Pencarian Dan Dendam

Pencarian Dan Dendam
Serius kau


__ADS_3

Keesokan harinya, Aldo sama istri, Endro juga bersama istri. Sudah tampak hadir di villa milik Deri untuk menemani acara akad nya Arya. Dengan penampilan yang sangat rapi.


"Lihat, kita mau menikahkan Arya berpasangan. Aldo sama istri, aku sendiri sama istri! terus kamu sama siapa?" cibirnya Endro terhadap Dery yang masih juga betah membujang.


"Emangnya kenapa kalau nggak ada pasangan? emang merugikan kamu? kan nggak! bulan saja tidak ada pasangannya tetap bersinar," balasnya Dery dengan nada dingin.


"Merugikan sih ... nggak, cuman kasihan aja gitu kedinginan terus gak ada yang nemenin! anak asuh nya aja mau punya istri dua, masak om nya masih betah aja membujang." Tambahnya Endro menyunggingkan bibirnya ke samping yang menunjukkan lesum di pipinya.


"Iya, kapan aku akan datang menghadiri pernikahan kamu Der, karena semua temanku teman suamiku yang seusia kamu itu udah punya anak." Celetuk Citra menambahkan perkataan dari suaminya.


"Au ... ah, males dengerin perkataan kalian," Dery mengibaskan tangannya. "Oya apa kalian mau tahu?"


"Apaan Der! berita apalagi?" selidiknya dokter Aldo dan mendapat anggukan dari sang istri.


"Kalau anak asuh kalian itu sebenarnya sudah menikah dengan gadis yang dia ceritain waktu itu--"


"Ha ... masa? kapan menikahnya? kok kita gak tahu?" suara Aldo dan Endro hingga berbarengan.


"Tumben! Sejak kapan kalian kompak?" Deri malah menatap heran ke arah kedua sahabatnya itu.


"Ala ... h. Nggak penting itu! jawab saja kapan nikahnya? orang baru cerita malam kemarin! nggak masuk akal Kau ini jangan mengarang cerita," timpalnya Endro sembari menyodorkan air mineral kepada sang istri, Citra.


"Beneran, kejadiannya sepulang dari sana waktu itu. Pas nyampe ke Villa Ayah dapat telepon dati rekannya yang mengatakan orang yang itu kritis? nah ... datanglah kita ke sana. Iya benar dia kritis dan minta waktu itu juga Arya untuk menikahi putrinya. Secara aku juga yang mencarikan penghulu buat mereka berdua, pas selesai ijab kabul selesai perjalanan hidup bapaknya itu pun berakhir--"


"Serius kau? tidak sedang mengarang cerita kan? karena kalau sedang mengarang cerita, menulis online saja agar kau menjadi penulis novel!" Endro memotong perkataan dari Deri.


"Ck, dengar dulu ... aku belum selesai cerita. Setelah itu kami menguruskan pemakamannya sampai selesai dan akhirnya gadis itupun digoyang ke sini." Lanjut Deri.


"Di mana sekarang dia?" tanya Aldo yang menanyakan keberadaan gadis itu.


"Ada, sepertinya dia lagi kurang sehat. Lagi plu dan pilek jadi dia tiduran di kamarnya, kamar tamu. Atas," sahutnya Deri.


"Ayo kita lihat ke kamarnya?" ajaknya bidan Tika pada Citra.

__ADS_1


"Ayo!" Citra pun beranjak dari duduknya. Lalu keduanya berjalan mendekati anak tangga.


"Wih ... Tante Tika, Tante Citra. Kalian cantik sekali dan kalian mau ke mana? aku sudah siap nih kita pergi sekarang," sapanya Arya kepada kedua wanita cantik itu.


"Katanya kamu udah punya istri. Sekarang kamu mau menikah lagi." Tika menatap tajam ke arah Arya. "Ayahmu itu sosok pria yang setia, kenapa kamu menjadi playboy begini?"


"Ngomong-ngomong Tante berdua ini pengen ketemu dulu sama istrimu, katanya ada di kamar tamu. Kata Om Deri dia sedang kurang sehat apa benar?" ucap Tika sambil menunjukkan arah atas.


"Iya Tante, dia sedang kurang sehat. Tapi sudah aku kasih obat tadi. Mungkin karena semalam aku ajak jalan dan kena hujan!" ungkap nya Arya sambil melirik ke arah atas Di mana kamar Gita berada.


"Ngomong-ngomong siapa namanya cantik gak?" selidiknya Citra sambil mendekatkan wajahnya kepada Arya.


Arya menunjukkan senyumnya yang manis kepada kedua wanita cantik tersebut. "Cantik dong, Tante, tidak kalah dengan kalian! baiklah ... kalau mau lihat dia dulu dan kasihan dia Tante. Dia anak yatim piatu, juga dari kalangan orang biasa!"


Keduanya mengangguk. "Oke kami berdua ingin melihatnya dulu sebentar! sebentar kok, Yo kita ke sana!" Tika menarik tangannya Citra.


Keduanya terus berjalan mendekati kamar Gita, sebelum masuk. Mereka berdua menutup pintunya tersebut dan dari dalam terdengar suara seorang gadis yang sepertinya masih belia.


Pintu terbuka, tampak ada seorang gadis yang sedang tiduran di atas tempat tidur di bawah selimut yang tebal, dan Gadis itu berusaha untuk duduk menatap ke arah pintu. Dimana ada dua orang wanita yang sedang berdiri dan mengarahkan pandangan ke arah dirinya.


"Kau yang bernama Gita ya?" tanya Tika sambil mendudukan dirinya di tepi tempat tidur dekat Gita duduk.


"I-iya Tante, namaku Gita. Em ... Tante berdua ini siapa ya?" Gita mengerutkan keningnya karena memang dia belum kenal siapa aja keluarga suaminya.


"Oh ... kenalkan saya Tante Tika istrinya dokter Aldo, pengasuhnya Arya." Tika memperkenalkan diri.


"Dan saya Citra, istri dokter Endro pengasuhnya Arya juga, ya ... semacam Om Dery lah. Kau pasti kenal kan sama Bang Deri?" sambungnya Citra.


Gita pun mengangguk, karena kalau Deri dia pun kenal pasti. Tapi dia pun bingung kok pengasuh Arya itu banyak sih? dan bila terhitung ada tiga Om, kan biasanya juga yang mengasuh itu ibu-ibu, tapi seperti nya dia belum menemui ibu-ibu kecuali dua wanita ini.


"Oya, kamu kurang sehat ya? sudah minum obat kan!" tanya Tika.


"Aku cuman pilek doang!" jawabnya Gita termasuk singkat.

__ADS_1


"Berarti kamu nggak ikut ya?" timpalnya Citra.


"Ikut gimana, Tante oh ya kalian itu tampak cantik dan rapi! mau kondangan!" Gita memuji kecantikan keduanya.


Citra dan Tika saling menoleh untuk berpandangan, lalu melihat ke arah Gita seraya berkata. "Apa kau tahu hari ini Arya mau--"


"Oh dokter Arya mau menikah? tahu, tahu kok tante. Tapi aku sedang kurang enak badan jadi aku nggak ikut lah, doa saja yang akan mengiringinya semoga menjadi keluarga yang samawa!" Gita tersenyum tipis.


"Kalau begitu kami berangkat dulu ya kamu baik-baik di rumah, Jangan lupa minum obat supaya cepat sembuh," pesan Tika dengan Citra.


Kemudian mereka berdua meninggalkan Gita di kamar tersebut tidak lupa untuk pintunya kembali.


"Anaknya cantik juga ya? manis biarpun penampilannya sederhana!" kata Tika kepada Citra.


"Iya usianya juga masih belia dia, di bawah 20 tahun kayaknya!" Citra pun mengganggu sambil jalan menuruni anak tangga.


Sementara ke empat pria itu sudah siap di teras untuk pergi. ada yang tampak gagah dengan setelan jas warna hitam senada dengan celananya.


"Kau sudah siap mempunyai dua istri?" godanya Endro.


"Siap, siap Om aku siap." Arya mengangguk sambil mesem-mesem.


"Pasti siap lah, iya kan enak. Lagian seandainya nggak dikasih yang di sana minta yang di sini. Bosan yang di sini lari ke sana ha ha ha ..." Endro tergalak sendiri.


"Ya sudah, kita berangkat sekarang? itu mereka sudah datang!" ajak Aldo seraya menunjuk ke arah istri nya dan Citra.


"Oke kita berangkat sekarang!" timbalnya Deri.


Kemudian mereka pergi menggunakan dua mobil. Aldo sama Arya dan sang istri. Endro, Deri dan Citra di mobilnya Endro.


Kedua mobil tersebut beriringan. Meninggalkan area Villa yang di dalamnya ada seorang gadis yang bernama Gita ....


...🌼---🌼...

__ADS_1


Ayo mana dukungan nya biar aku tambah semangat bikin karyanya.


__ADS_2