
Waktu berjalan begitu cepat, hari berganti hari, minggu berganti minggu. Tepat hari ini Rebecca Caroline merayakan ulang tahunnya yang ke 21.
Sebagai putri tunggal dari seorang pengusaha kaya raya tentu saja perayaan ulang tahunnya akan diadakan secara mewah dan pastinya akan dihadiri oleh orang-orang yang memiliki status sosial seperti mereka.
"Gimana dengan rencana kita apa semuanya sudah siap?" Tanya Rebecca kepada Clara.
Mereka berada disebuah kamar hotel yang mewah tempat diadakannya ulang tahun Rebecca.
"Loh tenang aja semua sudah gue atur . Pelayan yang akan melakukan tugasnya pun sudah gue ajari sebaik mungkin supaya tidak melakukan kesalahan." Ucap Clara sambil memilih gaun yang akan dikenakannya.
Karena tinggal 2 jam lagi pesta ulang tahun Rebecca akan dimulai.
"Bagus! gue gak mau kalau sampai rencana kita gagal, apalagi Vino bukan orang yang mudah di tipu." Ucap Rebecca tegas.
"Gue jamin semuanya akan berjalan sesuai dengan keinginan loh." Ucap Clara.
"Dan tentunya keinginan gue juga." Gumam Clara dalam hati.
"Gue percaya sama loh, Vino I'm coming sebentar lagi kamu akan menjadi milikku seutuhnya." Ucap Rebecca dengan hati yang berbunga-bunga.
Dirinya benar-benar sudah tidak sabar untuk menjalankan rencananya.
"*Rebecca! Rebecca! kita akan lihat sendiri siapa yang akan memiliki Vino seutuhnya gue atau loh." Gumam Clara sambil memandang sinis kearah Rebecca yang sedang melangkahkan kakinya kedalam kamar mandi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...
Apartement Leticia
Seorang perempuan cantik sedang duduk disebuah sofa empuk dengan pandangan yang tidak pernah lepas dari tv besar yang ada didepannya.
Namun tiba-tiba suara bel kamarnya berbunyi membuat perempuan cantik tersebut terpaksa mengalihkan pandangannya dari tv yang sedang menampilkan drama favoritnya.
Ting Tong! Ting Tong!
Leticia pun melangkahkan kakinya kearah pintu walaupun sebenarnya dia sangat malas untuk bergerak.
"Hai." Sapa perempuan cantik dengan menampilkan senyum manisnya.
"Hai silahkan masuk." Ajak Leticia sambil mempersilahkan perempuan cantik tersebut yang tak lain adalah Cassandra untuk masuk kedalam apartemenya.
"Tumben loh kesini ada apa?" Tanya Leticia ketika mereka sudah duduk disofa yang berada diruangan tersebut.
"Gue sengaja kesini supaya kita bisa berangkat bersama keacara ulang tahunnya Rebecca." Ucap Cassandra.
"Emangnya siapa yang mau pergi?" Tanya Cia dengan polosnya.
"Ya kitalah siapa lagi coba." "Jawab Cassandra sedikit kesal.
"Sejak kapan gue bilang mau pergi ke acaranya Rebecca?" Tanya Leticia.
__ADS_1
"Astaga mereka kan ngundang kita kesana dan bukannya loh tadi dengar sendiri dikampus." Jawab Cassandra kesal.
"Yang bilang mau datang kan loh bukan gue. Jadi loh pergi ajah sendiri." Ucap Leticia santai.
" Please deh Leticia jangan bercanda." Ucap Cassandra.
"Siapa yang bercanda gue serius kok." Ucap Leticia dengan wajah serius. Karena memang dia tidak ada niat sama sekali untuk datang diacara tersebut.
"Ya ampun terus gue harus gimana dong? masa gue doang yang kesana. Loh ikut ya please." Ucap Rebecca dengan wajah memelas.
"Gak ah loh pergi ajah sendiri gue malas." Ucap Leticia kemudian fokus kembali melihat drama favoritnya.
"Kali ini aja ya loh bantu gue. Loh tahu sendiri kan gue udah terlanjur janji sama mereka kalau gue gak datang bisa saja mereka akan semakin menyudutkan kita dikampus terutama gue. Masa loh mau sih harus direndahkan terus sama mereka." Jelas Cassandra.
Dia harus bisa membujuk Leticia untuk ikut dengannya karena kalau tidak pasti kedua wanita angkuh itu akan mengejeknya karena telah melanggar janji.
Sedangkan Leticia yang mendengar ucapan temannya pun mulai sedikit luluh. Dia juga tahu kalau sampai mereka berdua tidak datang itu berarti mereka akan dianggap pengecut oleh Rebecca dan Clara.
"Please ya." Ucap Cassandra memelas didepan Leticia.
"Hmm ok." Ucap Leticia singkat.
"Yes trimakasih sayang." Ucap Cassandra sambil memeluk Leticia.
"Lepasin gue masih normal." Ucap Leticia sambil melepaskan pelukan Cassandra.
"Gue juga masih normal kali." Ucap Cassandra sambil memanyunkan bibirnya kearah Leticia.
"Loh gak usah repot-repot begini." Ucap Leticia.
"Gue gak merasa repot kok dan untuk kali ini izinkan gue buat dandani loh supaya kedua perempuan ular itu akan menyesal telah mengundang kita." Ucap Cassandra.
"Terserah kau saja." Ucap Leticia pasrah. Setelah itu kedua perempuan cantik pun mulai mempersiapkan diri mereka.
Hingga hampir 2 jam mereka pun telah selesai dengan penampilan yang bakal membuat para mata memandang mereka tanpa berkedip.
"Astaga Leticia loh cantik bangat sih." Puji Cassandra yang benar-benar kagum akan kecantikan Leticia yang diatas rata-rata.
"Loh juga cantik." Puji Leticia balik.
"Iya gue tahu itu." Ucap Cassandra dengan percaya diri.
"Mending kita pergi sekarang kayaknya acaranya sebentar lagi dimulai." Ajak Leticia.
"Ayo gue hampir lupa." Ucap Cassandra sambil berjalan keluar dari apartement Leticia.
Kedua perempuan cantik tersebut langsung berangkat hotel tempat acara ulang tahun Rebecca diadakan.
Tapi untung saja hotel dari apartement Leticia tidak terlalu jauh hingga 20 menit kemudian mereka pun telah sampai ditempat diadakannya acara tersebut.
__ADS_1
"Huuu untung saja hotelnya tidak terlalu jauh." Ucap Leticia sambil menghembuskan nafasnya.
"Iya ayo kita masuk." Ajak Cassandra. Hingga kedua perempuan cantik tersebut masuk secara beriringan.
Sontak kedatangan mereka pun langsung jadi pusat perhatian disana terlebih bagi kaum Adam.
"Astaga mimpi apa gue semalam bisa melihat bidadari disini."
"Itukan Leticia primadona kampus kita."
"Dia benar-benar cantik."
"Cassandra juga tidak kalah cantik."
Dan masih banyak pujian lainnya namun kedua perempuan cantik itu hanya cuek sambil melangkahkan kaki mereka kearah Rebecca yang dari tadi menatap mereka dengan wajah kesal sama halnya dengan Clara.
Namun yang menjadi fokus utama kedua perempuan cantik itu adalah sosok laki-laki yang berada disamping Rebecca. Mereka kenal betul laki-laki tersebut adalah Alvino De Metz yang ternyata juga sudah berada diacara itu beberapa menit yang lalu sebelum kedatangan mereka.
"Wow akhirnya kalian datang juga." Ucap Rebecca berpura-pura ramah.
"Tenang ajah kita bukan orang yang suka melanggar janji kok." Ucap Cassandra sambil menatap sekilas laki-laki yang berada didepannya. Namun yang ditatap ternyata lebih memilih menatap perempuan cantik yang ada disebelahnya.
"Kenapa dia harus menggunakan baju sexy seperti itu sih. Apa dia tidak sadar kalau tubuhnya menjadi tontonan nakal para mata buaya disini, atau dia sengaja mau pamer tubuh indahnya itu ke laki-laki yang ada disini." Gumam Vino kesal melihat mata laki-laki yang menatap kearah adiknya dan Leticia tanpa berkedip.
Visual Vino
Visual Leticia
Visual Cassandra
Visual Rebecca
Visual Clara
......................
Hello Readers
Othor selalu berharap untuk kalian meninggalkan jejak ya (Like dan coment). Jangan lupa vote jika ingin othor melanjutkan bab berikutnya😊😁
__ADS_1
Follow instagram othor (adolfina014)