus pulang." Ucap Alex pasrah sambil berjalan dibelakang Fania.
"Ok." Ucap Fania singkat sambil membuka pintu rumahnya.
__ADS_1
Hingga kini mereka telah sampai di ruang tamu. Fania pun mempersilahkan Alex untuk duduk disampingnya sedangkan Alex yang diperintah seperti itu hanya menurut saja sambil memaki Fania dalam hati.
"Loh duduk disini dulu honey gue mau pergi ke dapur dulu untuk memindahkan pizza ini ke piring sekalian buatin kamu minum." Ucap Fania dengan suara genitnya.
"Terserah." Ucap Alex acuh sambil menyalakan tv yang memperlihatkan adegan romantis dari drama tersebut.
Dia pun membayangkan jika dirinya dan Cia sama seperti adegan tersebut pasti mereka sangat bahagia.
Namun sekarang hal itu seperti sulit untuk terjadi selama Fania masih ada didekat mereka.
"Kok bengong aja si honey." Ucap Fania sambil menaruh piring yang berisi Pizza dan gelas yang berisi teh hangat keatas meja.
"Gue udah bilang jangan pernah panggil gue dengan panggilan menjijikkan itu." Ucap Alex sambil menekan kata menjijikkan.
"Itukan panggilan sayang aku ke kamu honey." Ucap Fania santai sambil berjalan kearah pintu. Karena Alex tidak menutup kembali pintu tersebut ketika dia sudah masuk kerumah.
Namun ketika tangannya ingin menutup pintu tiba-tiba mantanya melihat sebuah mobil yang tak asing di matanya. "Itukan mobilnya sahabat Cia, jadi otomatis Cia ada didalam mobil tersebut tapi kenapa dia tidak turun." Ucap Fania dengan suara pelan.
Hingga ketika dia melihat pintu belakang mobil tersebut terbuka dia langsung menutup pintunya dan berjalan kearah Alex dengan senyum yang mengembang. Ketika sampai di ruang tamu dia langsung duduk didekat Alex.
Yang membuat Alex risih namun dia hanya diam karena mau di bilangi apapun Fania tetaplah Fania yang tidak akan mendengarkan ucapan orang lain.
"Lex suapin gue dong." Ucap Fania manja.
"Punya tangankan makan aja sendiri gak usah manja." Ucap Alex yang benar-benar muak dengan sikap Fania.
"Ayolah Lex loh tahu gue kan gak ada yang gak mungkin kalau gue mau." Ucap Fania.
Alex yang mendengar itu hanya bisa mendengus pasrah dan langsung mengambil potongan pizza yang ada di piring lalu menyuapkannya ke mulut Fania bersamaan dengan pintu yang dibuka dari luar.
"Benar-benar keberuntungan besar buat gue, lanjut ah." Gumam Fania sambil melihat kearah pintu yang menampilkan gadis cantik yang tak lain adalah Cia dengan raut muka terkejut.
"Kayaknya diujung bibir gue ada sisa saus Lex." Ucap Fania seakan-akan memberi kode ke Alex untuk membersihkan sisa saus dibibirnya.
__ADS_1
Sedangkan Alex hanya menurut seperti budak. Dan tentu tindakan itu membbluat seseorang yang diam mematung di depan pintu merasakan sakit yang luar biasa.